<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603</id><updated>2012-02-16T11:58:04.948-08:00</updated><category term='http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SeeCwumf_tI/AAAAAAAAAIc/e3SPI18cnYM/s1600-h/geometry.gif'/><title type='text'>KANG_TATANG</title><subtitle type='html'>Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup
yang telah kau buat.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>43</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-3940476327899725097</id><published>2009-12-13T10:36:00.000-08:00</published><updated>2009-12-13T10:37:38.795-08:00</updated><title type='text'>Hemat Ala Dunia VS Hemat Ala Al-Qur’an</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="awal"&gt;D&lt;/span&gt;ua arti untuk kata hemat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah 'tidak boros' dan 'berhati-hati dalam membelanjakan uang'. Bahkan kita punya pepatah 'hemat pangkal kaya'. Tapi kita mungkin tidak termasuk yang boros, tetapi, “Apa benar, hemat kita sudah cukup baik?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Coba kita lihat, bagaimana di rumah kita sendiri, kita lihat mulai dari diri kita sendiri, karena semuanya bermula dari diri kita sendiri. Pakaian, Sepatu, Parfum, Aksesoris atau apa saja yang kita pakai. Kadang kita tidak tahan untuk mendapatkan yang baru, makanya yang lama di tinggalkan, sampai-sampai kita punya lemari khusus untuk parfum, sepatu, aksesoris, apalagi untuk pakaian kita sampai perlu menambah lemari karena yang satunya sudah penuh dengan pakaian-pakaian lama yang masih bagus-bagus. Padahal Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa kalau kita memiliki barang (pakaian) yang baru, maka yang lama dikasihkan kepada yang membutuhkan. Dan coba kita lihat lagi, bagaimana dengan harga-harganya, rata-rata harganya mahal-mahal, sampai-sampai memaksakan untuk mendapatkannya dengan cara kredit karena saking mahalnya. Belum lagi dengan barang-barang rumah tangga (isi rumah), kadang-kadang ada barang yang tida perlu, kita beli juga, sehingga di rumah kita penuh dengan barang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Begitu juga dalam hal makanan, kita suka boros dalam hal makanan, kita suka bilang, kita belum makan padahal kita sudah makan lontong kari yang terbuat dari beras, malah ditambah dengan jajanan-jajanan lain. Makanya diri kita kadang sakit, karena kita tidak bisa mengatur pola makan kita. Mari kita buka buku hadits mengenai cara makan Rasulullah? Jangan heran bahwa Rasulullah SAW. tidak pernah kenyang. Makan hanya sekedarnya saja, bahkan beliau sering kekurangan makanan sehingga memaksanya untuk berpuasa. Anas bin Malik menceritakan kepada kita, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Sesungguhnya tidak pernah terdapat  dalam makan siang Rasulullah atau makan malam-nya, roti dan daging, kecuali sangat sedikit dan kekurangan.” (HR Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masalahnya bukannya kekurangan. akan tetapi, sering kali harta melimpah datang, baik melalui rampasan perang maupun lainnya, namun karena Allah telah membimbing beliau kepada kesempurnaan akhlak, yang beliau terapkan adalah kemurahan dan kedermawanan beliau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berkata Ibnu Harits, “Rasulullah shalat ashar bersama kami kemudian beliau bergegas masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian keluar dan kami pun bertanya, lalu beliau menjawab, ‘Dirumah aku menyimpan emas dari hasil sedekah, maka aku enggan untuk menyimpannya sampai aku membagi-bagikannya.” (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kita sering berpikir keutamaan berhemat adalah dengan menyimpan uang, membeli yang perlu. Sebenarnya berhemat menurut Alqur’an adalah lebih pada menafkahkannya secara tepat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah (2): 215)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sungguh suatu kedermawanan yang luar biasa, melalui tangan beliau yang agung. Seperti yang diceritakan oleh Anas bahwa Rsulullah tidak pernah menolak permintaan seseorang. Pernah suatu kali datang seorang laki-laki kemudian Rasul memberinya sekumpulan kambing diantara dua bukit. Lalu laki-laki itu pulang ke kaumnya dan berteriak lantang, “Wahai kaumku, masuklah kalian kedalam Islam, sesungguhnya Muhammad memberikan pemberian kepada seseorang sehingga dia tidak takut fakir.” (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walaupun beliau dermawan dan suka bersedekah, akan tetapi keadaan beliau sendiri sangat patut untuk kita renungkan. Anas bin Malik berkata, “Tidak pernah Rasulullah duduk menghadapi meja makan yang penuh hidangan, sampai beliau wafat. Dan tidak pernah beliau makan roti yang enak dan lembut sampai wafat.” (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau kita berhemat dengan tujuan untuk mengurangi pengeluaran dengan cara menganiaya diri, misalnya pura-pura miskin, mengharapkan supaya dibantu maka itu bukanlah termasuk penghematan tetapi kikir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau kita boleh kembali melihat diri kita. Agaknya kita sulit untuk seperti Rasulullah, karena kita tidak bisa mengontrol  pengeluaran, dan pemakaian dari barang barang yang kita beli. Penghematan penggunaan Listrik, BBM, Air, Telpon dll mungkin salah satu akhlak yang baik, karena kadang kita tidak merasa bahwa diri kita sudah berlebihan dalam menggunakan itu semua. Harga-harga mulai naik terutama kebutuhan sehari-hari. Tetapi percayalah tidak perlu ada ketakutan terhadap semua itu, karena kita memiliki konsep berhemat yang lebih baik yaitu untuk Allah, bahwa setelah keperluan kita terpenuhi, kita berusaha menafkahkannya dijalan Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah Timur dan Barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa. (QS. Al-Baqarah (2): 177)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sahabat-sahabat, mudah-mudahan tulisan ini jadi bahan renungan kita semua, sehingga kita bisa menata kembali pengeluaran dana dan pemakaian barang untuk hal-hal yang tidak perlu, sehingga kita bisa menghemat dan tidak boros lagi, karena Allah benci kepada orang-orang yang boros dan berlebih-lebihan, sebagaimana firman-Nya. Kelebihan harta itu mari kita nafkahkanlah dijalan Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”   (QS. Al-Isra (17): 26)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”   (QS. Al-Isra (17): 27)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir,”  (QS. Al-Furqan (25): 67)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-3940476327899725097?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3940476327899725097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3940476327899725097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/12/hemat-ala-dunia-vs-hemat-ala-al-quran_13.html' title='Hemat Ala Dunia VS Hemat Ala Al-Qur’an'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-4434705854476873280</id><published>2009-10-26T08:26:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T08:27:30.682-07:00</updated><title type='text'>OSIS kuat, hindarkan siswa dari perilaku keliru</title><content type='html'>&lt;span class="awal"&gt;D&lt;/span&gt;ampak positif dari eksistensi dan aktifnya Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) ternyata cukup luas, bukan hanya dapat mengangkat nama baik sekolah, tapi bisa menjadi tempat pembinaan dan sosialisasi untuk mencegah terjadinya pergaulan bebas dan hal-hal lain yang menyimpang di lingkungan sekolah. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Di samping keinginan yang besar dari para siswa, pimpinan dan kepala sekolah juga memiliki peran yang signifikan untuk membuat keberadaan OSIS tersebut tetap eksis dan aktif, bukan hanya untuk mendukung segala kebijakan sekolah, tapi juga menjadi organisasi yang bermanfaat untuk pembinaan siswa-siswa di sekolah," kata pengamat pendidikan Arif Rahman kepada Harian Terbit di Jakarta, Senin (24/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, OSIS sendiri mempunya 5 sasaran yakni, sasaran spiritual, intelektual, sosial dan masyarakat, jasmani, serta pembentukan moral. "Jika semua itu dijalankan dengan baik, tentu pergaulan bebas, penggunaan benda atau obat-obat terlarang dan pengaruh buruk dari luar terhadap lingkungan sekolah akan terhindarkan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, OSIS yang baik dan aktif bukan dibentuk atau dipilih oleh pihak sekolah, tapi dipilih dan dibentuk secara demokratis dengan melibatkan seluruh elemen sekolah terutama siswa. "Jika OSIS tersebut dipilih oleh pihak sekolah, saya yakin tidak akan berjalan dan aktif sebagaimana mestinya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, keberadaan OSIS juga harus didukung dengan infrastruktur yang baik juga, seperti adanya anggaran dasar yang rutin. "Sebenarnya, didalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) ada alokasi untuk OSIS, dan alokasi tiap-tiap sekolah bervariasi. Seharusnya, anggaran tersebut bisa dimanfaatkan dengan tepat," jelasnya.&lt;br /&gt;Dikatakan, perkembangan yang terjadi sekarang terhadap keberadaan OSIS di Indonesiai cukup memprihatinkan. Padahal, didalam sasaran OSIS tersebut terdapat pembinaan moral, yang nantinya dapat mencegah siswa melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-4434705854476873280?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/4434705854476873280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/4434705854476873280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/10/osis-kuat-hindarkan-siswa-dari-perilaku.html' title='OSIS kuat, hindarkan siswa dari perilaku keliru'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-2998739352229551927</id><published>2009-10-21T03:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T19:04:07.439-07:00</updated><title type='text'>Sistem Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan</title><content type='html'>&lt;span class="awal"&gt;L&lt;/span&gt;atar Belakang dan Tujuan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dokumen ini menjelaskan Sistem Peningkatan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (SP2MP) untuk pendidikan dasar dan menengah di Indonesia. Sistem ini akan dilaksanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dan Departemen Agama (Depag) mulai tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dan Departemen Agama (Depag) mengembangkan SP2MP berdasarkan Model Penjaminan Mutu Pendidikan (MPMP) yang telah dikembangkan sebelumnya. SP2MP sekarang ini telah disepakati oleh kedua Departemen sebagai bagian tindak lanjut dari hasil kajian kapasitas LPMP dan P4TK yang dilaksanakan pada tahun 2007&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;SP2MP juga telah dikembangkan berdasarkan hasil konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui beberapa lokakarya di provinsi atau Kota/Kabupaten yang telah didukung oleh Australia Indonesia Basic Education Program (AIBEP). SP2MP juga telah disetujui oleh Tim Pengarah Nasional, yang terdiri dari perwakilan-perwakilan dari Depdiknas dan Depag, yang dipimpin oleh Direktorat Jendral PMPTK. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Disetujuinya SP2MP oleh Tim Pengarah memungkinkan pimpinan dan staf kelompok kerja pengembang SP2MP di Depdiknas dan Depag melanjutkan bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kota/Kabupaten agar sekolah/madrasah dapat mempelajari dan kemudian melaksanakan SP2MP secara benar di seluruh Indonesia mulai tahun 2008.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Implementasi SP2MP adalah proses yang rumit dan panjang. Oleh karena itu implementasi yang efektif akan tergantung pada:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;-. Komitmen jangka panjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;-. Penyediaan sumber daya yang memadai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;-. Monitoring dan pengkajian pada tahapan implementasi dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;-. Kerjasama internal dan eksternal yang intensif antara Depdiknas, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Depag, propinsi, kabupaten, yayasan dan sekolah/madrasah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika SP2MP dapat diimplementasikan dengan baik, SP2MP diharapkan bukan hanya mampu memberikan data dan informasi tentang mutu pendidikan dasar dan menengah kepada Pemerintah Indonesia, tenaga kependidikan dan masyarakat umum, tetapi juga mampu mengidentifikasi beberapa hal penting dalam bidang pendidikan yang memerlukan program peningkatan mutu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Naskah ini difokuskan pada komponen penjaminan mutu dalam SP2MP. Informasi yang lebih rinci tentang strategi pengumpulan data penjaminan mutu dan komponen peningkatan mutu dalam SP2MP akan disajikan pada dokumen terpisah dalam penjelasan tambahan dari SP2MP ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semua penyebutan guru, kepala sekolah/madrasah, pengawas, sekolah/madrasah dan kabupaten dalam naskah ini berusaha mengacu pada konsep dan terminologi yang berlaku di Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama, baik secara kelembagaan maupun secara individual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan untuk pendidikan dasar dan menengah  di Indonesia berkaitan dengan empat hal penting sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Pengkajian mutu pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Analisis dan pelaporan mutu pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Peningkatan mutu pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Penumbuhan budaya peningkatan mutu berkelanjutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sesuai dengan empat hal penting di atas, Diagram 1 menjelaskan bahwa SP2MP akan menggunakan standard nasional pendidikan untuk melakukan pengkajian, menganalisa dan melaporkan, dan melakukan perbaikan mutu pendidikan sehingga budaya peningkatan mutu pendidikan berjalan secara berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam SP2MP guru dan sekolah/madrasah menjadi pelaku utama. Hasil penelitian internasional menunjukan bahwa para guru dan sekolah adalah pihak-pihak yang memberikan kontribusi terbesar terhadap proses and hasil penjaminan dan perbaikan mutu pendidikan, termasuk penjaminan mutu peserta didik. Oleh karena itu, sasaran SP2MP pada saat ini terfokus pada penjaminan dan peningkatan mutu untuk guru, kepala sekolah, sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah/madrasah. Aspek-aspek lain yang dapat mendukung pekerjaan mereka juga akan diperhatikan dalam SP2MP.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kegiatan penjaminan dan peningkatan mutu lainnya belum menjadi sasaran Depdiknas dan Depag pada saat ini. Misalnya, pada tahapan awal ini, SP2MP tidak mengikutsertakan strategi untuk penjaminan mutu pada tingkat Dinas Pendidikan Propinsi, Kota atau Kabupaten. Penjaminan mutu bagi internal Direktorat dalam Depdiknas atau Depag dan pihak-pihak lainnya akan dikembangkan dan dilaksanakan dengan cara lain. Strategi penjaminan mutu bagi Dinas dan Direktorat seperti disebutkan di atas mungkin akan dapat ditambahkan dalam SP2MP dikemudian hari ketika SP2MP sudah diperluas sasarannya dan disempurnakan sistemnya, setelah melalui kegiatan ujicoba terbatas tentang SP2MP.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Definisi penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah di Indonesia adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Serangkaian proses dan sistem yang terkait untuk mengumpulkan, menganalisa dan melaporkan data tentang kinerja dan mutu pendidik dan tenaga kependidikan, program dan lembaga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Proses penjaminan mutu mengidentifikasi aspek pencapaian dan prioritas peningkatan, menyediakan data sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan serta membantu membangun budaya peningkatan berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pencapaian mutu pendidikan untuk pendidikan dasar dan menengah dikaji berdasarkan delapan Standar Nasional Pendidikan dari BSNP.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penjaminan mutu akan berkontribusi terhadap peningkatan mutu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Delapan Standar Nasional Pendidikan Nasional (SNP) menyediakan rujukan untuk mengkaji pencapaian pendidikan, mutu pendidikan dan bidang lainnya, yang membutuhkan peningkatan dan perbaikan mutu dengan menerapkan SP2MP. Tetapi, pendidikan dasar dan menengah di Indonesia beroperasi dalam suatu sistem manajemen dan pemerintahan yang mendelegasikan sebagian besar tanggung jawab implementasinya kepada provinsi, kabupaten, yayasan dan sekolah/madrasah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Agar SP2MP dapat berjalan dengan efektif dalam kaitannya dengan kebijakan dan manajemen pendidikan yang berlaku sekarang, SP2MP akan memberikan fleksibilitas yang memadai dan hal itu memungkinkan Kota/Kabupaten dan sekolah/madrasah dapat mengkaji dan meningkatkan mutu pendidikan di wilayah masing-masing sesuai dengan prioritas kebutuhan perbaikan mutu pendidikan dan sesuai pula dengan ketersediaan sumber daya pendidikan yang ada di setiap daerah atau di setiap satuan pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-2998739352229551927?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/2998739352229551927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/2998739352229551927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/10/sistem-penjaminan-dan-peningkatan-mutu.html' title='Sistem Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-2962578262955234518</id><published>2009-10-20T20:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T20:10:27.380-07:00</updated><title type='text'>LIMA LANGKAH MEMBACA BUKU YANG EFEKTIF DAN EFISIEN</title><content type='html'>&lt;span class="awal"&gt;J&lt;/span&gt;ika kita sedang melakukan desk study (study literatur) banyak buku (references) yang harus dibaca untuk mencari topik yang relevant dengan study yang sedang dilakukan. Sesekali kita juga tertarik untuk melakukan telaahan kepada buku-buku baru yang memuat teori-teori baru, dan mencoba melakukan perbandingan-perbandingan. Jika kita mendapat tugas mendadak dari atasan, dosen, instruktur, dan sebagainya untuk mengkaji, menelaah teks book, laporan hasil study, proceeding dan sebagainya yang cukup tebal, dan sekaligus diminta untuk membuat resume (summary), sementara, waktu yang tersedia sangat terbatas&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi peneliti atau bagi mereka yang sedang membuat tesis, skripsi, dan sebagainya, kajian/telaahan buku sangat penting untuk mendukung pendebatan, model, metodology study, merumuskan asumsi, membuktikan hipotesa, menganalisa dan sebagainya. Sedangkan bagi pengajar, kajian/telaahan buku sangat bermanfaat dalam memperluas wawasan, memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, mengikuti dinamika perkembangan, melihat hubungan-hubungan antara teori-teori kenyataan di lapangan dan sebagainya, sehingga materi yang diajarkannya tidak kering, selalu menarik dan merangsang mahasiswa untuk menggali lebih mendalam (Quriousity).&lt;br /&gt;Bagaimana kita dapat belajar (membaca-buku) dengan cepat tetapi efektif dan efisien? Berikut disampaikan 5 (lima) langkah yang ditawarkan : General Orientation, Alternative Choice, Preparation, Action, Memorial File.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;I. General Orientation&lt;br /&gt;• Kenali penulisnya : Bibligraphy, disiplin ilmu, kepiawaiannya, latar belakang penulisan, pactical experiens, karya ilmiah lainnya. Bandingkan dengan penulisannya yang setarap dan dalam disiplin ilmu yang sama (luar dan dalam negeri).&lt;br /&gt;• Baca daftar isi, kecuali organisasi materi/hubungan antar bab. Cari bab-bab/sub-sub bab yang erat kaitannya dengan topik/permasalahan/study yang sedang anda tekuni.&lt;br /&gt;• Baca kata pengantar dan pendahuluan (latar belakang, tujuan, ruang lingkup, pendebetan, hipotesa awal, dan sebagainya).&lt;br /&gt;• Lihat tahun penerbitan, validasi data.informasi, aktualita, fenomena, relevansi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;II. Alternative choice&lt;br /&gt;Bandingkan hasil observasi di atas dengan tingkat kebutuhan/kepentingan anda saat itu. Berdasarkan tingkat kemanfaatan “buku” dapat dikategorikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Key book/materials : 80-100% sangat terkait langsung/relevan dengan study/permasalahan yang sedang anda tekuni sehingga harus dipelajari dengan penuh keseriusan.&lt;br /&gt;• Potentional book/materials : 60-80% terkait (langsung, tak langsung), cukup relevan dengan permasalahan/study yang anda tekuni tapi mempunyai potensi dalam mendukung/menunjang study anda sehingga ditempatkan pada prioritas kedua.&lt;br /&gt;• Ocassional book/materials : 40-60% terkait, prioritas terakhir. Pada saat itu kurang relevan, tetapi suatu saat dapat naik statusnya menjadi key book/materials apabila perubahan/fenomina yang terjadi memperkuat asumsi yang dipakai sehingga menjadi iklim yang condusif/favourable bagi berlakunya teori, pendebatan, model yang ada dalam buku tersebut.&lt;br /&gt;• Unrelevant books/materials : 40% dianggap tidak relevan sebaiknya jangan dibaca dulu mungkin dapat digunakan untuk study yang lain.&lt;br /&gt;(Dengan catatan : interval presentase tersebut terserah justifikasi anda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Preparation&lt;br /&gt;Untuk kegiatan pengkajian/telaahan buku-buku yang memerlukan keseriusan perlu dipersiapkan :&lt;br /&gt;• Physis/biologis : Pastikan kondisi fisik anda dalam keadaan prima/fit, otak segar, penglihatan normal, sirkulasi darah, sistem pemapasan, sistem pencemaran, semuanya dalam keadaan normal, baju longgar.&lt;br /&gt;• Psychis : Pastikan kondisi mental, emosional, dan pikiran anda dalam keadaan normal tanpa tekanan, bebaskan dari gangguan persoalan rumah tangga/keluarga, masalah ekonomi, masalah seks dan sebagainya.&lt;br /&gt;• Environment : Ciptakan suasana yang cocok bagi anda-tempat belajar, meja-kursi, lampu belajar, sirkulasi udara, keharuman. Bunga, musik, makanan kecil, minuman, jam duduk, akses ke kamar kecil, kertas, alat-alat tulis dll.&lt;br /&gt;• Timing : Carilah waktu yang tepat yang diperkirakan tidak akan terganggu oleh tamu, anak-anak, isteri/suami, penagihan rekening, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Action&lt;br /&gt;Teknik membaca yang baik dan benar :&lt;br /&gt;1. Siapkan alat tulis, jam dan keperluan lainnya pada posisi yang mudah dijangkau.&lt;br /&gt;2. Letakkan buku di atas meja : lampu di sebelah kiri buku (karena anda membaca tulisan dari kiri ke kanan) gunakan cahaya 25-60 watt dan jangan menggunakan neon (cahaya diffuse).&lt;br /&gt;3. Duduklah tegak di atas kursi dengan ketinggian optimum (posisi buku sejajar dengan diafragma antara rongga dada dan perut).&lt;br /&gt;4. Kepala diusahakan tegak lurus-jarak pandang antara mata dengan tulisan ± 30 cm.&lt;br /&gt;5. Mata bergerak dari kiri ke kanan sesuai dengan urutan huruf/kalimat yang sedang dibaca (jadi bukan kepala yang bergerak).&lt;br /&gt;6. Sesekali berdiri menghirup udara yang segar dan memberikan kesempatan mata untuk melihat yang jauh dan hijau/segar.&lt;br /&gt;7. Sebelum buku ditutup, jangan lupa selipkan batas membaca kemudian simpanlah pada tempat semula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metoda membaca yang efektif dan efisien&lt;br /&gt;• Keberhasilan membaca bukan karena lamanya melainkan karena keefektifan dan keefisienannya. Lebih baik sebentar tapi sering dan kontinyu, daripada lama tetapi hanya satu kali.&lt;br /&gt;• Kebiasaan sering membaca ini dapat ditingkatkan frekwensinya, misalnya dari dua kali sehari menjadi tiga kali sehari dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-2962578262955234518?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/2962578262955234518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/2962578262955234518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/10/lima-langkah-membaca-buku-yang-efektif_20.html' title='LIMA LANGKAH MEMBACA BUKU YANG EFEKTIF DAN EFISIEN'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-8017535418461486618</id><published>2009-09-10T10:44:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T11:05:23.173-07:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H</title><content type='html'>&lt;span class="awal"&gt;B&lt;/span&gt;ila kata merangkai dusta..&lt;br /&gt;Bila langkah membekas lara…&lt;br /&gt;Bila hati penuh prasangka…&lt;br /&gt;Dan bila ada langkah yang menoreh luka.&lt;br /&gt;Mohon bukakan pintu maaf…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Andai jemari tak sempat berjabat.&lt;br /&gt;Jika raga tak bisa bersua.&lt;br /&gt;Bila ada kata membekas luka.&lt;br /&gt;Semoga pintu maaf masih terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu mengalir bagaikan air&lt;br /&gt;Ramadhan suci akan berakhir&lt;br /&gt;Tuk salah yang pernah ada&lt;br /&gt;Tuk khilaf yang sempat terucap&lt;br /&gt;Pintu maaf selalu kuharap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satukan tangan, satukan hati&lt;br /&gt;Itulah indahnya silaturahmi&lt;br /&gt;Di hari kemenangan kita padukan&lt;br /&gt;Keikhlasan untuk saling memaafkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelas bulan kita kejar dunia,&lt;br /&gt;Kita umbar napsu angkara.&lt;br /&gt;Sebulan penuh kita gelar puasa,&lt;br /&gt;Kita bakar segala dosa.&lt;br /&gt;Sebelas bulan kita sebar dengki dan prasangka,&lt;br /&gt;Sebulan penuh kita tebar kasih sayang sesama.&lt;br /&gt;Dua belas bulan kita berinteraksi penuh salah dan khilaf,&lt;br /&gt;Di hari suci nan fitri ini, kita cuci hati, kita buka pintu maaf.&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-8017535418461486618?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8017535418461486618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8017535418461486618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1430-h.html' title='Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-4140101569798232011</id><published>2009-08-31T09:07:00.001-07:00</published><updated>2009-08-31T09:11:03.804-07:00</updated><title type='text'>Bersegera Menuju Ampunan-Nya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="awal"&gt;J&lt;/span&gt;atuh ke dalam kubangan maksiat dan berbuat kesalahan adalah wajar bagi manusia. Sebab begitulah, sudah merupakan tabiat bahwasanya manusia itu tempatnya lupa dan kesalahan. Tapi, tentu saja hal ini bukanlah alasan untuk terus-menerus terjatuh dalam lumpur kemaksiatan dan dosa, karena sebaik-baik orang yang berdosa adalah mereka yang berusaha untuk bertaubat dan membersihkan segala dosanya tersebut.&lt;br /&gt;Maka dari itu, sudah selayaknya bagi kita untuk bersegera menuju ampunan Allah, sebagaimana firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (al Hadid : 21)&lt;span class="fullpost"&gt;Apalagi di bulan Ramadhan ini, alangkah ruginya bila kita tidak tergerak untuk mengetuk pintu taubat tersebut. Sebab, dengan kehadiran Ramadhan, kesempatan untuk bertaubat dan mendapatkan ampunan sangat besar. Sungguh celaka orang yang memasuki Ramadhan, tapi ia enggan bertaubat dan beramal shalih yang akan menjadi sebab terampuni dosanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Abu Hurairah berkata, "Rasulullah naik ke atas mimbar seraya bersabda, ‘Amiin…amiin…amiin’. Beliau ditanya, ‘Wahai Rasulullah, engkau tidak pernah melakukan seperti ini’. Beliau menjawab, ‘Jibril berkata kepadaku, ‘Semoga kecelakaan bagi seorang hamba yang didatangi oleh bulan Ramadhan, namun tidak diberi ampunan’, maka saya pun berkata, ‘Amiin’.” (Riwayat Ibnu Khuzaimah, Ahmad, dan al Baihaqi. Di-shahih-kan oleh al Albani dalam Shahih al Adab al Mufrad (646)) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lantas, apa yang mesti kita perbuat untuk memperoleh ampunan tersebut? Seseorang yang mau diampuni dosanya, harus menutupi dosa tersebut dengan amal shalih di bulan suci ini, seperti membaca al-Quran, tarawih, bersedekah, dan amalan-amalan sunnah lainnya. Dengan melakukan berbagai amal shalih tersebut, mudahan-mudahan dosa kita terampuni. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nabi bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena beriman dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang lalu" . (Riwayat al Bukhari dalam Shahih-nya (1802), dan Muslim dalam Shahih-nya (175)) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;al Hafizh Ibnu Rajab al Hanbali berkata, "Jika bulan Ramadhan telah sempurna, maka sungguh puasa, dan shalat malam telah lengkap bagi orang beriman. Sehingga terjadilah baginya pengampunan dosanya yang lampau dengan sempurnanya dua sebab tersebut, yaitu puasa dan shalat malamnya". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk itu, marilah kita manfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak doa dan mohon ampunan kepada Allah. Semoga air mata penyesalan itu, akan menyelamatkan kita dari siksa neraka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-4140101569798232011?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/4140101569798232011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/4140101569798232011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/08/j-atuh-ke-dalam-kubangan-maksiat-dan.html' title='Bersegera Menuju Ampunan-Nya'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-4889200254409004298</id><published>2009-08-16T08:39:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T08:48:00.296-07:00</updated><title type='text'>Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SogqFV4nFHI/AAAAAAAAAO4/ISo9AecjLS8/s1600-h/muhammad.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 115px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SogqFV4nFHI/AAAAAAAAAO4/ISo9AecjLS8/s200/muhammad.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370588826901615730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="awal"&gt;W&lt;/span&gt;ahai manusia ! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malammalamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA.  Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;diharamkan Allah”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-4889200254409004298?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/4889200254409004298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/4889200254409004298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/08/khutbah-rasulullah-menjelang-ramadhan.html' title='Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SogqFV4nFHI/AAAAAAAAAO4/ISo9AecjLS8/s72-c/muhammad.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-504146465522986685</id><published>2009-07-29T21:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T21:20:58.723-07:00</updated><title type='text'>Tips &amp; Cara Memilih Jurusan Kuliah</title><content type='html'>&lt;span class="awal"&gt;P&lt;/span&gt;ada umumnya siswa yang telah lulus dari SMA, SMEA, SMK dan jenjang sederajat lainnya akan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri / PTN maupun Perguruan Tinggi Swasta / PTS. Pada perguruan tinggi terdapat penjurusan mahasiswa berdasarkan subyek mata kuliah yang diambil. Setiap jurusan memiliki materi dan sifat pembelajaran yang berbeda-beda. Jurusan yang memiliki sifat yang serupa akan digabung dalam suatu fakultas, akademi, sekolah tinggi, dan lain sebagainya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusa yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out / DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa / mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi anda di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara milih jurusan di Perguruan Tinggi yang baik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jrurusan apa yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan tersebut. Janganlah memilih jurusan teknik geodesi jika anda ingin menjadi seorang dokter ahli kandungan dan jangan pula memilih jurusan sastra jawa jika bercita-cita menjadi polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Jika tidak menyukai hitung-hitungan janganlah mengambil jurusan matematika dan jika tidak menyukai menggambar jangan mengambil jurusan teknik sipil. Kemudian lihat bakat anda saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Informasi yang Sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman / trend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lokasi dan Biaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit. Anda bisa stres jika kehendak anda tidak terpenuhi. Buat banyak pilihan tempat kuliah beserta jurusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukur kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi masal yang murni seperti UMPTN, SPMB, Sipenmaru dan lain sebagainya dapat menjegal masa depan studi anda jika tidak persiapkan dan diperhitungkan matang-matang. Pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan anda dalam mengukur kemampuan yang anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan terlalu minder dengan hasil yang didapat. Jika pada SPMB ada 2 jurusan yang dapat dipilih, pilih satu jurusan &amp; tempat yang anda cita-citakan dan satu jurusan lain atau lokasi lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Masa Depan Karir dan Pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah ke depan setelah anda lulus nanti. Apakah jurusan yang anda ambil nanti dapat mengantar anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang anda ambil sah-sah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkanlah hati dan akal sehat anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan anda. Selamat berjuang. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-504146465522986685?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/504146465522986685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/504146465522986685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/07/p-ada-umumnya-siswa-yang-telah-lulus.html' title='Tips &amp; Cara Memilih Jurusan Kuliah'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-1809682642856920192</id><published>2009-07-29T19:20:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T19:21:31.148-07:00</updated><title type='text'>PERGURUAN TINGGI KEDINASAN</title><content type='html'>&lt;span class="awal"&gt;A&lt;/span&gt;nda tahu PTK ?&lt;br /&gt;PTK = PonTianaK , bukan  !&lt;br /&gt;PTK = Penelitian Tindakan Kelas , juga bukan !&lt;br /&gt;PTK = Pusing Tujuh Keliling , ah makin ngaco aja … !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTK yang dimaksud adalah singkatan dari Perguruan Tinggi Kedinasan , yakni perguruan tinggi yang dibawahi oleh suatu lembaga pemerintah / departemen maupun nonpemerintah. Beda dengan PTN dan PTS , PTK umumnya memberikan beasiswa ikatan dinas dan jaminan kerja (CPNS) setelah lulus kuliah. Kuliah gratis, kerja otomatis, hidup jadi romantis . &lt;br /&gt;Enak tho ! , Mantap Tho ! Ta’ Gendong ke mana-mana.&lt;br /&gt;Beberapa Perguruan Tinggi Kedinasan yang ada diantarannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) merupakan perguruan tinggi kedinasan program Diploma IV (DIV) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS). STIS tidak memungut uang kuliah selama mengikuti pendidikan. Selama kuliah mahasiswa mendapat tunjangan Ikatan Dinas sesuai aturan pemerintah yang berlaku. Sementara itu, lulusan STIS mendapat gelar Sarjana Sains Terapan (S.S.T.). &lt;br /&gt;Jurusan: Terdapat 2 jurusan di STIS yaitu jurusan Statistika dengan 2 peminatan: Ekonomi dan Sosial Kependudukan, dan jurusan Komputasi Statistik.&lt;br /&gt;Prospek lulusan: Lulusan STIS langsung diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan III A pada Badan Pusat Statistik dan ditempatkan di lingkungan BPS seluruh Indonesia sampai dengan tingkat Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;Lokasi: Jl. Otto Iskandardinata No. 64C Jakarta 13330, Telp:(021)8191437,8508812 Faks: (021) 8197577 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Akuntansi Negara merupakan perguruan tinggi kedinasan yang berada dalam naungan Departemen Keuangan. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara tidak memungut uang kuliah selama mengikuti pendidikan.&lt;br /&gt;Prodi: &lt;br /&gt;* Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Kebendaharaan Negara;&lt;br /&gt;* Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Perpajakan;&lt;br /&gt;* Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai;&lt;br /&gt;* Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Anggaran;&lt;br /&gt;* Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Pajak;&lt;br /&gt;* Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Penilai PBB;&lt;br /&gt;* Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai;&lt;br /&gt;* Program Diploma III Keuangan Spesialisasi PPLN;&lt;br /&gt;* Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi;&lt;br /&gt;* Program Diploma IV Keuangan Spesialiasasi Akuntansi;&lt;br /&gt;* Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Analis Efek (Pasar Modal)&lt;br /&gt;Prospek Lulusan: Lulusan Program Diploma I dan Program Diploma III dapat diangkat menjadi CPNS di lingkungan Departemen Keuangan atau instansi pemerintah lainnya baik di pusat maupun di daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;Lokasi: Jl. Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya - Tangerang, Indonesia, Telp. 021-7361654-7361658 (Hunting)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)&lt;br /&gt;IPDN adalam perguruan tinggi kedinasan yang bernaung di bawah Departemen Dalam Negeri. &lt;br /&gt;Lokasi: Jl. Raya Jatinangor km.20 Sumedang Jawa Barat, Phone : (022) 7798252 – 7798256 , &lt;br /&gt;Email : ipdn@ipdn.ac.id / admin@ipdn.ac.id &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG)&lt;br /&gt;Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan di lingkungan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG)&lt;br /&gt;Prodi: AMG menyelenggarakan pendidikan Program D.III Ahli Meteorologi dan Geofisika terdiri dari : Jurusan Meteorologi, Jurusan Geofisika,Jurusan Klimatologi (belum diselenggarakan), dan Jurusan Teknik Meteorologi dan Geofisika (belum diselenggarakan).&lt;br /&gt;Prospek lulusan: Lulusan AMG yang berikatan dinas, akan diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS, Gol II C) pada instansi BMG. Kompetensi lainnya di bidang meteorologi &amp; geofisika a.l : Pertanian, Pertambangan, TNI (AU &amp; AL),BIN,dll.&lt;br /&gt;Lokasi: Jl. Perhubungan I No.5, Komplek Meteo, Pondok Betung, Bintaro, Tangerang, Telp.(021)73691621-23,Fax (021)–73692676/7343508&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN)&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) adalah sekolah tinggi kedinasan yang diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara. Mahasiswa STSN mendapatkan Tunjangan Ikatan Dinas (TID),sesuai dengan peraturan yang berlaku.&lt;br /&gt;Prodi: STSN mempunyai 2 (dua) program studi yaitu program studi Teknik Persandian dan program studi Manajemen Persandian. Program studi Teknik Persandian memiliki 2 (dua) bidang minat, yaitu Teknik Kripto dan Teknik Rancang Bangun Peralatan Sandi.&lt;br /&gt;Prospek Lulusan: Mahasiswa ikatan dinas pada semester IV akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Lembaga Sandi Negara, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.&lt;br /&gt;Lokasi: Jl Raya Haji Usa, Desa Putat Nutug, Ciseeng Bogor - Jawa Barat 16330, Telp : 0251 8541742 / 8541754, Faks : 0251 8541720, email : info@stsn-nci.ac.id &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS)&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi Kedinasan di bawah Departemen Sosial RI yang menyelenggarakan program pendidikan Diploma IV Pekerjaan Sosial.&lt;br /&gt;Prodi: Program Diploma IV STKS Bandung saat ini memiliki dua jurusan yaitu Jurusan Rehabilitasi Sosial dan Pengembangan Sosial Masyarakat.&lt;br /&gt;Lokasi: Jl.Ir.H. Djuanda No.367 Bandung Jawa Barat Indonesia 40135, Telp: +62-22-2504838, Fax: +62-22-2502962, Email : humas@stks.ac.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akademi Imigrasi (AIM)&lt;br /&gt;AIM merupakan suatu lembaga tinggi kedinasan setara DIII yang bernaung di bawah Departemen Hukum dan HAM RI. Bagi mereka yang berhasil diterima sebagai Taruna, peserta didik AIM akan mendapatkan status Pegawai pada golongan kepangkatan II/a.&lt;br /&gt;Prospek Lulusan: Alumni AIM akan diangkat menjadi Pejabat Imigrasi dan berhak menyandang gelar Ahli Madya Imigrasi serta mendapatkan penyesuaian golongan kepangkatan menjadi II/c.&lt;br /&gt;Lokasi Kampus: Badan Pengembangan SDM Hukum dan HAM (BPSDM) Depkumham RI di Jalan Raya Gandul, Cinere-Kotif Depok, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN)&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan yang berada dalam lingkungan Badan Pertanahan Nasional.&lt;br /&gt;Prodi:&lt;br /&gt;Program Diploma IV Pertanahan dengan 2 jurusan, yaitu Jurusan Manajemen Pertanahan dan Jurusan Perpetaan &lt;br /&gt;Program Diploma I Pengukuran Pemetaan Kadastral&lt;br /&gt;Lokasi: Jl. Tata Bumi No. 5 Yogyakarta, Telp. 0274-587239, Faks. 0274-587138&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP)&lt;br /&gt;AKIP merupakan perguruan tinggi kedinasan yang bernaung di bawah Departemen Kehakiman dan HAM RI.&lt;br /&gt;Lokasi Kampus: Badan Pengembangan SDM Hukum dan HAM (BPSDM) Depkumham RI di Jalan Raya Gandul, Cinere-Kotif Depok, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI)&lt;br /&gt;STPI Curug merupakan salah satu perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah Departemen Perhubungan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Jurusan: STPI Curug memiliki 4 (empat) jurusan pendidikan, yaitu Jurusan Penerbang, Jurusan Teknik Penerbangan, Jurusan Keselamatan Penerbangan dan Jurusan Manajemen Penerbangan.&lt;br /&gt;Lokasi Kampus: Bandar Udara BUDIARTO, Jl. Raya PLP Curug Tangerang, PO Box 509 TNG Tangerang 15001, Telp. 021-5982204/05, Fax. 021-5982234, Email : stpi@stpicurug.ac.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD)&lt;br /&gt;STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat) adalah perguruan tinggi kedinasan yang bernaung dibawah Departemen Perhubungan RI. &lt;br /&gt;Prodi:&lt;br /&gt;1. Program Diploma III Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) &lt;br /&gt;2. Program Diploma III Perkeretaapian (KA) &lt;br /&gt;3. Program Diploma III Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (LLASDP)&lt;br /&gt;4. Program Diploma II Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB)&lt;br /&gt;Lokasi: Jl. Raya Setu, Cibuntu, KM 3,5 PO.BOX 153, 17001, Telp: 021-8254640, 8268995&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP)&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran adalah Pendidikan pelayaran yang berada dibawah naungan &lt;br /&gt;Badan Diklat Perhubungan Republik Indonesia. &lt;br /&gt;Lokasi: Jl. Marunda Makmur Cilincing, Jakarta Utara 14150, Indonesia, Phone: (62-21) &lt;br /&gt;8899.1618 (Hunting) dan (62-21) 4483.4345 | Fax: (62-21) 4483.4345, E-Mail: &lt;br /&gt;webmaster@stipjakarta.ac.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akademi Militer (Akmil)&lt;br /&gt;Akmil adalah sekolah pendidikan TNI Angkatan Darat yang berada di dalam struktur organisasi &lt;br /&gt;TNI Angkatan Darat. Akademi Militer mencetak Perwira TNI Angkatan Darat.&lt;br /&gt;Lokasi: Jl Gatot Subroto Magelang Telp.(0293) 363001 363009, Fax.(0293) 362815.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat buat yang lagi nyari sekolah...  &lt;br /&gt;Pelajari betul-betul semua PTK, Inga-inga , tidak semua bebas biaya kuliah  ‘n’ tidak semuanya &lt;br /&gt;ada jaminan kerja ikatan dinas.&lt;br /&gt;Selamat mencari-cari……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-1809682642856920192?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/1809682642856920192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/1809682642856920192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/07/perguruan-tinggi-kedinasan_6928.html' title='PERGURUAN TINGGI KEDINASAN'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-5024409272480257157</id><published>2009-07-17T01:33:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T01:40:59.384-07:00</updated><title type='text'>GURU PNS ADALAH PNS PLUS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Mohon pembaca memberikan masukan atas hasil kerja peserta Diklat KTI guru berprestasi ini)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Dra. ANNA YUNIARTI *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="awal"&gt;S&lt;/span&gt;tatus Pegawai Negeri Sipil (PNS)  di daerah kita masih merupakan status sosial yang sangat membanggakan. Status sosial yang membanggakan ini merupakan pilihan pekerjaan yang istimewa, bahkan sebagai primadona. Sebagai sebuah pekerjaan yang primadona maka setiap waktu kehadirannya sangat ditunggu-tunggu. Masa penerimaan PNS dielu-elukan layaknya seorang aktor dan aktris terkenal yang sedang show dan jumpa fans. Para penggemar yang mengidolakannya membludak berdatangan dari segala penjuru. Hal ini terbukti dengan  jumlah peserta yang mendaftar untuk mengikuti PNS bertambah setiap tahun. Semua bidang kerja yang ditawarkan pemerintah diminati pelamar.Salah satu bidang kerja PNS yang sangat diminati yaitu guru.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Guru digugu dan ditiru, Iwan Falls bercerita guru dalam lagu Omar Bakri, Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa termasuk lagu nasional. Hal-hal ini dapat memberikan gambaran konsekuensi memilih pekerjaan sebagai guru. Sangat membanggakan minat masyarakat kita untuk menjadi guru tidak  pernah surut, termasuk menjadi guru yang berstatus sebagai PNS. Berbagai disiplin ilmu sangat antusias ikut serta memperebutkan status sebagai guru PNS. Hal ini wajar terjadi karena disebabkan beberapa  faktor, antara lain kesejahteraan guru yang mulai diperhatikan pemerintah dengan program sertifikasi guru, sekolah yang setiap tahun bertambah tentu saja guru juga ditambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru merupakan salah satu tumpuan dan ujung tombak yang menentukan keberhasilan pendidikan. Untuk itu keberhasilan pendidikan akan tercapai jika seseorang yang menjadi guru memiliki beberapa standar   minimal yang ditetapkan pemerintah. Standar kompetensi guru diatur pada PP No.15 Tahun 2005  pasal 28 ayat 3 dan Permendiknas No.16 Tahun 2007. Standar kompetensi guru tersebut yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Berbagai standar dibebankan kepada semua guru baik guru yang berstatus PNS maupun nonPNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru yang berstatus PNS tentu saja memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk memenuhi standar kompetensi yang sudah ditetapkan pemerintah. Guru yang berstatus PNS minimal sudah mendapat gaji dan  tunjangan lain dari pemerintah, maka dari itu wajib bagi guru berstatus PNS memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan. Di sinilah baru nampak tugas dan tanggung jawab guru sangat berat. Artinya untuk  menjadi guru yang baik itu guru PNS atau nonPNS diperlukan kompetensi atau kemampuan-kemampuan khusus jika dibandingkan dengan PNS lainnya. Seorang guru dengan memiliki empat kompetensi yang sudah disebutkan di atas diharapkan dapat pula menjadikan anak didiknya yang memiliki kompetensi-kompetensi sesuai jenjang  sekolah. Jika guru tidak memiliki standar kompetensi seperti yang sudah ditetapkan maka keberhasilan pendidikan juga akan sulit untuk dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap guru mempunyai kesempatan yang sama untuk memenuhi standar kompetensi guru. Guru PNS  dapat menjadi motivator dalam berbagai hal untuk menjadikan dunia pendidikan lebih bermakna. Guru PNS  yang merupakan bagian dari PNS lain harus dapat menampilkan jati diri yang sudah memiliki standar  kompetensi  guru. Artinya kalau standar kompetensi guru tidak selalu muncul dalam setiap diri guru maka  status guru PNS yang disandangnya tersebut tinggal PNSnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal separti di atas yang masih ada terjadi di kalangan guru-guru berstatus PNS. Dengan berbekal  status guru PNS masih belum memunculkan tanggung jawab dalam bidang kerja utama sebagai guru. Guru  PNS  baru berperan sebagai PNS saja secara umum. Bahkan ada guru yang memang belum jelas peran kedua-duanya, baik sabagai guru maupun sebagai PNS.  Sangat kita sesalkan berarti pemerintah sudah membelanjakan uang negara tidak pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru berstatus PNS yang menjalankan tugasnya sesuai aturan PNS yang berlaku dan bekerja  sebagai guru dengan acuan standar kompetensi guru, maka guru akan dapat merasakan bahwa tugas itu ternyata menuntut dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi. Sebagai guru PNS harus mampu memadukan dua beban itu, karena kalau tidak maka kemungkinan tugas salah satunya saja yang dijalankan.   Bahkan akan terjadi ketidakjelasan antara keduanya, sebagai guru tidak sungguh-sungguh  sebagai PNS juga setengah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lapangan yang ditemukan beberapa guru hanya mengambil status PNSnya saja. Tanggung jawab  sebagai guru masih harus terus ditingkatkan dengan menjalankan tugas-tugas guru yang memiliki standar  kompetensi guru. Dengan memiliki empat standar kompetensi yang sesuai dengan peraturan pemerintah  yang sudah ditetapkan, maka diharapkan kualitas guru dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini tentu  saja akan terimplementasi dalam berbagai aspek tugas guru sehingga akan dapat mewujudkan dunia  pendidikan yang berstandar dan berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia pendidikan tentu terus berharap guru-guru berstatus PNS tersebut mampu menjadi motivator  bagi PNS bidang kerja lain dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas bidang kerjanya karena guru PNS  adalah PNS plus. Pemerintah perlu merevisi tata cara pengetesan untuk menjaring pelamar yang akan menjadi  guru PNS. Selama ini yang diujikan hanya untuk mengukur kognitif atau pengetahuan guru secara umum. Harusnya kalau memang standar kompetensi guru sudah ditetapkan pemerintah, maka pemerintah  juga harus menetapkan tata cara  penjaringan guru khususnya guru PNS dengan berpedoman pada  standar  kompetensi guru. Dengan demikian guru yang sudah lulus PNS minimal sudah diuji sesuai   standar kompetensi guru. Jadi diharapkan tidak akan terkesan sudah jadi guru PNS baru dituntut dengan empat standar kompetensi guru. Bahkan akan lebih terkesan lagi yang penting sudah dapat status PNS, tugas bidang kerja khususnya sebagai guru dipikirkan kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah guru SMA Negeri 2 Bengkayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-5024409272480257157?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/5024409272480257157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/5024409272480257157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/07/guru-pns-adalah-pns-plus.html' title='GURU PNS ADALAH PNS PLUS'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-8811664787637681548</id><published>2009-07-16T09:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T09:49:41.808-07:00</updated><title type='text'>Himah Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="awal"&gt;D&lt;/span&gt;i dalam lembaran sejarah Islam, ada suatu momentum yang sangat monumental Momentum sejarah tersebut adalah peristiwa yang terjadi sekitar 14 abad Hijriyah yang lalu, yaitu peristiwa Isra' Mi'raj. Pada saat itu Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Al-Quds, lalu dilanjutkan dengan menembus lapisan langit tertinggi sampai batas yang tidak dapat dijangkau oleh ilmu semua makhluq, malaikat, manusia, dan jin. Semua itu ditempuh dalam sehari semalam. Peristiwa itu sekaligus sebagai mukjizat mengagumkan yang diterima Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Permintaan kaum kafir Quraisy kepada Nabi SAW.&lt;br /&gt;Sebenarnya, sebelum peristiwa itu terjadi, orang-orang kafir Quraisy pernah meminta kepada Rasulullah untuk menunjukkan hal-hal yang aneh, karena mereka tidak percaya kalau Muhammad SAW itu adalah nabi. Permintaan-permintaan itu mereka lontarkan untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar seorang Nabi. Hal ini direkam oleh Allah dalam Al Qur'an sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami, atau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya, atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami. Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca". (QS. Bani Israil : 90 - 93)&lt;br /&gt;Kalau kita jabarkan dari ayat di atas, mereka meminta hal-hal di bawah ini kepada Rasulullah:&lt;br /&gt;1. Mereka meminta untuk memancarkan mata air dari bumi.&lt;br /&gt;2. Mereka juga meminta sebuah kebun kurma dan anggur, dengan air mengalir di bawahnya.&lt;br /&gt;    Padahal di sekitar situ sebagian besar padang pasir.&lt;br /&gt;3. Mereka meminta untuk menjatuhkan langit.&lt;br /&gt;4. Mereka juga meminta menghadirkan Allah beserta malaikat-malaikatnya untuk dihadapkan&lt;br /&gt;     kepada mereka. Sungguh suatu permintaan yang lancang.&lt;br /&gt;5. Mereka juga meminta sebuah rumah dari emas.&lt;br /&gt;6. Yang terakhir, mereka meminta Nabi untuk naik ke langit tanpa membawa buku, lalu harus&lt;br /&gt;     kembali dengan membawa sebuah buku (kitab) untuk mereka baca.&lt;br /&gt;Permintaan mereka itu betul-betul "kebangetan". Tetapi Rasulullah SAW menjawabnya dengan bijaksana, "Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?" (QS. Bani Israil: 93). Allah Yang Maha Suci tentu Maha Kuasa untuk melakukan semua itu, tetapi Rasulullah mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang manusia biasa yang diangkat menjadi seorang Rasul, sehingga tidak mungkin melakukan semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa ambil pelajaran dari dari hal di atas. Mungkin sampai zaman kapan pun, kebenaran (baca: Islam) akan menghadapi hal-hal seperti itu. Orang yang membawa kebenaran akan selalu menghadapi permintaan-permintaan yang diluar kemampuan. Dan permintaan tersebut kebanyakan hanya sebagai "olok-olok". Karena, kalaupun kita bisa memenuhi permintaan itu, mereka kebanyakan tetap tidak akan mendengar Islam ini. Hanya sedikit yang mau mendengarnya. Sebagaimana halnya Rasulullah setelah mengalami peristiwa Isra' Mi'raj, tidak banyak yang mempercayai perjalanannya tersebut, bahkan ada yang mengatakan Nabi gila walaupun Nabi sudah memberikan bukti-bukti atas apa yang telah dia alami (Isra' Mi'raj).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Isra' Mi'raj sebagai motivasi&lt;br /&gt;Kalau kita baca sejarah kehidupan Rasulullah SAW (Sirah Nabawiyah), sebelum peristiwa itu terjadi, Rasulullah mengalami keadaan duka cita yang sangat mendalam. Beliau ditinggal oleh istrinya tercinta, Khadijah, yang setia menemani dan menghiburnya dikala orang lain masih mencemoohnya. Lalu beliau juga ditinggal oleh pamannya sendiri, Abu Thalib, yang (walaupun kafir) tetapi dia sangat melindungi aktivitas Nabi. Sehingga orang-orang kafir Quraisy semakin leluasa untuk melancarkan penyiksaannya kepada Nabi, sampai-sampai orang awam Quraisy pun berani melemparkan kotoran ke atas kepala Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Keadaan yang duka cita dan penuh dengan rintangan yang sangat berat itu, menambah perasaan Rasullah semakin berat dalam mengemban risalah Ilahi. Lalu Allah "menghibur" Nabi dengan memperjalankan beliau, sampai kepada langit dan menemui Allah. Hingga kini, peristiwa ini seringkali diperingati oleh sebagian besar kaum muslimin dalam peringatan Isra' Mi'raj. Pada dasarnya peringatan tersebut hanyalah untuk memotivasi dan penyemangat, bukan dalam rangka beribadah (ibadah dalam artian ibadah ritual khusus). Namun peringatan tersebut juga terdapat beberapa catatan. Apa saja itu? Mari kita ikuti beberapa hal di bawah ini.&lt;br /&gt;Dalam Al Qur'an, dari sekian ribu ayat di dalamnya, hanya ada 4 ayat yang menjelaskan tentang Isra' Mi'raj, yaitu QS. Bani Israil ayat 1, dan QS. An Najm ayat 13 sampai 15. Maksudnya, kebesaran Islam itu bukan terletak pada peristiwa Isra' Mi'raj ini, tapi pada konsepnya, sistemnya, muatannya, dan sebagainya. Pada surat An Najm ayat 13-15 itu, menggambarkan bahwa Rasulullah menemui Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratil Muntaha ketika Isra Mi'raj. Sebelumnya Rasulullah juga pernah menjumpai malaikat jibril dalam bentuk asli ketika menerima ayat pertama (QS. Al Alaq: 1-5) dari Allah SWT, yaitu ketika di gua Hira.&lt;br /&gt;Dan di antara 25 nabi, hanya 2 Nabi yang yang pernah berbicara langsung kepada Allah, yaitu Nabi Musa AS dan Nabi Muhammad SAW. Bagaimana dengan Nabi Adam, bukankah beliau juga pernah berdialog dengan Allah? Ya, tapi Nabi Adam ketika itu masih di Surga. Setelah diturunkan ke bumi, tidak lagi berdialog secara langsung. Nabi Musa berdialog dengan Allah secara langsung yaitu ketika di bukit Tursina (di bumi), sedangkan Nabi Muhammad di Sidratil Muntaha (di langit). Tetapi (sekali lagi), kebesaran Islam bukan di situ letaknya, namun di konsepnya, di muatannya. Oleh karena itulah, peristiwa Isra' Mi'raj sendiri tidak perlu secara berlebihan diangkat-angkat. Peristiwa itu sendiri merupakan mukjizat imani, maksudnya adalah mukjizat yang hanya bisa diterima apabila kita beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun hanya Nabi Muhammad yang telah diperjalankan pada malam harinya (Isra' Mi'raj), tapi dia tetaplah manusia biasa, hamba Allah. Hal ini perlu ditegaskan, karena dua umat sebelum Islam (Yahudi dan Kristen), telah terjebak men-Tuhankan nabinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Masjidil Aqsa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pertanyaan mengenai peristiwa Isra' Mi'raj. Salah satunya, mengapa dalam peristiwa itu Rasul diperjalankan ke Masjidil Aqsa? Kenapa tidak langsung saja ke langit? Paling tidak ada beberapa hal hikmahnya, antara lain:&lt;br /&gt;1. Bahwa Nabi Muhammad adalah satu-satunya Nabi dari golongan Ibrahim AS yang berasal&lt;br /&gt;    dari Ismail AS, sedangkan Nabi lainnya adalah berasal dari Ishaq AS. Inilah yang&lt;br /&gt;    menyebabkan Yahudi dan Kristen menolak Nabi Muhammad, karena mereka melihat asal&lt;br /&gt;    usul keturunannya (nasab). Alasan mereka itu sangat tidak ilmiah, dan kalau memang benar,&lt;br /&gt;    mereka berarti rasialis, karena melihat orang itu dari keturunannya. Hikmah lainnya adalah,&lt;br /&gt;    bahwa Nabi Muhammad berda'wah di Makkah, sedangkan Nabi yang lain berda'wah di sekitar&lt;br /&gt;    Palestina. Kalau dibiarkan saja, orang lain akan menuduh Muhammad SAW sebagai orang&lt;br /&gt;    yang tidak ada hubungannya dengan "golongan" Ibrahim dan merupakan sempalan. Bagi kita&lt;br /&gt;    sebagai muslim, tidaklah melihat orang itu dari asal usulnya, tapi dari ajarannya.&lt;br /&gt;2. Hikmah berikutnya adalah, Allah dengan segala ilmu-Nya mengetahui bahwa Masjidil Aqsa&lt;br /&gt;     adalah akan menjadi sumber sengketa sepanjang zaman setelah itu. Mungkin Allah ingin&lt;br /&gt;     menjadikan tempat ini sebagai "pembangkit" ruhul jihad kaum muslimin. Kadangkala, kalau&lt;br /&gt;     tiada lawan itu semangat jihad kaum muslimin "melemah" karena terlena, dan dengan adanya&lt;br /&gt;     sengketa tersebut, semangat jihad kaum muslimin terus terjaga dan terbina.&lt;br /&gt;3. Berikutnya, Allah ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Nabi&lt;br /&gt;    SAW. Pada Al Qur'an surat An Najm ayat 12, terdapat kata "Yaro" dalam bahasa Arab yang&lt;br /&gt;    artinya "menyaksikan langsung". Berbeda dengan kata "Syahida", yang berarti menyaksikan&lt;br /&gt;    tapi tidak musti secara langsung. Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya&lt;br /&gt;    itu secara langsung, karena pada saat itu da'wah Nabi sedang pada masa sulit, penuh duka&lt;br /&gt;    cita. Oleh karena itulah pada peristiwa tersebut Nabi Muhammad juga dipertemukan dengan&lt;br /&gt;    Nabi-nabi sebelumnya, agar Muhammad SAW juga bisa melihat bahwa Nabi yang sebelumnya&lt;br /&gt;    pun mengalami masa-masa sulit, sehingga Nabi SAW bertambah motivasi dan semangatnya.&lt;br /&gt;    Hal ini juga merupakan pelajaran bagi kita yang mengaku sebagai da'i, bahwa dalam kesulitan&lt;br /&gt;    da'wah itu bukan berarti Allah tidak mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Shalat&lt;br /&gt;Pada Isra' Mi'raj, Allah memberikan perintah sholat wajib. Dan sholat Subuh adalah sholat yang pertama kali diperintahkan. Karena peristiwa Isra' Mi'raj sendiri terjadi pada saat malam hari. Subuhnya Rasulullah sudah tiba kembali di tempat semula. Mungkin ini juga hikmah bagi kita semua, karena sholat Subuh adalah sholat yang sulit untuk dilaksanakan, di mana pada saat itu banyak manusia yang masih terlelap dalam tidurnya. Sebelum diperintahkannya sholat wajib 5 waktu ini, Rasulullah melaksanakan sholat sebagaimana Nabi Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak hanya diperintahkan untuk mengerjakan sholat, tetapi juga menegakkan sholat. Sholat bukan segala-galanya, tapi segala-galanya berawal dari sholat, demikian kata seorang ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa Isra' Mi'raj. Semoga semakin menambah keimanan kita kepada Allah, kitab-Nya, Nabi-nabi-Nya, para malaikat-Nya, Hari Akhir, serta Qadha dan Qadar-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://pks-jaksel.or.id/Article597.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-8811664787637681548?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8811664787637681548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8811664787637681548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/07/d-i-dalam-lembaran-sejarah-islam-ada.html' title='Himah Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-53343244472251406</id><published>2009-06-22T12:20:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T12:42:16.208-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Paskibraka Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="awal"&gt;B&lt;/span&gt;eberapa hari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI pertama. Presiden Soekamo memberi tugas kepada ajudannya,Mayor M. Husein Mutahar untuk mempersiapkan upacara peringatanDetik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1946, dihalaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta&lt;br /&gt;Pada saat itu, sebuah gagasan berkelebat di benak Mutahar. Alangkah baiknya bila persatuan dan kesatuan bangsa dapat dilestarikan kepada generasi muda yang kelak akan menggantikan para pemimpin saat itu. Pengibaran bendera pusaka bisa menjadi simbol kesinambungan nilai-nilai perjuangan. Karena itu, para pemudalah yang harus mengibarkan bendera pusaka. Dari sanalah kemudian dibentuk kelompokkelompok pengibar bendera pusaka, mulai dari lima orang pemuda - pemudi pada tahun 1946 —yang menggambarkan Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun, Mutahar mengimpikan bila kelak para pengibar bendera&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;pusaka itu adalah pemuda-pemuda utusan dari seluruh daerah di&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Indonesia. Sekembalinya ibukota Republik Indonesia ke Jakarta, mulai&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;tahun 1950 pengibaran bendera pusaka dilaksanakan di Istana&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Merdeka Jakarta. Regu-regu pengibar dibentuk dan diatur oleh Rumah&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Tangga Kepresidenan Rl sampai tahun 1966. Para pengibar bendera itu&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;memang para pemuda, tapi belum mewakili apa yang ada dalam pikiran Mutahar. Tahun 1967, Husain Mutahar kembali dipanggil Presiden Soeharto untuk dimintai pendapat dan menangani masalah pengibaran bendera pusaka. Ajakan itu, bagi Mutahar seperti "mendapat durian runtuh" karena berarti ia bisa melanjutkan gagasannya membentuk pasukan yang terdiri dari para pemuda dari seluruh Indonesia. tersirat dalam benak Husain Mutahar akhirnya menjadi kenyataan. Setelah tahun sebelumnya diadakan ujicoba, maka pada tahun 1968 didatangkanlah pada pemuda utusan daerah dari seluruh Indonesia untuk mengibarkan bendera pusaka. Sayang, belum seluruhnya provinsi bisa mengirimkan utusannya, sehingga pasukan pengibar bendera pusaka tahun itu masih harus ditambah dengan eks anggota pasukan tahun 1967.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selama enam tahun, 1967-1972, bendera pusaka dikibarkan oleh para pemuda utusan daerah dengan sebutan “Pasukan Penggerek Bendera Pusaka”. Nama, pada kurun waktu itu memang belum menjadi perhatian utama, karena yang terpenting tujuan mengibarkan bendera pusaka oleh para pemuda utusan daerah sudah menjadi kenyataan. Dalam mempersiapkan Pasukan Penggerek Bendera Pusaka, Husein Mutahar sebagai Dirjen Udaka (Urusan Pemuda dan Pramuka) tentu tak dapat bekerja sendiri. Sejak akhir 1967, ia mendapatkan dukungan dari Drs Idik Sulaeman yang dipindahtugaskan ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (dari Departemen Perindustrian dan Kerajinan) sebagai Kepala Dinas Pengembangan dan Latihan. Idik yang terkenal memiliki karakter kerja sangat rapi dan teliti, lalu mempersiapkan konsep pelatihan dengan sempurna, baik dalam bidang fisik, mental, maupun spiritual. Latihan yang merupakan derivasi dari konsep Kepanduan itu diberi nama ”Latihan Pandu Ibu Indonesia Ber-Pancasila”. Setelah melengkapi silabus latihan dengan berbagai atribut dan pakaian seragam, pada tahun 1973 Idik Sulaeman melontarkan suatu gagasan baru kepada Mutahar. ”Bagaimana kalau pasukan pengibar bendera pusaka kita beri nama baru,” katanya. Mutahar yang tak lain mantan pembina penegak Idik di Gerakan Pramuka menganggukkan kepala. Maka, kemudian meluncurlah sebuah nama antik berbentuk akronim yang agak sukar diucapkan bagi orang yang pertama kali menyebutnya. Akronim itu adalah PASKIBRAKA, yang merupakan singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. ”Pas” berasal dari kata pasukan, ”kib” dari kata kibar, ”ra” dari kata bendera dan ”ka” dari kata pusaka. Idik yang sarjana senirupa lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itupun juga segera memainkan kelentikan tangannya dalam membuat sketsa. Hasilnya, adalah berbagai atribut yang digunakan Paskibraka, mulai dari Lambang Anggota, Lambang Korps, Kendit Kecakapan sampai Tanda Pengukuhan (Lencana Merah-Putih Garuda/MPG). Nama Paskibraka dan atribut baru itulah yang dipakai sejak tahun 1973 sampai sekarang. Sulitnya penyebutan akronim Paskibraka memang sempat mengakibatkan kesalahan ucap pada sejumlah reporter televisi saat melaporkan siaran langsung pengibaran bendera pusaka setiap tanggal 17 Agustus di Istana Merdeka. Bahkan, tak jarang wartawan media cetak masih ada yang salah menuliskannya dalam berita, misalnya dengan ”Paskibrata”. Tapi, bagi para anggota Paskibraka, Purna (mantan) Paskibraka maupun orang-orang yang terlibat di dalamnya, kata Paskibraka telah menjadi sesuatu yang sakral dan penuh kebanggaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memang pernah, suatu kali nama Paskibraka akan diganti, bahkan pasukannya pun akan dilikuidasi. Itu terjadi pada tahun 2000 ketika Presiden Republik Indonesia dijabat oleh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Kata ”pusaka” yang ada dalam akronim Paskibraka dianggap Gus Dur mengandung makna ”klenik”. Untunglah, dengan perjuangan keras orang orang yang berperan besar dalam sejarah Paskibraka, akhirnya niat Gus Dur untuk melikuidasi Paskibraka dapat dicegah. Apalagi, Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia, pada pasal 4 jelas-jelas menyebutkan: (1) BENDERA PUSAKA adalah Bendera Kebangsaan yang digunakan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945. (2) BENDERA PUSAKA hanya dikibarkan pada tanggal 17 Agustus. (3) Ketentuan-ketentuan pada Pasal 22 tidak berlaku bagi BENDERA PUSAKA. (Pasal 22: Apabila Bendera Kebangsaan dalam keadaan sedemikian rupa, hingga tak layak untuk dikibarkan lagi, maka bendera itu harus dihancurkan dengan mengingat kedudukannya, atau dibakar). Itu berati, bila Presiden ngotot mengubah nama Paskibraka, berarti dia melanggar PP No. 40 Tahun 1958. Presiden akhirnya tidak jadi membubarkan Paskibraka, tapi meminta namanya diganti menjadi ”Pasukan Pengibar Bendera Merah-Putih” saja. Hal ini di-iyakan saja, tapi dalam siaran televisi dan pemberitaan media massa, nama pasukan tak pernah diganti. Paskibraka yang telah menjalani kurun sejarah 32 tahun tetap seperti apa adanya, sampai akhirnya Gus Dur sendiri yang dilengserkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-53343244472251406?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/53343244472251406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/53343244472251406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/06/sejarah-paskibraka-indonesia.html' title='Sejarah Paskibraka Indonesia'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-6167127814990520732</id><published>2009-06-17T21:22:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T21:41:30.980-07:00</updated><title type='text'>Perlunya Evaluasi Ujian Nasional</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="awal"&gt;K&lt;/span&gt;acaunya pelaksanaan ujian nasional tahun ini sekali lagi menunjukkan perlunya evaluasi serius. Evaluasi penting karena, setelah enam tahun ujian nasional berlangsung, keluhan siswa, pendidik dan masyarakat bukannya berkurang. Bahkan tahun ini muncul gejala baru, yaitu sejumlah sekolah di daerah menolak hasil ujian yang sudah mereka terima.&lt;br /&gt;Tak ada yang membantah bahwa ujian nasional bertujuan baik, yaitu meningkatkan mutu pendidikan. Dengan standardisasi soal ujian secara nasional, diharapkan sekolah-sekolah terpacu meluluskan sebanyak mungkin siswanya. Masalahnya, tak ada jaminan bahwa kemampuan siswa di seluruh Indonesia sudah seragam untuk bisa menjawab soal-soal ujian nasional dengan baik.&lt;br /&gt;Ketidakseragaman itu jelas terlihat dari hasil akreditasi Badan Akreditasi Nasional terhadap 57.292 sekolah dan madrasah di Indonesia pada 2007. Hasil audit menunjukkan, sebagian besar sekolah berkategori A (bagus) adalah sekolah-sekolah di Jawa. Sebaliknya, di beberapa provinsi di luar Jawa, seperti Maluku, Sulawesi Barat, Bengkulu, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Papua, sebagian besar sekolah hanya mampu masuk kategori C. Sekolah-sekolah yang ada di daerah belum tentu bisa memenuhi 8 standar nasional pendidikan , terutama standar sarana prasarana serta standar pendidik dan tenaga kependidikan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Disparitas mutu pendidikan inilah yang menimbulkan berbagai ekses dalam pelaksanaan ujian nasional. Karena soal ujian berlaku nasional, semua sekolah pasti tak mau dipermalukan gara-gara banyak muridnya tak lulus. Akibatnya, berbagai cara curang ditempuh yang bukan hanya dilakoni oleh siswa sebagai “objek” dari pelaksanaan ujian nasional , tetapi pelaku pendidikan pun turut ambil ambil bagian , karena jika siswanya banyak yang tidak lulus berakibat pada menurunnya pamor sekolah tersebut. Tak mengherankan, tahun ini muncul rekor mengejutkan: 33 sekolah di berbagai provinsi harus mengulang ujian nasional gara-gara dicurigai terjadi “kecurangan massif”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ekses bagi siswa tak kalah berat. Mereka sudah belajar tiga tahun di SMP atau SMA, namun nasibnya seolah hanya ditentukan oleh enam pelajaran yang diuji dalam sepekan. Maka, banyak kisah tragis. Misalnya, bintang kelas selama tiga tahun berturut-turut bisa saja tidak lulus karena gagal dalam ujian nasional , siswa yang sudah dinyatakan lolos PMDK harus menunda harapannya karena tidak lulus ujian. Kisah lebih tragis pun kerap terjadi, seperti siswa bunuh diri gara-gara tidak lulus ujian nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ekses itu bisa dihindari bila Departemen Pendidikan Nasional dan Badan Standardisasi Pendidikan Nasional menggunakan model ujian seperti yang tahun ini diterapkan di tingkat SD. Berbeda dengan ujian nasional SMP/SMA, di tingkat SD tak ada tingkat kelulusan minimal yang berlaku nasional. Lulus-tidaknya siswa diserahkan kepada penyelenggara pendidikan masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jenis soal pun tidak didominasi dari pusat. Materi soal disusun bersama antara penyelenggara pendidikan provinsi dan Badan Standardisasi Pendidikan Nasional. Porsi masing-masing adalah 25 dan 75 persen. Dengan proporsi ini, siswa masih mendapat kesempatan menjawab soal yang sesuai dengan kualitas pendidikan di daerahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Model seperti ini tak perlu dikhawatirkan mengurangi tujuan menyeragamkan mutu pendidikan. Penyeragaman bisa dilakukan dengan tetap menggunakan hasil ujian nasional sebagai patokan ranking sekolah. Maka, tantangan bagi sekolah adalah menaikkan peringkatnya dari tahun ke tahun. Kelak, ketika ranking tiap sekolah tidak lagi terlalu timpang, model ujian nasional seperti sekarang bisa saja diberlakukan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dikutip dari majalah TEMPO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-6167127814990520732?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/6167127814990520732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/6167127814990520732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/06/perlunya-evaluasi-ujian-nasional.html' title='Perlunya Evaluasi Ujian Nasional'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-2948874386280657728</id><published>2009-06-16T04:14:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T06:53:49.201-07:00</updated><title type='text'>PENGUMUMAN KELULUSAN</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 255, 255);"&gt;PEMERINTAH KABUPATEN BENGKAYANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DINAS PENIDIKAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 255, 255);"&gt;SMA NEGERI 1 BENGKAYANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 255, 255);"&gt;Jalan Sanggau Ledo No. 17 Telp. 0562-441019 Bengkayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Website : http://www.sman1-bengkayang.sch.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="awal"&gt;D&lt;/span&gt;iberitahukan kepada seluruh siswa kelas XII SMANSA Bengkayang , bahwa berdasarkan hasil Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2008/2009 , maka siswa SMAN 1 Bengkayang yang dinyatakan TIDAK LULUS adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table style="width: 335px; height: 70px;" align="left" border="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;Nomor&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;Nama Siswa&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;Kelas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;1&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="left"&gt;SKOLASTIKA HENNY&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;XII IPA-1&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;2&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="left"&gt;BETTY ANISAH      &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;XII IPA-2&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="left"&gt;CERRY HERIYANTO&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;XII IPS-1&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;4&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="left"&gt;NARDI&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;XII IPS-1&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;5&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="left"&gt;PETRUS ALOY&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;XII IPS-1&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;6&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="left"&gt;VICTORIA ERNAWATI&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;XII IPS-2&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan untuk diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bengkayang , 17 Juni 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kepala Sekolah ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;MIKAEL , S. Pd.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;NIP. 19650520 198803 1 022&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Catatan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Daftar nilai hasil Ujian Nasional dapat dilihat di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Terima Kasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-2948874386280657728?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/2948874386280657728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/2948874386280657728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/06/pemerintah-kabupaten-bengkayang-dinas_4744.html' title='PENGUMUMAN KELULUSAN'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-3076266870829817367</id><published>2009-06-11T19:36:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T09:59:08.104-07:00</updated><title type='text'>PENUTUPAN BIMTEK KTSP SMA KABUPATEN BENGKAYANG 2009</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="awal"&gt;S&lt;/span&gt;etelah melewati serangkaian kegiatan yang sangat padat selama 4 hari , para peserta Bimtek KTSP SMA Kabupaten Begkayang tahun 2009 , pada hari Kamis 11 Juni 2009 , kegiatan tersebut ditutup oleh Wakil Bupati Bengkayang , Suryadman Gidot , S. Pd.&lt;br /&gt;Acara dimulai dengan laporan Ketua Panitia ( Mikael, S. Pd. , Kepala SMAN 1 Bengkayang ). Dalam laporannya , Mikael , mengungkapkan bahwa peserta Bimtek KTSP sangat antusias dalam mengikuti sesi demi sesi yang dimulai pukul 08.00 s.d. 21.00 setiap hari. Saking semangatnya , tidak sedikit peserta yang memanfaatkan jam istirahatnya untuk menyelesaikan tugas-tugas , bahkan di tempat penginapan pun masih banyak peserta yang asyik bergelut dengan pekerjaan yang akan dipresentasikan esok harinya. Di akhir laporannya , Mikael berharap agar kegiatan yang didanai oleh Dirjen Pembinaan SMA ini , direspon positif oleh pemda Bengkayang dengan mengalokasikan dana untuk kegiatan serupa di masa-masa yang akan datang. Sehingga semua pendidik / guru yang belum mengikuti kegiatan ini mendapatkan wawasan dan pemahaman tentang KTSP SMA secara komprehensif dari satu sumber. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kualitas guru yang pada akhirnya akan berimbas pada peningkatan kualitas siswa SMA di kabupaten Bengkayang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam sambutannya , Wakil Bupati Bengkayang , sangat merespon kegiatan ini , bahkan jika memungkinkan , Pemda Bengkayang akan mengalokasikan dana untuk kegiatan serupa dan idelanya dilaksanakan mulai dari jenjang SD sampai dengan SMA / SMK.  Jika di kabupaten lain ada sekolah-sekolah unggulan yang menjadi incaran siswa-siswi dari kabupaten tetangganya , mengapa di kabupaten Bengkayang tidak bisa. Gidot berharap ke depan di Bengkayang ini ada minimal 1 sekolah yang merupakan sekolah unggulan sehingga menjadi daya tarik bagi siswa di kabupaten lain untuk menimba ilmu di sini. Bahkan sekolah unggulan ini  merupakan kebanggaan bagi kita sekaligus menaikkan pamor dan citra pendidikan di kabupaten Bengkayang. Dia yakin , jika semua komponen mendukung , stake holder betul-betul beperan aktif , maka sekolah unggulan di Bengkayang ini dapat terwujud.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kegiatan Bimtek KTSP yang pembukaannya dilaksanakannya di Aula Hotel Ridho ini , merupakan kegiatan yang benar-benar istimewa  mengingat narasumber yang hadir langsung dari Dirjen Pembinaan SMA , Jakarta. Fasilitator yang bersertifikat nasional , yakni Asep Sudarsono, S. Pd. M.M ( Kepala SMA PGRI Sukabumi ) dan Asep Sutisna , S.Pd. ( Widyaiswara LPMP Kalbar ) yang sekarang sedang menyelasaikan S-2 nya di UPI Bandung. Hal ini benarkan oleh Tatang Saputra, S. Pd. , salah satu peserta yang diberi mandat untuk menyampaikan kesan dan pesannya. Muatan materi Bimtek yang luas dan lengkap  , cara penyajian yang menarik , penggunaan media yang bervariasi serta praktik dengan bimbingan yang sangat sabar dan telaten , membuat peserta merasa kekurangan waktu dan ingin terus belajar agar semua materi terkuasai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dapi hasil Bimtek / Diklat KTSP tahun 2009 ini , lima peserta dinyatakan sebagai peserta terbaik. Peserta itu adalah : Eko Purwandono,S. Pd. ( guru SMAN 1 Bengkayang ) sebagai terbaik 1 , Tatang Saputra, S. Pd. ( guru SMAN 1 Bengkayang ) sebagai terbaik 2 , Dra. Anna Yuniarti ( Kepala SMAN 2 Bengkayang ) sebagai terbaik 3 , Paulus Joko, S. Pd. ( Kepala SMAN 1 Ledo ) sebagai terbaik 4 dan Drs. Maryanto ( Kepala SMAN 1 Seluas ) sebagai terbaik 5. Dirjen Pembinaan SMA yang diwakili oleh fasilitator nasional , Asep Sutisna , mengucapkan terima kasih kepada Panitia , Dinas Pendidikan serta Pemda Bengkayang yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan sukses. Juga ucapan terima kasih disampaikan pula kepada para peserta yang begitu antusias mengikuti kegiatan diklat ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah Swt , senantiasa membukakan mata hati kita untuk berjuang dan terus berjuang dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mutu anak didik Indonesia. Amiin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-3076266870829817367?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3076266870829817367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3076266870829817367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/06/penutupan-bimtek-ktsp-sma-kabupaten.html' title='PENUTUPAN BIMTEK KTSP SMA KABUPATEN BENGKAYANG 2009'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-1648050936636638651</id><published>2009-06-09T02:57:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T10:07:46.903-07:00</updated><title type='text'>BIMTEK KTSP SMA KABUPATEN BENGKAYANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="awal"&gt;S&lt;/span&gt;alah satu program Direktorat Pembinaan SMA pada tahun 2009 adalah melaksanakan kegiatan diklat / bimtek KTSP ditingkat kabupaten / kota dengan sasaran adalah Sekolah Menengah Atas (SMA). Pelaksanaan kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama antara Dirjen Pembinaan SMA , Dinas Pendidikan Provinsi / Kabupaten dan Sekolah , baik dibidang sumber daya , pendanaan maupun pengelolaannya.&lt;br /&gt; Kegiatan Bimtek KTSP SMA di Kabupaten Bengkayang pada tahun 2009 secara teknis diserahkan ke SMA Negeri 1 Bengkayang dengan diikuti 45 orang peserta dari 17 SMA Negeri dan Swasta se Kabupaten Bengkayang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Tujuan dilaksanakannya Bimtek KTSP SMA ini adalah :&lt;br /&gt;1. Meningkatkan pemahaman peserta diklat tentang substansi dan makna dari berbagai  &lt;br /&gt;     landasan hukum / peraturan yang menjadi acuan dalam pencapaian Standar Nasional&lt;br /&gt;    Pendidikan (SNP) dan pelaksanaan KTSP.&lt;br /&gt;2. Meningkatkan kemampuan / keterampilan peserta bimtek antara lain dalam :&lt;br /&gt; a. Penyusunan Rencana Pencapaian SNP&lt;br /&gt;b. Penyusunan KTSP , Pengembangan Perangkat dan Pelaksanaan Pembelajaran&lt;br /&gt;c. Penyiapan Perangkat dan Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik&lt;br /&gt;d. Penyusunan Program Muatan Lokal dan Pengembangan Diri&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. Meningkatkan peran serta peserta bimtek untuk mendesiminasikan hasil diklat kepada  &lt;br /&gt;     berbagai pihak yang memerlukan mulai dari tingkat Provinsi/Kabupaten dan tingkat sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Pelaksanaan :&lt;br /&gt;Kegiatan bimtek KTSP tingkat SMA se Kabupaten Bengkayang diselenggarakan selama 4 hari , yakni Senin – Kamis , 8 – 11 Juni 2009 , bertempat di Aula Hotel Ridho Bengkayang dan SMA Negeri 1 Bengkayang mulai pukul 08.00 – 21.00 wiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Peserta :&lt;br /&gt;Peserta bimtek terdiri dari :&lt;br /&gt;1. Kepala Sekolah  : 17 orang&lt;br /&gt;2. Guru    : 28 orang&lt;br /&gt; Jumlah    : 45 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan bimtek ini diprioritaskan kepada peserta yang belum pernah mengikuti kegiatan yang serupa di tingkat yang sama. Selain itu diharapkan peserta bimtek memiliki kemauan yang tinggi untuk menyampaikan kembali kepada rekan guru yang lain yang memerlukan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara Sumber&lt;br /&gt;Nara sumber terdiri dari :&lt;br /&gt;1. Wakil Bupati Bengkayang&lt;br /&gt;2. Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang&lt;br /&gt;3. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang&lt;br /&gt;4. Fasilitator , yang terdiri dari : &lt;br /&gt;    Fasilitator Pusat  : Asep Sudarsono , S. Pd. , M.M.&lt;br /&gt;    Fasilitator Provinsi : Asep Sutisna , S. Pd.&lt;br /&gt;    Fasilitator Kabupaten : 1. Drs. H. Munir , M. Pd.&lt;br /&gt;                                                 2. Mikael , S. Pd.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-1648050936636638651?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/1648050936636638651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/1648050936636638651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/06/bimtek-ktsp-sma-kabupaten-bengkayang_09.html' title='BIMTEK KTSP SMA KABUPATEN BENGKAYANG'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-8291204854923078503</id><published>2009-06-03T19:08:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T10:09:11.749-07:00</updated><title type='text'>DEWAN PERWAKILAN KELAS ( DPK ) SMAN 1 BENGKAYANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SicwlmvBz7I/AAAAAAAAALs/hmvmsldYVyA/s1600-h/DSCN0199.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SicwlmvBz7I/AAAAAAAAALs/hmvmsldYVyA/s200/DSCN0199.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343292905509474226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="awal"&gt;D&lt;/span&gt;i SMA Negeri 1 Bengkayang ada suatu organisasi yang berkedudukan sebagai lembaga legislative dan mempunyai kedudukan yang tinggi secara struktural. Organisasi atau lembaga tersebut adalah Majelis Permusyawaratan Kelas ( MPK ). Mengingat lembaga ini memiliki fungsi , menyebutnya pun berbeda, lembaga ini bernama MPK bila berada dalam suatu suasana sidang dan Dewan Perwakilan Kelas ( DPK ) apabila berada dalam kegiatan suatu organisasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;MPK beranggotakan para wakil dari tiap – tiap kelas X dan XI yang diajukan oleh masing – masing kelas. Secara umum MPK bertugas mengawasi , mengoreksi, dan memberi masukan terhadap semua pelaksanaan program kerja OSIS dan mengadakan musyawarah - musyawarah mengenai masalah sekolah.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kepengurusannya, MPK terdiri dari komisi – komisi dan mempunyai tugas masing – masing yang jelas. Komisi – komisi tersebut adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. KOMISI A&lt;br /&gt;    Komisi ini membahas mengenai Anggaran Dasar ( AD ) dan Anggaran Rumah Tangga ( ART )&lt;br /&gt;  serta mengawasi kinerja Sekbid I dan II OSIS&lt;br /&gt;2. KOMISI B&lt;br /&gt;    Komisi ini membahas mengenai Garis – garis Besar Program Kerja ( GBPK ) serat mengawasi&lt;br /&gt;  kinerja sekbid III dan IV&lt;br /&gt;3. KOMISI C&lt;br /&gt;    Komisi ini membahas mengenai Job Description serta mengawasi kinerja sekbid V dan VI&lt;br /&gt;  OSIS&lt;br /&gt;4. KOMISI D&lt;br /&gt;    Komisi ini membahas mengenai dana dan alternative kegiatan serta mengawasi kinerja sekbid&lt;br /&gt;  VII dan VIII OSIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara Terperinci tugas MPK adalah :&lt;br /&gt;1) Mengadakan sidang Umum&lt;br /&gt;2) Mengadakan siding luar biasa&lt;br /&gt;3) Mengawasi terhadap semua kegiatan yang menjadi program kerja OSIS&lt;br /&gt;4) Menampung semua usulan dari siswa, guru, dan pihak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-8291204854923078503?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8291204854923078503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8291204854923078503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/06/dewan-perwakilan-kelas-dpk-sman-1.html' title='DEWAN PERWAKILAN KELAS ( DPK ) SMAN 1 BENGKAYANG'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SicwlmvBz7I/AAAAAAAAALs/hmvmsldYVyA/s72-c/DSCN0199.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-5898134496100231036</id><published>2009-06-03T18:40:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T10:10:25.930-07:00</updated><title type='text'>OSIS SMAN 1 BENGKAYANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SicsbXVUd4I/AAAAAAAAALc/Zhgb9v-DdWM/s1600-h/100-0022.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SicsbXVUd4I/AAAAAAAAALc/Zhgb9v-DdWM/s200/100-0022.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343288331529910146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="awal"&gt;O&lt;/span&gt;           rganisasi Siswa Intra Sekolah yang selanjutnya disebut OSIS&lt;br /&gt;   merupakan organisasi yang sah dilingkungan sekolah dan&lt;br /&gt;   menjalankan tugas sesuai dengan AD dan ART yang ditetapkan&lt;br /&gt;   hingga menjadi wadah yang menampung segala aspirasi dan&lt;br /&gt;  kreatifitas anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;B. Dasar&lt;br /&gt;     Berdasarkan Pancasila dan UUD ‘45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan&lt;br /&gt;    1. Membina ketahanan sekolah yang tangguh dan berwibawa&lt;br /&gt;    2. Memberikan kesempatan berorganisasi pada siswa&lt;br /&gt;    3. Menjungjung program eekstrakulikuler&lt;br /&gt;    4. Melibatkan seluruh siswa dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Hubungan OSIS dengan Ektrakulikuler yang lain&lt;br /&gt;       OSIS bertindak sebagai kordinator yang mengkoordinir dan bekerja semua dengan&lt;br /&gt;   organisasi  – organisasi lain dilingkungan sekolah yang berhak mengetahui sepenuhnya atas&lt;br /&gt;       organisasi tersebut dan tujuannya tidak bertentangan dengan tujuan OSIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. OSIS dan Politik&lt;br /&gt;     OSIS bukan bagian dan tidak berhubungan dengan partai/organisasi politik. Anggota OSIS&lt;br /&gt;     dilarang secara pribadi atau golongan menjadi anggota suatu partai politik kecuali diluar&lt;br /&gt;     sekolah dan tidak mengatasnamakan OSIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Keanggotaan&lt;br /&gt;      Keanggotaan OSIS SMA Neger 1 Bengkayang adalah pelajar WNI yang terdaftar sebagai&lt;br /&gt;      siswa SMA N 1 Bengkayang.&lt;br /&gt;      Keanggotaan berakhir jika :&lt;br /&gt;      1. Siswa atau siswi meninggal dunia&lt;br /&gt;      2. Sudah tidak menjadi siswa SMA Negeri 1 Bengkayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Kewajiban Anggota&lt;br /&gt;       Semua anggota OSIS SMA Negeri 1 Bengkayang memiliki kewajiban yang sama menurut&lt;br /&gt;       peraturan yang berlaku, yaitu :&lt;br /&gt;     1. Menjung tinggi dan melaksanakan peraturan organisasi sekolah&lt;br /&gt;     2. Membina dan menjaga nama baik OSIS SMA Negeri 1 Bengkayang&lt;br /&gt;     3. Melaksanakan kode etik OSIS&lt;br /&gt;     4. Berperan aktif dalam setiap kegiatan OSIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Hak Anggota&lt;br /&gt;       Semua anggota OSIS mempunyai hal yang sama menurut peraturan yang berlaku, yaitu :&lt;br /&gt;      1. Mengikuti kegiatan ekstra dan intrakulikuler&lt;br /&gt;      2. Menggunakan fasilitas OSIS&lt;br /&gt;      3. Memiliki hak pilih dan memilih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Pembiayaaan&lt;br /&gt;    Sekolah bertanggung jawab atas pembiayaan administrasi OSIS yang di dapat dari iuran&lt;br /&gt;    anggota dan usaha lain yang tidak mengikat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-5898134496100231036?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/5898134496100231036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/5898134496100231036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/06/osis-sman-1-bengkayang.html' title='OSIS SMAN 1 BENGKAYANG'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SicsbXVUd4I/AAAAAAAAALc/Zhgb9v-DdWM/s72-c/100-0022.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-6673655371816495092</id><published>2009-06-02T19:48:00.001-07:00</published><updated>2009-06-14T10:11:28.020-07:00</updated><title type='text'>Guru : Antara Profesionalisme dan Kesejahteraan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/Sicrsqc2RhI/AAAAAAAAALM/5LMy7BIQsbM/s1600-h/31072007307.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/Sicrsqc2RhI/AAAAAAAAALM/5LMy7BIQsbM/s200/31072007307.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343287529207907858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="awal"&gt;G&lt;/span&gt;uru adalah ujung tombak pendidikan. Baik tidaknya kualitas pendidikan sebagian besar tergantung pada guru. Karena itu, beban guru sangatlah berat. Karenanya merupakan satu hal yang wajar jika kesejahteraan guru harus diperhatikan.Guru adalah ujung tombak pendidikan. Baik tidaknya kualitas pendidikan sebagian besar tergantung pada guru. Karena itu, beban guru sangatlah berat. Karenanya merupakan satu hal yang wajar jika kesejahteraan guru harus diperhatikan. Tetapi kesejahteraan guru bukanlah semata-mata adanya kenaikan gaji, melainkan juga berkaitan dengan sarana dan prasarana pendidikan. Mungkin kita harus dapat memahami bahwa seiring dengan peningkatan biaya pendidikan di daerah, maka porsi pembangunan fisik pendidikan akan terlihat jelas.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika dilihat dari kecilnya anggaran sektor pendidikan secara nasional, pembangunan fisik harus ditekan seminimal mungkin. Tapi nyatanya justru saat ini banyak bangunan SD yang rusak dan tidak layak digunakan untuk belajar. Pembangunan fisik gedung memang terlihat secara kasatmata tetapi tidak demikian halnya pembangunan di bidang-bidang spritual, seperti pembinaan mental dan pencapaian pembelajaran siswa. Akan tetapi keduanya saling berhubungan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seorang guru tidak akan merasa tenteram atau damai hatinya jika bangunan sekolah tempat ia mengajar dalam keadaan reyot, jalan ke sekolah itu becek, sedangkan langit-langit ruangan kelasnya rendah, tembok retak dan sebagainya. Karenanya, untuk masa sekarang, sarana pendidikan tersebut seharusnya direhabilitasi secara bertahap. Kalaupun mau membangun gedung sekolah baru, harus benar-benar dengan pertimbangan akal, keperluan, dan memenuhi standar sebuah sekolah. Jangan membangun sekolah seperti dulu, banyak yang tidak memenuhi standar, seperti sempitnya lahan bagi sebuah bangunan sekolah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bukankah kesejahteraan guru sebenarnya cukup baik dibandingkan dengan pekerjaan di sektor lain. Misalnya, soal gaji mereka. Pekerjaan guru, dan tentu saja gajinya, memang tidak bisa disamakan dengan pekerjaan lain-apalagi dibandingkan dengan pegawai negeri lain. Guru harus bekerja 24 jam. Setiap saat tanggung jawab sosialnya dituntut. “Di negara-negara maju, seperti Singapura, gaji guru memang dibedakan dan jauh lebih tinggi. Guru SD kita seharusnya paling tidak memperoleh gaji Rp 1,5 juta per bulan, ujar Drs. Djauzak Ahmad, mantan guru dan mantan Direktur Pendidikan Dasar Depdikbud. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sejauh mana gaji yang tinggi dapat menjamin mutu pendidikan ? Dengan gaji guru yang baik, maka sang guru dituntut untuk memperbaiki mentalnya dan melaksanakan didaktik metode yang baik. Dengan demikian, mutu pendidikan baru dapat diharapkan. Yang sering menjadi pertanyaan balik dari pemerintah adalah darimana pemerintah memperoleh uang untuk meningkatkan gaji mereka? Daerah yang mampu seharusnya bisa membuat langkah awal. Itu sebabnya perlu otonomi daerah, sehingga daerah memiliki kreativitas tersendiri untuk meningkatkan mutu pendidikan. Contohnya adalah pemberian THR (tunjangan hari raya) yang diberikan di Riau dan DKI Jakarta. Jika perlu berikan tiap bulan. Selain kesejahteraan guru dan perbaikan sarana pendidikan dasar, hal lain yang harus dibuat daerah pada sektor pendidikan sehubungan dengan otonomi daerah adalah melengkapi peralatan pendidikan, seperti buku dan alat peraga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Persoalan di dunia pendidikan memang sangat kompleks. Bahkan, dunia pendidikan di negeri ini seperti benang kusut yang sulit memulainya dari mana. Akan tetapi, soal kesejahteraan guru, memperbaiki sarana pendidikan dasar, dan melengkapi peralatan pendidikan, tetap harus dikedepankan meskipun dilakukan secara bertahap. Mengapa pendidikan dasar mendapat tekanan khusus dibandingkan jenjang pendidikan lain? Karena pendidikan dasar ini yang paling parah. Sarananya saja paling banyak rusak dibandingkan SLTP dan SLTA. Belum lagi menyangkut soal pelaksanaan proses belajarnya. Dengan telah disahkannya undang-undang pendidikan nasional, kita berharap agar dana sebesar 20% dari APBN benar-benar direalisasikan dan diberikan untuk dunia pendidikan di negeri ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : www.depdiknas.go.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-6673655371816495092?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/6673655371816495092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/6673655371816495092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/06/guru-antara-profesionalisme-dan.html' title='Guru : Antara Profesionalisme dan Kesejahteraan'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/Sicrsqc2RhI/AAAAAAAAALM/5LMy7BIQsbM/s72-c/31072007307.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-4934779596186749938</id><published>2009-05-31T09:33:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T10:12:00.459-07:00</updated><title type='text'>Pelepasan Siswa Kelas XII  SMA Negeri 1 Bengkayang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SiK3pCnNSDI/AAAAAAAAAKc/fksWRk_Er6g/s1600-h/16062007332.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SiK3pCnNSDI/AAAAAAAAAKc/fksWRk_Er6g/s200/16062007332.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342034023718668338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="awal"&gt;K&lt;/span&gt;esibukan di halaman SMAN 1 Bengkayang sudah terlihat sejak Senin, 25 Mei 2009. Seluruh panitia bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya dalam kepanitiaan. Mereka tidak ingin acara ini gagal atau mengecewakan semua orang. Kelompok paduan suara SMANSA tidak ketinggalan. Setiap sore , sekurang-kurangnya 2 jam perhari mereka mengasah kemampuannya dalam mengolah vocal agar lagu-lagunya yang akan ditampilkan dapat membuat penonton terpukau.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam tempat terpisah , seksi acara sibuk menyusun rangkaian acara serta melakukan gladi resik. Kamis , tanggal 28 Mei 2009, diawali dengan suguhan tarian pembuka dari Sanggar Pabayo Tarigas, acara pelepasan siswa kelas XII dimulai. Dilanjutkan dengan laporan ketua panitia ( Gemelia L. Rimba ). Kepala Sekolah , sebagai penanggung jawab kegiatan , dalam sambutanya menyampaikan banyak hal , terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan ujian nasional yang berjalan dengan sukses dan lancar, pengumuman kelulusan yang diperkirakan minggu kedua bulan Juni, serta hasil seleksi kedokteran dan PMDK. Berdasarkan hasil seleksi jurusan pendidikan dokter yang merupakan kerja sama Pemda Bengkayang dengan Universitas Tanjungpura,  siswa SMANSA Bengkayang bernama Feri Desta Pangarego ( kelas XII IPA-1 )  berhasil menduduki peringkat pertama. Ia berhak melenggang ke jurusan pendidikan dokter Untan tanpa melalui seleksi serta mendapat beasiswa dari pemda Bengkayang. Sementara pada jalur PMDK ( Non Utul) , SMANSA Bengkayang hanya mampu menembus jalur tersebut sebanyak 12 orang , yakni : Niah Sugiarti (XII IPA) , Okti Sumartini (XII IPS) , Susiana (XII IPS) , Robert Iwan Kandun (XII IPS) , Timmy Regeri (XII IPS) , Maria Yoane Kristella (XII IPS) , Wendy Rahmawan (XII IPA) , Yenni Sandria (XII IPA) , Yesinta Mikana (XII IPA) , Elisabet (XII IPS) , Sri Wulandari (XII IPS) dan Anita (XII IPS). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada kesempatan yang sama , kepala sekolah juga memberikan piagam penghargaan kepada pengurus OSIS tahun pelajaran 2007-2008 yang mengabdikan dirinya untuk kemajuan dan keberlangsungan program-program OSIS. Disampaikan pula piagam penghargaan bagi siswa yang telah membawa nama baik SMAN 1 Bengkayang baik untuk tingkat kabupaten maupun provinsi serta diakhiri dengan penyerahan siswa kelas XII dari pihak sekolah kepada orang tua siswa , yang dalam hal ini pihak orang tua diwakili oleh Ketua Komite SMANSA Bengkayang. Sebelum acara hiburan berupa penampilan grup band dari masing-masing kelas , Pak Tatang Saputra, S. Pd. , salah seorang guru sekaligus sebagai wali kelas kelas XII IPA-2 menampilan kebolehannya dalam membacakan puisi dengan judul “ Sajak Anak Muda Serba Sebelah “ karya Taufiq Ismail. Meski tidak semua siswa kelas XII dapat hadir dalam acara itu karena pada saat yang bersamaan banyak yang mengikuti tes untuk masuk ke program studi Ilmu Pemerintahan Untan , tetapi tidak kurang dari 75 % siswa kelas XII dapat menyaksikan acara itu serta merasa puas dibuatnya. Acara berakhir pada pukul 13.10 wib.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-4934779596186749938?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/4934779596186749938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/4934779596186749938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/05/pelepasan-siswa-kelas-xii-sma-negeri-1.html' title='Pelepasan Siswa Kelas XII  SMA Negeri 1 Bengkayang'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SiK3pCnNSDI/AAAAAAAAAKc/fksWRk_Er6g/s72-c/16062007332.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-8257822679222496579</id><published>2009-05-28T08:10:00.001-07:00</published><updated>2009-05-31T20:33:11.018-07:00</updated><title type='text'>Sajak Anak Muda Serba Sebelah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SiNL4aExR-I/AAAAAAAAAKk/8wY_5AVcM2o/s1600-h/taufiq+ismail.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 101px; height: 118px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SiNL4aExR-I/AAAAAAAAAKk/8wY_5AVcM2o/s200/taufiq+ismail.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342197015435626466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;karya Taufiq Ismail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Toni dicabut kupingnya satu yang kanan&lt;br /&gt;Maka suara masuk kuping kiri tembus ke otak&lt;br /&gt;Dikirim balik dan jatuh di kuping kiri lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Toni dipotong tangannya yang kanan&lt;br /&gt;Maka dia belajar menulis dengan tangan kiri&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Si Toni diambil satu matanya yang kanan&lt;br /&gt;Maka air matanya menetes di sebelah kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Toni dipetik jantungnya lewat rongga kanan&lt;br /&gt;Tapi gagal karena jantung itu mengelak ke kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Toni dipotong ginjalnya yang kanan&lt;br /&gt;Tak gagal karena sesuai secara faali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Toni diambil kakinya satu yang kanan&lt;br /&gt;Maka dia main bola Cuma dengan kaki kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-lama si Toni jadi kidal&lt;br /&gt;Kupingnya yang bisa dengar kuping kiri&lt;br /&gt;Tangannya yang main gitar tangan kiri&lt;br /&gt;Air matanya menetes di mata kiri&lt;br /&gt;Ginjalnya menyaring di sebelah kiri&lt;br /&gt;Dia tendang bola dengan kaki kiri&lt;br /&gt;Lama-lama si Toni ingin kerja&lt;br /&gt;Cita-citanya lumayan sederhana&lt;br /&gt;Dia mau jadi sopir saja&lt;br /&gt;Tapi tak ada lowongan baginya&lt;br /&gt;Karena kendaraan setir kanan semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai tunggu dulu , Toni ini anak saya kah ?&lt;br /&gt;Atau anak saudara kah ?&lt;br /&gt;Atau barangkali kemenakan kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini memang aneh&lt;br /&gt;Sore ini jam empat tepat&lt;br /&gt;Dengarlah , dia sedang mengocok gitarnya&lt;br /&gt;Dengan cara anak muda bergaya kidal&lt;br /&gt;Dan itu bukan suara gerimis , bukan !&lt;br /&gt;Itu air matanya&lt;br /&gt;Memukul-mukul lantai beranda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-8257822679222496579?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8257822679222496579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8257822679222496579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/05/sajak-anak-muda-serba-sebelah_28.html' title='Sajak Anak Muda Serba Sebelah'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SiNL4aExR-I/AAAAAAAAAKk/8wY_5AVcM2o/s72-c/taufiq+ismail.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-839886432435220390</id><published>2009-05-26T11:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T20:37:47.565-07:00</updated><title type='text'>JANTE ARKIDAM Karya Ajip Rosidi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SiNM_oil9cI/AAAAAAAAAKs/PxW8QugOplY/s1600-h/ajip+rosidi.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 93px; height: 72px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SiNM_oil9cI/AAAAAAAAAKs/PxW8QugOplY/s200/ajip+rosidi.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342198239089522114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sepasang mata biji saga&lt;br /&gt;Tajam tangannya lelancip gobang&lt;br /&gt;Berebahan tubuh-tubuh lalang dia tebang&lt;br /&gt;Arkidam, Jante Arkidam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinding tembok hanyalah tabir embun&lt;br /&gt;Lunak besi di lengkungannya&lt;br /&gt;Tubuhnya lolos di tiap liang sinar&lt;br /&gt;Arkidam, Jante Arkidam&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di penjudian, di peralatan&lt;br /&gt;Hanyalah satu jagoan&lt;br /&gt;Arkidam, Jante Arkidam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam berudara tuba&lt;br /&gt;Jante merajai kegelapan&lt;br /&gt;Disibaknya ruji besi pegadaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam berudara lembut&lt;br /&gt;Jante merajai kalangan ronggeng&lt;br /&gt;Ia menari, ia ketawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘mantri polisi lihat ke mari!&lt;br /&gt;Bakar mejajudi dengan uangku sepenuh saku&lt;br /&gt;Wedanan jangan ketawa sendiri!&lt;br /&gt;Tangkaplah satu ronggeng berpantat padat&lt;br /&gt;Bersama Jante Arkidam menari&lt;br /&gt;Telah kusibak rujibesi!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpandangan wedana dan mantripolisi&lt;br /&gt;Jante, Jante; Arkidam!&lt;br /&gt;Telah dibongkarnya pegadaian malam tadi&lt;br /&gt;Dan kini ia menari!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aku, akulah Jante Arkidam&lt;br /&gt;Siapa berani melangkah kutigas tubuhnya&lt;br /&gt;Batang pisang,&lt;br /&gt;Tajam tanganku lelancip gobang&lt;br /&gt;Telah kulipat rujibesi’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam ketakutan seluruh kalangan&lt;br /&gt;Memandang kepada Jante bermata kembang&lt;br /&gt;Sepatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘mengapa kalian memandang begitu?&lt;br /&gt;Menarilah, malam senyampang lalu!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kembali kalangan, hidup kembali&lt;br /&gt;Penjudian&lt;br /&gt;Jante masih menari berselempang selendang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diteguknya sloki kesembilanlikur&lt;br /&gt;Waktu mentari bangun, Jante tertidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala terbangun dari mabuknya&lt;br /&gt;Mantripolisi berada di sisi kiri&lt;br /&gt;‘Jante, Jante Arkidam, Nusa Kambangan!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digisiknya mata yang sidik&lt;br /&gt;‘Mantripolisi, tindakanmu betina punya!&lt;br /&gt;Membokong orang yang nyenyak’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arkidam diam dirante kedua belah tangan&lt;br /&gt;Dendamnya merah lidah ular tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum habis hari pertama&lt;br /&gt;Jante pilin ruji penjara&lt;br /&gt;Dia minggat meniti cahya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tiba malam pertama&lt;br /&gt;Terbenam tubuh mantripolisi di dasar kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Siapa lelaki menuntut bela?&lt;br /&gt;Datanglah kala aku jaga!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriaknya gaung di lunas malam&lt;br /&gt;Dan Jante berdiri di atas jembatan&lt;br /&gt;Tak ada orang yang datang&lt;br /&gt;Jante hincit menikam kelam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janda yang lakinya terbunuh di dasar kali&lt;br /&gt;Jante datang ke pangkuannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut mana yang tak direguknya&lt;br /&gt;Dada mana yang tidak diperasnya?&lt;br /&gt;Bidang riap berbulu hitam&lt;br /&gt;Ruastulangnya panjang-panjang&lt;br /&gt;Telah terbenam beratus perempuan&lt;br /&gt;Di wajahnya yang tegap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betina mana yang tak ditaklukkannya?&lt;br /&gt;Mulutnya manis jeruk Garut&lt;br /&gt;Lidahnya serbuk kelapa puan&lt;br /&gt;Kumisnya tajam sapu injuk&lt;br /&gt;Arkidam, Jante Arkidam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teng tiga di tangsi polisi&lt;br /&gt;Jante terbangun ketiga kali&lt;br /&gt;Diremasnya rambut hitam janda bawahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teng kelima di tangsi polisi&lt;br /&gt;Jante terbangun dari lelapnya&lt;br /&gt;Perempuan berkhianat, tak ada di sisinya&lt;br /&gt;Berdegap langkah mengepung rumah&lt;br /&gt;Didengarnya lelaki menantang:&lt;br /&gt;‘Jante, bangun! Kami datang jika kau jaga!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Datang siapa yang jantan&lt;br /&gt;Kutunggu di atas ranjang’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Mana Jante yang berani&lt;br /&gt;Hingga tak keluar menemui kami?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Tubuh kalian batang pisang&lt;br /&gt;Tajam tanganku lelancip pedang’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menembus genteng kaca Jante berdiri di atas atap&lt;br /&gt;Memandang hina pada orang yang banyak&lt;br /&gt;Dipejamkan matanya dan ia sudah berdiri di atas tanah&lt;br /&gt;‘hei, lelaki matabadak lihatlah yang tegas&lt;br /&gt;Jante Arkidam ada di mana?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpaling seluruh mata kebelakang&lt;br /&gt;Jante Arkidam lolos dari kepungan&lt;br /&gt;Dan masuk ke kebun tebu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kejar jahanam yang lari!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jante dikepung lelaki satu kampung&lt;br /&gt;Dilingkung kebun tebu mulai berbunga&lt;br /&gt;Jante sembunyi di lorong dalamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Keluar Jante yang sakti!’&lt;br /&gt;Digelengkannya kepala yang angkuh&lt;br /&gt;Sekejap Jante telah bersanggul&lt;br /&gt;‘Alangkah cantik perempuan yang lewat&lt;br /&gt;Adakah ketemu Jante di dalam kebun?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Jante tak kusua barang seorang&lt;br /&gt;Masih samar, di lorong dalam’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Alangkah Eneng bergegas&lt;br /&gt;Adakah yang diburu?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Jangan hadang jalanku&lt;br /&gt;Pasar kan segera usai!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah jauh Jante dari mereka&lt;br /&gt;Kembali dijelmakannya dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Hei lelaki sekampung bermata dadu&lt;br /&gt;Apa kerja kalian mengantuk di situ?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpaling lelaki ke arah Jante&lt;br /&gt;Ia telah lolos dari kepungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Jante diburu&lt;br /&gt;Lari dalam gelap&lt;br /&gt;Meniti muka air kali&lt;br /&gt;Tiba di persembunyiannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-839886432435220390?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/839886432435220390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/839886432435220390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/05/jante-arkidam-karya-ajib-rosidi.html' title='JANTE ARKIDAM Karya Ajip Rosidi'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SiNM_oil9cI/AAAAAAAAAKs/PxW8QugOplY/s72-c/ajip+rosidi.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-1351644606377551822</id><published>2009-05-26T11:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T22:46:31.126-07:00</updated><title type='text'>MAMPUKAH SERTIFIKASI GURU MENDONGKRAK MUTU PENDIDIKAN ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SiNQPPJqiGI/AAAAAAAAAK0/fWQiDK_Z5_A/s1600-h/18012008761.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SiNQPPJqiGI/AAAAAAAAAK0/fWQiDK_Z5_A/s320/18012008761.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342201805686868066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak seorang pun dapat membantah bahwa guru berada di garda depan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Mereka telah melahirkan banyak dokter, insinyur, menteri, bahkan presiden. Tidak heran apabila guru dielu-elukan sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”. Meski lagu yang berjudul Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang diciptakan Sartono ditetapkan sebagai Hymne Guru sejak tahun 1994 lalu , berdasarkan Surat Edaran Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nomor : 447/Um/PB/XIX/2007 tanggal 27 November 2007, bahwa kata : “Pahlawan Bangsa Tanpa Tanda Jasa” diganti dengan kata “Pahlawan Bangsa Pembangun Insan Cendikia”. Perubahan tersebut pada baris yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun, banyak kalangan menilai, kesejahteraan guru belum sepadan dengan gelar luhur dan mulia yang disandangnya. Iwan Fals lewat lirik “Oemar Bakri” pun tersentuh hatinya menyaksikan nasib guru yang tak pernah berubah sepanjang zaman. “Datang ke sekolah membawa tas dari kulit buaya, naik sepeda kumbang di jalan berlubang, selalu begitu dari dulu waktu zaman Jepang. Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang, banyak polisi bawa senjata berwajah garang …” Sungguh ironis, sampai-sampai polisi pun tidak lagi hormat pada guru. Begitulah sosok guru Oemar Bakri di mata sang “seniman rakyat” itu. Guru tidak lagi menjadi figur yang terhormat dan berwibawa.&lt;br /&gt;Zaman memang telah berubah. Pergeseran nilai menyergap di segenap lapis dan lini kehidupan masyarakat. Nilai-nilai keluhuran budi dan cerahnya akal budi (nyaris) luntur tergerus oleh derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang cenderung memanjakan nilai konsumtivisme, materialisme, dan hedonisme. Banyak orang yang makin cuek dan masa bodoh terhadap keagungan nilai kejujuran, keuletan, atau kebersahajaan. Sukses seseorang pun semata-mata dinilai dari kemampuannya menumpuk harta, tanpa memedulikan dari mana harta itu diperoleh.&lt;br /&gt;Dalam kondisi zaman yang makin memberhalakan gebyar duniawi semacam itu, profesi guru pun makin tidak dilirik dan diminati generasi muda. Secara sosial, pamor guru pun semakin redup. Kalau hanya mengandalkan penghasilannya sebagai guru, hampir mustahil seorang guru bisa hidup layak di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang kian gencar memanjakan nafsu keduniawian. Jangan heran apabila banyak guru yang terpaksa nyambi jadi tukang ojek, penjual rokok ketengan, atau calo, sekadar untuk bisa mengikuti “ombyaking zaman”.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin seorang guru bisa menjalankan tugas dan fungsiya secara profesional kalau masih dibebani oleh thethek-mbengek urusan perut? Bagaimana mungkin seorang guru bisa menjalankan tugasnya dengan tenang dan nyaman kalau harus terus memikirkan keluarganya yang sakit akibat minimnya jaminan kesehatan? Bagaimana mungkin seorang guru bisa mengikuti laju informasi yang demikian cepat kalau tak sanggup langganan koran atau internet? Padahal, dunia ilmu pengetahuan dan informasi terus berkembang. Bagaimana bisa membuat siswa didiknya cerdas kalau dirinya sendiri buta informasi ? Tidak berlebihan jika pada akhirnya mutu pendidikan di negeri ini hanya “tajri fil makan” ( jalan di tempat ) bahkan mengalami kemunduran.&lt;br /&gt;Sungguh menarik data yang dikemukakan oleh Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Fasli Djalal, sebagaimana dilansir sebuah surat kabar nasional. Menurutnya, terdapat hampir separo dari sekitar 2,6 juta guru di Indonesia tidak layak mengajar. Kualifikasi dan kompetensinya tidak mencukupi untuk mengajar di sekolah. Lebih rinci disebutkan, saat ini yang tidak layak mengajar atau menjadi guru sekitar 912.505. Terdiri atas 605.217 guru SD, 167.643 guru SMP, 75.684 guru SMA, dan 63.961 guru SMK.&lt;br /&gt;Kondisi ini jelas amat kontras dengan mutu pendidikan di negeri jiran yang dulu pada tahun 80-an menimba ilmu kepada bangsa kita. Konon, guru-guru di negeri jiran, seperti Malaysia atau Singapura bisa hidup lebih dari cukup hanya dengan mengandalkan penghasilannya sebagai guru. Para penguasa negeri itu benar-benar memosisikan guru pada tempat yang mulia dan terhormat dengan memberikan jaminan kesejahteraan, kesehatan, dan perlindungan hukum yang amat memadai. Implikasinya, mutu pendidikan di negeri itu melambung bak meteor, makin jauh meninggalkan dunia pendidikan kita yang (nyaris) tak pernah bergeser dari keterpurukan. Hal itu bisa dilihat dari kualitas HDI (Human Development Index) negeri-negeri tetangga yang jauh berada di atas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kemauan Politik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak kalangan yang risau terhadap nasib guru. Organisasi profesi semacam PGRI, misalnya, sudah pernah membanjiri Jakarta menuntut agar pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru. Demikian juga para pakar, pengamat, dan pemerhati pendidikan. Tak henti-hentinya mereka berteriak menyuarakan opininya melalui berbagai media massa.&lt;br /&gt;Gerakan massa dan berbagai tekanan terhadap pemerintah baru surut setelah presiden dengan persetujuan DPR memutusan dan menetapkan Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada 30 Desember 2005 yang lalu. Lahirnya UU ini jelas membawa angin segar bagi guru dan dosen. Setidaknya, pemerintah sudah menunjukkan “kemauan politik” untuk mengangkat harkat dan martabat guru pada aras yang lebih terhormat.&lt;br /&gt;Dalam pasal 14 ayat (1), misalnya, dinyatakan bahwa setiap guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. Apakah yang dimaksud penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum? Pasal 15 ayat (1) menyatakan bahwa yang dimaksud penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi. Bahasa sederhananya, ke depan seorang guru profesional berhak mendapatkan tambahan penghasilan yang jumlahnya sangat “aduhai” untuk ukuran guru di Indonesia pada umumnya.&lt;br /&gt;Bagi kebanyakan guru di Indonesia, tambahan penghasilan merupakan sesuatu yang sangat diharapkan mengingat penghasilan guru di Indonesia pada umumnya relatif rendah. Rendahnya penghasilan guru di Indonesia semakin terasa apabila dibandingkan dengan penghasilan guru di negara yang kinerja pendidikannya relatif memadai seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat (AS).&lt;br /&gt;Akan tetapi, tunggu dulu! Untuk mendapatkan tambahan penghasilan yang “aduhai” itu bukanlah persoalan yang mudah. Dalam pasal 16, misalnya, ditetapkan bahwa (1) Pemerintah memberikan tunjangan profesi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan dan/atau satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat; (2) Tunjangan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah pada tingkat, masa kerja, dan kualifikasi yang sama. Itu artinya, guru yang belum memiliki sertifikat pendidik jangan bermimpi untuk mendapatkan tunjangan profesi yang setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok. Persoalannya sekarang ialah bagaimanakah cara guru untuk memperoleh sertifikat pendidik itu?&lt;br /&gt;Sekarang ini sedang diperbincangkan kualifikasi guru yang dapat diuji sertifikasi; artinya tidak semua guru dapat dilakukan uji sertifikasi. Guru yang dapat diuji sertifikasi ialah guru yang memenuhi kualifikasi akademik sebagaimana diatur dalam PP dan UU; dalam hal ini PP No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan UU Guru.&lt;br /&gt;Untuk menjadi guru SD (atau MI) misalnya. Pasal 29 ayat (2) PP SNP secara eksplisit menyebutkan pendidik (guru) pada SD/MI, atau bentuk lain yang sederajat memiliki: a) kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1), b) latar belakang pendidikan tinggi di bidang pendidikan SD/MI, kependidikan lain, atau psikologi; dan c) sertifikat profesi guru untuk SD/MI. Implikasinya ialah, untuk mendapatkan sertifikasi pendidik atau dapat diuji sertifikasi maka seorang guru SD setidak-tidaknya harus berpendidikan D-IV atau S1.&lt;br /&gt;Berapakah guru SD yang telah memenuhi kualifikasi akademik D-IV atau S1? Menurut data Balitbang Depdiknas, secara nasional baru sekitar 8 persen guru SD yang memiliki pendidikan minimal sarjana. Itu berarti, dari sekitar 1,2 juta guru SD yang dimungkinkan diuji sertifikasi hanya 8 persen saja. Permasalahannya sekarang ialah bagaimana nasib guru yang 92 persen atau sekitar 1,1 juta orang jumlahnya. Di luar SD banyak guru SMP, SMA dan SMK yang bernasib sama; demikian pula dengan guru (pendidik) TK dan PAUD, meskipun dengan variasi angka yang berbeda-beda. Itu artinya, untuk mendapatkan tunjangan profesi, guru yang belum memiliki kualifikasi akademik D-IV atau S1 harus melalui perjalanan yang cuku panjang dan berliku.&lt;br /&gt;Sertifikasi guru menjadi amanat Pasal 82 UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mewajibkan pemerintah mulai melaksanakan program sertifikasi pendidik paling lama dua belas bulan sejak diundangkannya aturan tersebut, yakni pada akhir tahun 2005 lalu. Diharapkan dalam jangka waktu 10 tahun setelahnya, semua guru sudah memiliki kualifikasi akademik setidaknya S1 atau diploma IV dan memiliki sertifikat pendidik.&lt;br /&gt;Sebagai wujud penghargaan terhadap guru-guru senior yang telah lama mengabdi sebagai pendidik , maka ketentuan baru memberikan kesempatan kepada guru-guru yang telah mengabdi sekurang-kurangnya 20 tahun serta usia minimal 50 tahun untuk ikut dalam uji sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tunjangan Fungsional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Guru-guru berstatus S-1 / D IV sejak tahun 2006 telah mulai dilakukan uji sertifikasi. Selain persyaratan akademik , juga yang menjadi prioritas adalah guru-guru yang sudah lama mengabdi. Tetapi untuk daerah-daerah tertentu yang berpendidikan minimal S-1 nya belum banyak , tetapi mendapat kuota yang banyak , maka tidak sedikit guru-guru yang baru seumur jagungpun ikut dalam program sertifikasi. Jika guru yang baru 2 atau 3 tahun ikut dalam sertifikasi dan lolos , apakah mungkin akan profesiol  ?&lt;br /&gt;Seandainya sudah banyak guru yang memiliki sertfikat profesi, apakah ada jaminan adanya peningkatan mutu pendidikan? Jika berkaca pada pengalaman negara-negara maju, program peningkatan kualitas dan profesionalisme guru memang diperlukan, apa pun namanya. Hal ini dapat dilihat dari sejarah beberapa negara dalam rangka peningkatan kompetensi guru. Di Amerika Serikat, dimulai dengan munculnya reformasi pendidikan yang diinisiasi oleh keberadaan laporan federal yang berjudul A Nation at Risk pada 1983. Laporan ini lantas melahirkan laporan penting berjudul A Nation Prepared: Teachers for 21st Century. Dalam laporan tersebut, direkomendasikan adanya pembentukan National Board for Professional Teaching Standards, dewan nasional standar pengajaran profesional di Amerika Serikat pada 1987. Demikian juga di Jepang, UU Guru ada sejak 1974 dan UU Sertifikasi pada 1949. Sementara di Cina, UU Guru hadir pada 1993 dan PP Kualifikasi Guru pada 2001.&lt;br /&gt;Jika program sertifikasi guru dijalankan, maka pada 2011 sekitar 1,3 juta guru dengan predikat pendidik profesional yang memerlukan gaji dan tunjangan profesi mencapai 77,46 triliun rupiah. Jumlah tersebut lebih besar dua kali lipat dari total pengeluaran untuk gaji pada 2005.&lt;br /&gt;Angka yang fantastis itu pun belum menyangkut berbagai hal yang secara substansial perlu dibenahi untuk menciptakan guru berkualitas sesuai tuntutan masa depan. Peningkatan kualifikasi akademik dan sertifikasi guru, bukan jaminan kinerja guru akan menjadi lebih baik. Pada masa penjajahan, dengan kualifikasi pendidikan yang jauh lebih rendah, guru dipandang lebih berhasil melahirkan lulusan yang bermutu.&lt;br /&gt;Meski tidak bisa diperbandingkan sepenuhnya dengan situasi saat ini, tetapi setidaknya kenyataan itu mengingatkan bahwa kualifikasi akademik hanya menyelesaikan sebagian kecil masalah. Apalagi bila formalitas yang lebih dikejar, bukan substansinya. Peningkatan kualifikasi akademik guru menjadi S1, menjadi tidak bermakna bila gelar kesarjanaan yang diperoleh guru tidak relevan dengan yang ia ajarkan sehari-hari di kelas, atau didapat melalui jalan pintas. Profesionalisme guru bukan barang sekali jadi, bim salabim. Hambatan menjadi guru profesional sangat banyak. Hubungan antarsesama guru dan kepala sekolah lebih banyak bersifat birokratis dan administratif, sehingga tidak mendorong terbangunnya suasana dan budaya profesional akademik di kalangan guru. Guru pun kian terjebak jauh dari prinsip profesionalitas. Jauh dari buku, kebiasaan diskusi, menulis, apalagi riset. Oleh karena itu, pembenahan dan peningkatan mutu guru harus berlaku sepanjang kariernya.&lt;br /&gt;Pekerjaan rumah yang tak kalah besar ialah mendidik calon guru demi menciptakan generasi guru baru yang intelek, transformatif dan profesional. Bukan sekadar tukang dan operator. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). Mau tidak mau, perlu dikaji terlebih dahulu lembaga yang selama ini menghasilkan tenaga guru. Tidak ada salahnya, lembaga pendidikan yang melahirkan tenaga guru belajar dari Fakultas Kedokteran yang mencetak tenaga dokter. Sebuah proses pembelajaran yang ajeg dan meyakinkan, semua pihak percaya dan yakin pada profesionalisme dokter (meski akhir-akhir ini banyak kasus tentang mal praktik). Setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan dokter, ia berhak atas gelar akademis sarjana kedokteran atau dahulu disebut dokter muda. Kemudian dilanjutkan dengan mengikuti kegiatan profesi dokter (ko-asistensi) di rumah sakit yang ditentukan, minimal dua tahun. Di sinilah kawah candradimuka untuk menjadi seorang dokter. Merupakan medan nyata (emphirical field) kerja dokter setelah proses teoritis selama manjalani pendidikan kedokteran. Setelah dinyatakan lulus ujian profesi dokter, barulah ia berhak disebut dokter (dr).&lt;br /&gt;Pemeliharaan profesi dokter pun didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang mewajibkan dokter untuk mengabdi sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) di daerah yang ditentukan, atau dapat diganti dengan kompensasi tertentu yang dianggap tidak mengurangi nilai pengabdian dan profesionalisme. Demikian juga Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) atau asosiasi profesi guru apa pun namanya, harus dapat berjuang untuk memelihara profesi guru.&lt;br /&gt;Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Yaitu, dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. Guru dituntut mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. Maka, apabila ada kegagalan peserta didik, guru terpanggil untuk menemukan penyebabnya dan mencari jalan keluar bersama peserta didik; bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya.&lt;br /&gt;Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui, diselesaikan dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati, mengajar adalah profesi hati. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. Oleh karena itu, pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup, yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru.&lt;br /&gt;Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. Seorang guru yang tidak bersedia belajar, tak mungkin kerasan dan bangga menjadi guru. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional.&lt;br /&gt;Harus disadari, kondisi guru seperti yang tecermin saat ini, merupakan keprihatinan bersama. Kondisi ini yang harus dihadapi, bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malah menyalahkan pihak tertentu. Dari itu semua, yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. Namun, itu jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-1351644606377551822?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/1351644606377551822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/1351644606377551822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/05/mampukah-sertifikasi-guru-mendongkrak.html' title='MAMPUKAH SERTIFIKASI GURU MENDONGKRAK MUTU PENDIDIKAN ?'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SiNQPPJqiGI/AAAAAAAAAK0/fWQiDK_Z5_A/s72-c/18012008761.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-6310020427701513738</id><published>2009-05-25T02:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T23:14:40.427-07:00</updated><title type='text'>KISI-KISI OLIMPIADE KOMPUTER 2009</title><content type='html'>A. Secara umum materi uji tertulis terbagi menjadi 3 bagian ,&lt;br /&gt;yakni ;&lt;br /&gt;1. Materi Uji Analitika dan Logika.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Materi uji  analitika yang bersifat logika mempunyai tujuan untuk menguji potensi akademis &lt;br /&gt;    (  skolastik ) peserta ,   namun  memiliki  relevansi  yang tinggi    dengan  pemecahan&lt;br /&gt;    masalah (    problem solving ) dan elemen penting dalam menguasai pemograman komputer.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Materi Uji Aritmatika&lt;br /&gt;    Materi analitika yang bersifat arimatika sebenarnya sejalan dengan analitika dan logika di  &lt;br /&gt;    atas, karena soal aritmatika di sini bukan sekedar menguji keterampilan dasar menghitung ,&lt;br /&gt;    tetapi lebih pada cara berpikir yang logis dan analitis namun dengan soal bertemakan&lt;br /&gt;    aritmatika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Materi Uji Algoritma&lt;br /&gt;    Materi algoritma bertujuan untuk menguji kemampuan peserta dalam memahami dan&lt;br /&gt;    pemograman direduksi seminimal mungkin ke tingkat pseudocode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tipe soal untuk menguji deskripsi soal&lt;br /&gt;     Soal berbentuk cerita untuk menguji kemampuan aspek pertama dan kedua dari proses&lt;br /&gt;     berpikir IOI.&lt;br /&gt;    Soal dibuat untuk mengukur :&lt;br /&gt;    Kemampuan memahami dan mensimulasikan algoritma dalam cerita&lt;br /&gt;    Kemampuan deduksi berdasarkan input menghasilkan output&lt;br /&gt;    Kemampuan deduksi berdasarkan test-case ( input-output) menghasilkan pemahaman  &lt;br /&gt;    proses.&lt;br /&gt;    Kemampuan menemukan kasus-kasus ekstrim&lt;br /&gt;    Kemampuan menemukan model matematika dari soal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tipe soal pemahaman algoritma&lt;br /&gt;     Dalam menjawab soal ini , peserta harus bisa memahami algoritma yang diberikan dalam&lt;br /&gt;     notasi pseudopascal dan menelusuri eksekusi algoritma. Kemampuan ini diperlukan sebagai&lt;br /&gt;     indicator aspek k-3 dari proses berpikir IOI.&lt;br /&gt;     Soal-soal dibuat untuk mengukur :&lt;br /&gt;     Kemampuan memahami konsep elemen konstruksi (if-then-else, loop dan variasinya )&lt;br /&gt;     Kemampuan membaca algoritma secara menyeluruh&lt;br /&gt;     Kemampuan mengeksekusi (termasuk rekursi) dan proses tracing yang terjadi.&lt;br /&gt;     Kemampuan mengkonstruksi ( coding )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Tipe soal kemampuan dasar logika&lt;br /&gt;     Soal-soal dibuat untuk mengukur kemampuan dalam memahami :&lt;br /&gt;     Implikasi&lt;br /&gt;     Jika dan hanya jika&lt;br /&gt;     Kalkulus Preposisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Menguji kemampuan dasar Aritmatika&lt;br /&gt;     Aspek -aspek aritmatika yang diujikan / dipertanyakan adalah :&lt;br /&gt;     Berisikan unsure langkah-langkah komputasi&lt;br /&gt;     Menuntut kemampuan penyusuna model matematis&lt;br /&gt;     Keterkaitan dengan sifat dan deretan bilangan&lt;br /&gt;     Menuntut kemampuan penyusunan model keterkaitan (graf )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Tipe soal kemampuan dasar penunjang&lt;br /&gt;     Dalam dunia komputasi ( problem solving ) elemen dasar (matematika) penunjangnya&lt;br /&gt;     secara   teoritis dikenal sebagai matematika diskrit. Pada umumnya soal-soal jenis ini akan&lt;br /&gt;     mengajukan pertanyaan-pertanyaan :&lt;br /&gt;     Himpunan&lt;br /&gt;     Aljabar Logika&lt;br /&gt;     Sifat Bilangan&lt;br /&gt;     Finite State Machine&lt;br /&gt;     Kombinatorik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKIAN dan TERIMA KASIH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-6310020427701513738?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/6310020427701513738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/6310020427701513738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/05/kisi-kisi-materi-nonprograming.html' title='KISI-KISI OLIMPIADE KOMPUTER 2009'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-3473278114272832651</id><published>2009-05-24T09:35:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T17:39:39.983-07:00</updated><title type='text'>TES POTENSI AKADEMIK SNMPTN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tes Potensi Akademik sebenarnya bukanlah jenis tes yang termasuk sulit walaupun dianggap sebagai tes yang sulit bagi sebagian besar orang. Namun sesungguhnya, ada beberapa tips dan trik yang dapat membantu anda dalam menghadapi TPA ini. Antara lain adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari website informasi SNMPTN (www.snmptn.or.id), ada beberapa tips yang patut Anda ketahui :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Berlatihlah soal-soal TPA sebanyak mungkin. Dan  patuhilah  batasan  waktu  dalam &lt;br /&gt;    mengerjakan TPA yang ada. Ini penting untuk membiasakan diri anda bekerja cepat&lt;br /&gt;    menyelesaikan soal-soal tersebut. Jika anda tidak mematuhi batasan waktu tersebut, anda&lt;br /&gt;    akan terbiasa mengerjakannya dengan santai dan dalam waktu yang lama. Jika ini terjadi,&lt;br /&gt;       maka ketika anda mengerjakan soal TPA yang sebenarnya, maka anda akan mengalami&lt;br /&gt;       kesulitan pengaturan waktu. Latihan soal-soal TPA sebanyak-banyaknya akan membuat anda&lt;br /&gt;       akrab dengan berbagai jenis dan model soal. Analisa anda dalam mengerjakan soal-soal&lt;br /&gt;       tersebut juga akan meningkat seiring dengan banyaknya latihan yang anda kerjakan.&lt;br /&gt;2.Dalam  tes TPA, tes angka yang diberikan umumnya adalah angka-angka yang bisa&lt;br /&gt;   dikerjakan  tanpa harus menggunakan rumus-rumus matematika tertentu yang rumit. Oleh &lt;br /&gt;   sebab itu, tak perlu anda menghafal berbagai macam rumus-rumus matematika yang rumit &lt;br /&gt;   untuk menghadapi tes TPA, karena hal itu justeru akan membebani anda saja. Yang&lt;br /&gt;      diperlukan adalah logika berpikir terstruktur. Dengan banyak latihan soal, logika berpikir&lt;br /&gt;      anda akan terbantu untuk semakin terstruktur sehingga memudahkan anda mengerjakan&lt;br /&gt;      soal-soal serupa dengan cepat dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Saat anda mengerjakan soal-soal TPA, kondisikan diri anda dalam keadaan  konsentrasi&lt;br /&gt;    penuh. Tapi rileks. Tidak tegang. Tidak panik. Tegang hanya akan membuat&lt;br /&gt;       energi otak anda cepat terkuras. Panik membuat anda mengerjakan soal secara ceroboh dan&lt;br /&gt;       terburu-buru. Sehingga mudah terkecoh oleh jawaban yang sekilas benar.&lt;br /&gt;4. Jangan memperturutkan rasa penasaran anda terhadap satu soal tertentu. Ini sangat&lt;br /&gt;       berbahaya. Rasa penasaran terhadap satu soal tertentu (biasanya terjadi pada soal-soal&lt;br /&gt;       numerik atau angka) membuat waktu anda terkuras untuk mengerjakan soal tersebut. Belum&lt;br /&gt;       lagi energi anda juga turut berkurang secara signifikan. Ditambah lagi emosi juga akan naik,&lt;br /&gt;       bila ternyata kemudian anda gagal menemukan jawabannya. Ingatlah bahwa setiap butir soal&lt;br /&gt;      TPA memiliki bobot nilai yang sama. Sehingga jangan membuang-buang waktu untuk sekedar&lt;br /&gt;       memperturutkan rasa penasaran anda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sering-seringlah membaca koran, terutama di bagian kolom-kolom editorial untuk&lt;br /&gt;    menambah  wawasan Anda dalam sub tes berjenis TMM (Tes Memahami Makalah).     &lt;br /&gt;   Copyright   : www.snmptn.or.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-3473278114272832651?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3473278114272832651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3473278114272832651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/05/tes-potensi-akademik-snmptn-tes-potensi_4947.html' title='TES POTENSI AKADEMIK SNMPTN'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-9057028869911476144</id><published>2009-05-03T03:48:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T09:42:16.694-07:00</updated><title type='text'>Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai saat ini, pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh kelas yang berfokus pada guru sebagai utama pengetahuan, sehingga ceramah akan menjadi pilihan utama dalam menentukan strategi belajar. Sehingga sering mengabaikan pengetahuan awal siswa. Untuk itu diperlukan suatau pendekatan belajar yang memberdayakan siswa. Salah satu pendekatan yang memberdayakan siswa dalah pendekatan kontekstual (CTL).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;CTL dikembangkan oleh The Washington State Concortium for Contextual Teaching and Learning, yang melibatkan 11 perguruan tinggi, 20 sekolah dan lembaga-lembaga  yang bergerak dalam dunia pendidikan di Amerika Serikat. Salah satu kegiatannya adalah melatih dan memberi kesempatan kepada guru-guru dari enam propinsi di Indonesia untuk belajar pendekatan kontekstual di Amerika Serikat, melalui Direktorat SLTP Depdiknas&lt;br /&gt;Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (US Departement of Education, 2001). Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar, manfaatnya, dalam status apa mereka dan bagaimana mencapainya. Dengan ini siswa akan menyadari bahwa apa yang mereka pelajari berguna sebagai hidupnya nanti. Sehingga, akan membuat mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal yang bermanfaat untuk hidupnya nanti dan siswa akan berusaha untuk meggapinya.&lt;br /&gt;Tugas guru dalam pembelajaran kontekstual adalah membantu siswa dalam mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih berurusan dengan trategi daripada memberi informasi. Guru hanya megelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan suatu yang baru bagi siswa. Proses belajar mengajar lebih diwarnai Student centered daripada teacher centered. Menurut Depdiknas guru harus melaksanakan beberapa hal sebagai berikut: 1) Mengkaji konsep atau teori yang akan dipelajari oleh siswa . 2) Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama. 3) Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa yang selanjutnya memilih dan mengkaiykan dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam pembelajaran kontekstual. 4) Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan hidup mereka. 5) Melaksanakan penilaian terhadap pemahaman siswa, dimana hasilnya nanti dijadikan bahan refeksi terhadap rencana pemebelajaran dan pelaksanaannya.&lt;br /&gt;Dalam pengajaran kontekstual memungkinkan terjadinya lima bentuk belajar yang penting, yaitu mengaitkan (relating), mengalami (experiencing), menerapkan (applying), bekerjasama (cooperating) dan mentransfer (transferring).&lt;br /&gt;1. Mengaitkan adalah strategi yang paling hebat dan merupakan inti konstruktivisme. Guru menggunakan strategi ini ketia ia mengkaitkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah dikenal siswa. Jadi dengan demikian, mengaitkan apa yang sudah diketahui siswa dengan informasi baru.&lt;br /&gt;2. Mengalami merupakan inti belajar kontekstual dimana mengaitkan berarti menghubungkan informasi baru dengan pengelaman maupun pengetahui sebelumnya. Belajar dapat terjadi lebih cepat ketika siswa dapat memanipulasi peralatan dan bahan serta melakukan bentuk-bentuk penelitian yang aktif.&lt;br /&gt;3. Menerapkan. Siswa menerapkan suatu konsep ketika ia malakukan kegiatan pemecahan masalah. Guru dapet memotivasi siswa dengan memberikam latihan yang realistic dan relevan.&lt;br /&gt;4. Kerjasama. Siswa yang bekerja secara individu sering tidak membantu kemajuan yang signifikan. Sebaliknya, siswa yang bekerja secara kelompok sering dapat mengatasi masalah yang komplek dengan sedikit bantuan. Pengalaman kerjasama tidak hanya membanti siswa mempelajari bahan ajar, tetapi konsisten dengan dunia nyata.&lt;br /&gt;5. Mentransfer. Peran guru membuat bermacam-macam pengalaman belajar dengan focus pada pemahaman bukan hapalan.&lt;br /&gt;Menurut Blanchard, ciri-ciri kontekstual: 1) Menekankan pada pentingnya pemecahan masalah. 2) Kegiatan belajar dilakukan dalam  berbagai konteks 3) Kegiatan belajar dipantau dan diarahkan  agar siswa dapat belajar mandiri. 4) Mendorong siswa untuk belajar dengan temannya dalam kelompok atau secara mandiri. 5) Pelajaran menekankan pada konteks kehidupan siswa yang berbeda-beda. 6) Menggunakan penilaian otentik&lt;br /&gt;Menurut Depdiknas untuk penerapannya, pendekatan kontektual (CTL) memiliki tujuah komponen utama, yaitu konstruktivisme (constructivism), menemukan (Inquiry), bertanya (Questioning), masyarakat-belajar (Learning Community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian yang sebenarnya (Authentic). Adapun tujuh komponen tersebut sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Konstruktivisme (constructivism)&lt;br /&gt;Kontruktivisme merupakan landasan berpikir CTL, yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, mengingat pengetahuan tetapi merupakan suatu proses belajar mengajar dimana siswa sendiri aktif secara mental membangun pengetahuannya, yang dilandasi oleh struktur pengetahuan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;2. Menemukan (Inquiry)&lt;br /&gt;Menemukan merupakan bagaian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual Karena pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi hasil dari menemukan sendiri. Kegiatan menemukan (inquiry) merupakan sebuah siklus yang terdiri dari observasi (observation), bertanya (questioning), mengajukan dugaan (hiphotesis), pengumpulan data (data gathering), penyimpulan (conclusion).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bertanya (Questioning)&lt;br /&gt;Pengetahuan yang dimiliki seseorang selalu dimulai dari bertanya. Bertanya merupakan strategi utama pembelajaan berbasis kontekstual. Kegiatan bertanya berguna untuk : 1) menggali informasi, 2) menggali pemahaman siswa, 3) membangkitkan respon kepada siswa, 4) mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa, 5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa, 6) memfokuskan perhatian pada sesuatu yang dikehendaki guru, 7) membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa, untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa.&lt;br /&gt;4. Masyarakat Belajar (Learning Community)&lt;br /&gt;Konsep masyarakat belajar menyarankan hasil pembelajaran diperoleh dari hasil kerjasama dari orang lain. Hasil belajar diperolah dari ‘sharing’ antar teman, antar kelompok, dan antar yang tau ke yang belum tau. Masyarakat belajar tejadi apabila ada komunikasi dua arah, dua kelompok atau lebih yang terlibat dalam komunikasi pembelajaran saling belajar.&lt;br /&gt;5. Pemodelan (Modeling)&lt;br /&gt;Pemodelan pada dasarnya membahasakan yang dipikirkan, mendemonstrasi bagaimana guru menginginkan siswanya untuk belajar dan melakukan apa yang guru inginkan agar siswanya melakukan. Dalam pembelajaran kontekstual, guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa dan juga mendatangkan dari luar.&lt;br /&gt;6. Refleksi (Reflection)&lt;br /&gt;Refleksi merupakan cara berpikir atau respon tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakang tentang apa yang sudah dilakukan dimasa lalu. Realisasinya dalam pembelajaran, guru menyisakan waktu sejenak agar siswa melakukan refleksi yang berupa pernyataan langsung tentang apa yang diperoleh hari itu.&lt;br /&gt;7. Penilaian yang sebenarnya ( Authentic Assessment)&lt;br /&gt;Penilaian adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberi gambaran mengenai perkembangan belajar siswa. Dalam pembelajaran berbasis CTL, gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami pembelajaran yang benar. Fokus penilaian adalah pada penyelesaian tugas yang relevan dan kontekstual serta penilaian dilakukan terhadap proses maupun hasil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-9057028869911476144?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/9057028869911476144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/9057028869911476144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/05/pendekatan-kontekstual-atau-contextual.html' title='Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL)'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-2429127504795414673</id><published>2009-05-03T03:40:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T09:58:03.715-07:00</updated><title type='text'>Pembelajaran Kooperatif tipe JIGSAW</title><content type='html'>Dalam era global, teknologi telah menyentuh segala aspek pendidikan sehingga, informasi lebih mudah diperloleh, hendaknya siswa aktif berpartisipasi sedemikian sehingga melibatkan intelektual dan emosional siswa didalam proses belajar. Keaktifan disini berarti keaktifan mental walaupun untuk maksud ini sedapat mungkin dipersyaratkan keterlibatan langsung keaktifan fisik dan tidak nya berfokus pada satu sumber informasi yaitu guru yang hanya mengandalakan satu sumber komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seringnya rasa malu siswa yang muncul untuk melakukan komunikasi dengan guru, membuat kondisi kelas yang tidak aktif sehingga berpulang pada rendahnya prestasi belajar siswa. Maka perlu adanya usaha untuk menimbulkan keaktifan dengan mengadakan komunikasi yaitu guru dengan siswa dan siswa dengan rekannya. Salah satu pembelajaran yang ditawarkan adalah kooperatif tipe jigsaw.Pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw. Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pertama kali dikembangkan oleh Aronson. dkk di Universitas Texas. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dengan memperhatikan keheterogenan, bekerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.Keunggulan kooperatif tipe jigsaw meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain.Meningkatkan  bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan. Dalam model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, terdapat kelompok ahli dan kelompok asal. Kelompok asal adalah kelompok awal siswa terdiri dari berapa anggota kelompok ahli yang dibentuk dengan memperhatikan keragaman dan latar belakang. Guru harus trampil dan mengetahui latar belakang siswa agar terciptanya suasana yang baik bagi setiap angota kelompok. Sedangkan kelompok ahli, yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok lain (kelompok asal) yang ditugaskan untuk mendalami topik tertentu untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal.Para anggota dari kelompok asal yang berbeda, bertemu dengan topik yang sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut. Disini, peran guru adalah mefasilitasi dan memotivasi para anggota kelompok ahli agar mudah untuk memahami materi yang diberikan. Setelah pembahasan selesai, para anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok asal dan mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan di kelompok ahli.Para kelompok ahli harus mampu untuk membagi pengetahuan yang di dapatkan saat melakuakn diskusi di kelompok ahli, sehingga pengetahuan tersebut diterima oleh setiap anggota pada kelompok asal.  Kunci tipe Jigsaw ini adalah interdependence setiap siswa terhadap anggota tim yang memberikan informasi yang diperlukan. Artinya para siswa harus memiliki tanggunga jawab dan kerja sama yang positif dan saling ketergantungan untuk mendapatkan informasi dan memecahkan masalah yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-2429127504795414673?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/2429127504795414673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/2429127504795414673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/05/pembelajaran-kooperatif-tipe-jigsaw.html' title='Pembelajaran Kooperatif tipe JIGSAW'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-3105706032940393414</id><published>2009-04-16T12:13:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T03:49:00.745-07:00</updated><title type='text'>TRIK BELAJAR YANG TEPAT MENGHADAPI UNAS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SeeJjCviuhI/AAAAAAAAAI0/g9YgblUMlBA/s1600-h/31122006019.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 253px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SeeJjCviuhI/AAAAAAAAAI0/g9YgblUMlBA/s320/31122006019.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325376319513606674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat belajar secara efektif, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, diantaranya:&lt;br /&gt;1. Persiapan&lt;br /&gt;2. Memilih strategi yang tepat&lt;br /&gt;3. Menjaga kesehatan dan rajin berolah raga&lt;br /&gt;Keberhasilan dalam menghadapi ujian tidak dapat terlepas dari persiapan yang Anda lakukan. Apakah persiapan jauh-jauh hari menjamin kerberhasilan ? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Tentu saja tidak. Jika Anda hanya membaca dan latihan terus menerus tanpa mengerti maksudnya, maka persiapan yang Anda lakukan percuma, walaupun itu Anda lakukan jauh-jauh hari sebelum ujian.Lalu bagaimanakah persiapan yang efektif ?Pada prinsipnya persiapan yang efektif adalah persiapan jauh-jauh hari sebelum Anda akan ujian. Tentu saja hal ini dimulai ketika Anda menerima materi yang akan diujikan. Mulai dari penyusunan catatan yang efektif, latihan yang teratur dan kontinu, pemilihan waktu belajar dan mencoba untuk membuat pertanyaan dan dijawab sendiri.Manajemen waktu juga bagian dari persiapan. Misalnya Anda akan menempuh ujian 1 bulan lagi, maka mulai Anda mengetahui jadwal ujian tersebut, maka dari saat itu juga Anda harus mencari informasi pada orang-orang yang berpengalaman, mulai berlatih soal-soal dan membuat rangkuman. Berikut secara lengkap bagaimana membuat manajemen waktu yang baik:&lt;br /&gt;Minggu 1 : mencari infomasi yang berkaitan dengan ujian, prediksi-prediksi, soal-soal tahun sebelumnya (dapat dilakukan lebih awal)&lt;br /&gt;Minggu 2 : mulai mengerjakan soal-soal latihan secara kontinu dan jangan bermalas-malasan&lt;br /&gt;Minggu 3: mengerjakan soal-soal yang lebih berbobot dan mencoba membuat rangkuman rumus-rumus (eksak) dan membuat garis besar apa yang sudah Anda pelajari dengan bahasa Anda sendiri (non eksak).&lt;br /&gt;Minggu 4: porsi untuk belajar sedikit dikurangi untuk meredakan stress dan ketegangan ketika menghadapi ujian, dan bukan berarti Anda harus santai.&lt;br /&gt;Minggu 5: menempuh ujian&lt;br /&gt;Waktu yang sebaiknya digunakan untuk belajar (tergantung selera masing2), namun saya anjurkan untuk belajar sore (4-5.30) atau malam (7-8.30). Dalam belajar Anda tidak harus berlama-lama dan jangan sungkan-sungkan untuk istirahat atau tidur jika Anda benar-benar kelelahan. Dan tak lupa pula untuk belajar pada waktu pagi hari, misalnya jam 4-5.30, karena pada jam-jam inilah sebenarnya Anda dapat belajar secara tenang dan dengan pikiran yang jernih.Namun, hambatan terbesar ketika belajar pagi adalah malas bangun dan mencoba untuk menunda waktu, ….. nantilah 10 menit lagi, …………. 30 menit lagi dan seterusnya. Untuk mengatasi ini sebenarnya cukup mudah. Buatlah alarm pada jam Anda dan siapkan 1 gelas air putih sebelum Anda tidur dan ketika Anda mendengar alarm Anda berbunyi , maka Anda diharapkan untuk sesegera mungkin untuk minum air putih yang sudah Anda siapkan sebelumnya.Hal-hal tersebut harap Anda lakukan secara teratur dan kontinu, dan bukan berarti bahwa Anda harus mempersiapkannya setiap hari. Namun semuanya itu tergantung dari niat Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-3105706032940393414?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3105706032940393414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3105706032940393414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/04/trik-belajar-yang-tepat-menghadapi-unas.html' title='TRIK BELAJAR YANG TEPAT MENGHADAPI UNAS'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SeeJjCviuhI/AAAAAAAAAI0/g9YgblUMlBA/s72-c/31122006019.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-2901589154748412467</id><published>2009-04-16T11:55:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T04:14:12.072-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SeeCwumf_tI/AAAAAAAAAIc/e3SPI18cnYM/s1600-h/geometry.gif'/><title type='text'>Tujuh kesalahan siswa dalam mengerjakan soal Matematika</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SeeCwumf_tI/AAAAAAAAAIc/e3SPI18cnYM/s1600-h/geometry.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 128px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SeeCwumf_tI/AAAAAAAAAIc/e3SPI18cnYM/s320/geometry.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325368858043743954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belajar matematika dengan cara membaca dan menghafal tidaklah cukup. Matematika bukan ilmu hafalan. Kunci untuk berhasil dalam mengerjakan soal matematika adalah dengan banyak latihan. Latihan dan terus latihan. Ketika Anda sudah banyak berlatih, secara otomatis rumus-rumus juga akan masuk ke otak Anda. Sehingga Anda tidak perlu menghafal rumus demi rumus. Namun, kadang-kadang kita juga harus tetap bisa menghafal supaya dapat mengerjakan dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Belajar Matematika Belajar Menghafal ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak usah khawatir karena Anda tidak bisa menghafal. Logikanya begini. Anda pasti hafal diluar kepala bahwa 5 x 5 =25. Padahal itu Anda pelajari beberapa tahun yang lalu. Mengapa Anda masih ingat ? Padahal Anda tidak menghafal terus menerus. Hampir sama ketika Anda mempelajari rumus-rumus trigonometri atau rumus-rumus integral. Ketika Anda pertama kali mempelajari rumus-rumus pasti kelihatan sulit. Tetapi ketika Anda membiasakan diri untuk berlatih dan terus berlatih semakin lama Anda tidak perlu menghafal karena memori otak Anda sudah menyimpan rumus-rumus tersebut ketika Anda berlatih dan menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pada posting kali ini saya akan memberikan tujuh kesalahan yang paling sering dilakukan siswa ketika mengerjakan soal matematika terutama ketika menghadapi ujian. Saya pilih siswa karena sebentar lagi siswa-siswi kelas IX akan menghadapi ujian nasional yang secara langsung menentukan masa depan mereka. Terlebih matematika masih dijadikan momok pelajaran yang menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan ini diharapkan para siswa semakin tahu bagaimana seharusnya belajar matematika. Sehingga para siswa merasa asyik dan menikmati ketika belajar matematika. Dan tentu saja kesalahan-kesalahan ini tidak akan dilakukan. Berikut tujuh kesalahan yang dilakukan para siswa ketika belajar matematika atau ketika mau menghadapi ujian matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak Belajar Sama Sekali dan Terlalu Percaya Diri&lt;br /&gt;Beberapa siswa sering merasa yakin dengan latihan-latihan yang telah dilakukan sebelumnya. Sehingga pada waktu mendekati ujian mereka tidak belajar sama sekali. Ini merupakan kesalahan fatal yang sering dilakukan siswa. Meskipun Anda cerdas dan pandai, namun alangkah baiknya jika Anda mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena segala sesuatu bisa terjadi pada waktu ujian. Ingat kajinan juga berpengaruh terhadap keberhasilan Anda. SUKSES = RAJIN + CERDAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, jika siswa tidak belajar sama sekali, maka segala cara kemudian ditempuh, misalnya: membuat contekan, mengandalkan teman sebelahnya atau mengisi jawaban apa adanya alias “ngawur”. Nah, kalau sudah begini sangat fatal. Ingat jika Anda ketahuan mencontek atau bekerja sama banyak kerugian yang akan Anda alami. Lebih baik persiapan belajar dan mengerjakan sesuai dengan kemampuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Belajar Matematika dengan Menghafal dan Tanpa Latihan&lt;br /&gt;Seperti sudah saya jelaskan di atas, bahwa belajar matematika bukan belajar menghafal. Salah jika Anda belajar matematika tanpa latihan, karena sebenarnya banyak hal yang akan Anda temukan ketika latihan. Porsi untuk membaca dan latihan menurut saya adalah 20 % untuk membaca konsep dan 80 % untuk latihan. Jangan terlalu banyak membaca konsep karena tidak akan membuat mahir atau terampil mengerjakan soal-soal matematika. Ingat soal-soal matematika bukanlah konsep semata, tetapi lebih banyak soal yang berkaitan ketrampilan Anda menggunakan rumus, logika dan menyimpulkan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak Teliti&lt;br /&gt;Sayang benar jika Anda bisa mengerjakan sebuah soal matematika dengan lengkap, tetapi Anda merasa kecewa karena setelah Anda keluar dari ruang ujian Anda baru menyadari bahwa jawaban Anda salah pada baris terakhir saja. Anda sudah mengerjakan dengan susah payah, tetapi karena ketidaktelitian membuat jawaban Anda salah. Misalnya: 1+(-10) menjadi 9, padahal hanya kurang tanda (-) saja, betapa itu sangat mengecewakan jika itu terjadi pada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Anda pintar dan melakukan banyak persiapan, namun jika Anda tidak teliti juga akan percuma. Terlebih jika semua soal adalah soal pilihan ganda, yang ditentukan dengan jawaban benar atau salah saja. Fatal akibatnya jika Anda tidak teliti. Apakah Anda pernah mengalami seperti hal ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Terburu-buru&lt;br /&gt;Banyak siswa yang sering melakukan kesalahan ini. Biasanya kesalahan ini dilakukan karena siswa ingin segera menyelesaikan soal matematika dengan cepat dan ingin mendapat nilai maksimal. Namun karena terburu-buru banyak kesalahan-kesalahan sepele yang dilakukan. Misalnya ketika mengerjakan soal uraian, ada yang salah, kemudian dihapus/di tipex, sambil menunggu kemudian mengerjakan soal yang lain. Karena terburu-buru, maka jawaban yang ingin diperbaiki menjadi kosong dan tidak jadi diperbaiki. Fatal bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak Memperhatikan Petunjuk Soal dan Lupa Menulis Identitas Diri&lt;br /&gt;Ketika Anda mau mengerjakan soal-soal matematika, sebaiknya Anda membaca terlebih dahulu petunjuk soalnya. Siapa tahu ada aturan atau petunjuk-petunjuk yang baru atau tidak seperti petunjuk sebelumnya. Misalnya skor setiap nomor, skornya 1 atau 4, jika salah -1 dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mengerjakan Tidak dengan Prioritas dan Tanpa Strategi&lt;br /&gt;Kecenderungan siswa dalam mengerjakan soal matematika biasanya cenderung mengerjakan dari nomor 1 dan tidak memperhatikan soal-soal yang lain. Akibatnya jika nomor 1 kebetulan soal yang sulit, maka pada bagian awal Anda sudah membuat kesalahan. Selain itu Anda akan cenderung emosi semisal Anda tidak memperoleh jawabannya. Ada tipe pembuat soal yang seperti ini, yang digunakan untuk menguji psikologis siswa. Sebaiknya Anda hati-hati dalam menghadapi tipe-tipe soal yang sulit dan ditaruh di bagian awal soal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya, Anda lihat terlebih dahulu semua soal, jumlah halaman, lengkap atau tidak, prioritaskan soal-soal yang mudah menurut Anda, baru kemudian mengerjakan soal-soal yang sulit. Setelah itu Anda hitung kemungkinan Anda bia mengerjakan berapa soal. Sudah tuntas belum ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mengerjakan dengan Coba-coba dan Menghafalkan Rumus Praktis&lt;br /&gt;Memang tidak salah jika Anda mengerjakan soal dengan coba-coba. Beberapa soal memang lebih cepat jika dikerjakan dengan coba-coba terutama untuk soal pilihan ganda. Misalnya soal, program linear, soal sistem persamaan linear dan lain-lain. Tetapi saran saya, sebaiknya Anda juga harus hati-hati dengan tipe-tipe soal seperti ini. Kadang-kadang juga ada soal yang bisa dikerjakan dengan coba-coba tetapi akhirnya menjebak Anda. Selain itu, ada soal dengan tipe ini yang dikerjakan lebih lama daripada dengan langkah-langkah biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak melarang Anda menggunakan rumus praktis atau cara cepat. Memang ada tipe soal yang dapat dikerjakan dengan rumus praktis. Tetapi perhatikan bahwa rumus prakits tidak berlaku untuk semua soal, hanya untuk soal dengan tipe tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya sudah terlalu banyak saya menuliskan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan ketika mengerjakan soal terutama soal matematika dan beberapa saran untuk Anda. Saran saya dalam mengerjakan soal matematika sebaiknya Anda harus:&lt;br /&gt;1. Percaya Diri&lt;br /&gt;2. Mengerjakan dengan Strategi&lt;br /&gt;3. Persiapan Diri dengan Banyak Berlatih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda memiliki kesalahan lain dan saran-saran lain silahkan Anda tuliskan pada kotak komentar di bawah ini. Tujuh di atas bukan angka keramat, hanya untuk mempermudah mengingat saja dan jika ada tambahan bisa menjadi delapan atau sembilan dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-2901589154748412467?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/2901589154748412467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/2901589154748412467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/04/tujuh-kesalahan-siswa-dalam-mengerjakan.html' title='Tujuh kesalahan siswa dalam mengerjakan soal Matematika'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SeeCwumf_tI/AAAAAAAAAIc/e3SPI18cnYM/s72-c/geometry.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-8964471342474148837</id><published>2009-04-16T11:16:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T09:58:55.686-07:00</updated><title type='text'>PENGERTIAN ANALISIS SWOT</title><content type='html'>&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 14.0in;  margin:.7in 1.0in 1.8in 1.0in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:2040081756;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-1242635998 1190275404 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1  {mso-level-start-at:4;  mso-level-tab-stop:39.75pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:39.75pt;  text-indent:-21.75pt;} ol  {margin-bottom:0in;} ul  {margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Analisis SWOT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.3in; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;strong&gt;S.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Strenght&lt;/strong&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;strong&gt; (Kekuatan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;1. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sebagai sekolah negeri pertama dan tertua di Kabupaten / &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ….&lt;br /&gt;2. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sebagai sekolah Favorit&lt;br /&gt;3. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Siswa yang masuk memiliki grade tertinggi&lt;br /&gt;4. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terdepan dalam prestasi&lt;br /&gt;5. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Memiliki visi dan misi yang jelas&lt;br /&gt;6. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Adanya seleksi khusus&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.3in; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.3in; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;b style=""&gt;W&lt;/b&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Weakness (Kelemahan)&lt;/strong&gt; &lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Daya tampung siswa belum ideal&lt;br /&gt;2. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terbatasnya lahan pengembangan sarana&lt;br /&gt;3. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Masih kurangnya kerjasama dengan lembaga lain&lt;br /&gt;4. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Belum lengkapnya fasilitas pendukung&lt;br /&gt;5. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Belum sinergis kerjasma dengan orang tua&lt;br /&gt;6. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kesiapan guru belum oftimal &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.3in; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.3in; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;b&gt;O.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;strong&gt;Opportunity&lt;/strong&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;strong&gt; (kesempatan)&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt; &lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Memiliki payung hukum yang jelas&lt;br /&gt;2. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Adanya dukungan dana dari pemerintah&lt;br /&gt;3. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Otonomi Daerah&lt;br /&gt;4. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terbukanya peluang kerjasama dengan PTN/PTS di luar negeri &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.3in; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.3in; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;b&gt;T.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Treath (ancaman)&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;1. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Munculnya sekolah lain dengan rancangan yang sama&lt;br /&gt;2. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tersainginya raihan prestasi oleh sekolah lain&lt;br /&gt;3. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pemutusan aliran dana dari pemerintah&lt;br /&gt;4. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Penolakan kerjasama dari PTN atau PTS luar negeri &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.3in; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.3in; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Hasil analisis &lt;em&gt;SWOT&lt;/em&gt; di atas menunjukan adanya sejumlah kendala (kelemahan dan dan ancaman) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.3in; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;dalam upaya mengokohkan SMA Negeri ………… menjadi Sekolah Bertraf Internasional (SBI). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.3in; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Bertolak dari analisa tersebut, maka diperlukan langkah-langkah sebagai berikut: Meminimalisir &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.3in; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;atau menghilangkan &lt;em&gt;weakness&lt;/em&gt; (kelemahan) melalui: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Mematok kuota penerimaan siswa baru sesuai dengan standar SBI&lt;br /&gt;2. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Menata keterbatasan lahan sesuai dengan kebutuhan obyektif&lt;br /&gt;3. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Meningkatkan kerjasama dengan pihak lain yang akan mendukung optimalisasi proses dan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.3in;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;hasil belajar &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.75pt; text-indent: -39.75pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Melengkapi sarana pendukung (hardware, software, brainware, netware, dataware) sesuai &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.3in;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;standar internasional.&lt;br /&gt;5. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Mensinergiskan kesepahaman antara sekolah dengan orang tua berkaitan dengan target yang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.3in;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;hendak dicapai. sesuai dengan visi dan misi.&lt;br /&gt;6. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Meningkatkan etos kerja guru untuk menghadapi perubahan teknis dan strategis &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tahun &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.3in;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;mendatang.&lt;br /&gt;Mengantisipasi Ancaman. Ancaman akan dapat diminimalisir melalui beberapa langkah teknis dan strategis baik di dalam maupun keluar, melalui :&lt;br /&gt;1. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Meningkatkan daya saing in put out put&lt;br /&gt;2. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Mengubah etos kerja guru dan oreintasi partisipasi dalam perolehan prestasi akademis dari &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.3in;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;regional ke nasional dan internasional&lt;br /&gt;3. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Meningkatkan kinerja seluruh komponen untuk meraih prestasi dan presite sesuai dengan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.3in;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;standar yang ditentukan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;4. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Memperkokoh persekutuan teknis dan strategis dengan PTN dalam dan luar negeri sesuai &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;dengan rancangan bangun standar yang dimiliki. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;Seandainya sepuluh langkah untuk meminimalisir kelemahan dan ancaman dilaksanakan, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menciptakan kondisi obyektif yang meliputi ; pikiran terbuka (&lt;em&gt;open mind&lt;/em&gt;), hati terbuka (&lt;em&gt;open heart&lt;/em&gt;) dan kemauan yang terbuka (&lt;em&gt;open will&lt;/em&gt;) Insya Allah bila ke tiga belas langkah ini ditempuh secara aktif, positif dan kontsruktif akan menempatkan posisi SMA Negeri …………. selaras dengan Visi dan Misi, yang akan mengokohkan posisinya sebagai Sekolah Bertaraf Internasional secara permanen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-8964471342474148837?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8964471342474148837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8964471342474148837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/04/pengertian-analisis-swot.html' title='PENGERTIAN ANALISIS SWOT'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-5030597534295191063</id><published>2009-03-15T22:09:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T09:59:59.932-07:00</updated><title type='text'>TUNTUTAN TERHADAP MANAJER SEKOLAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/Sb3jAVCYzXI/AAAAAAAAAHg/xMp1Upu-0XQ/s1600-h/DSCN0204.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/Sb3jAVCYzXI/AAAAAAAAAHg/xMp1Upu-0XQ/s320/DSCN0204.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313652730153717106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;            Manajemen sekolah pada dasarnya prosedur atau proses pencapaian hasil tertentu dengan mendayagunakan sumber daya yang tersedia secara produktif. Manajemen sekolah yang efektif bergantung pada kiprah sejumlah lembaga yang saling terkait. Ini termasuk Departemen Pendidikan Nasional di tingkat pusat, dinas pendidikan di daerah (provinsi dan kabupaten/kota), masyarakat lokal, guru dan staf sekolah, serta berbagai pihak lainnya. Semuanya turut berperan dalam jaringan birokrasi pengoperasian sekolah sehari-hari. Kepala Sekolah adalah penghubung paling penting dalam jaringan itu untuk menjamin keberhasilan sekolah mencapai tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Untuk dapat menjalankan perannya dengan baik, kepala sekolah harus dapat mendayagunakan semua sumber daya yang tersedia dengan cara yang paling produktif (efektif dan efisien) dalam situasi yang dinamis yang dipengaruhi berbagaii factor internal dan eksternal. Situasi ini sering terkendala oleh makin menyusutnya sumber dana dari pemerintah dan pada saat yang sama oleh semakin tingginya tuntutan untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Kepala Sekolah di banyak negara berada dalam posisi yang sulit, karena mereka diharapkan mengelola proses pendidikan dengan kualitas lebih baik dalam masa semakin menyusutnya sunber daya. Sekalipun sebagian besar kepala sekolah menghadapi masalah yang sedemikian rumit, hanya sedikit negara yang secara sungguh-sungguh memikirkan isu yang berkaitan dengan penyeleksian, pengangkatan, pelatihan, dan pendudkung bagi kepala sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Dalam praktik di Indonesia, kepala sekolah adalah guru senior yang dipandang memiliki kualifikasi menduduki jabatan itu. Biasanya guru yang dipandang baik dan cakap sebagai guru kelas yang kemudian diangkat menjadi kepala sekolah. Dalam kenyataan, banyak di antaranya yang tadinya berkinerja sangat bagus sebagai guru, menjadi tumpul setelah menjadi kepala sekolah. Umumnya mereka tidak cocok untuk mengemban tanggung jawab manajerial. Orang-orang seperti ini telah mencapai puncak inkompetensinya dan akan tetap di situ sampai pension. Bayangkan nasib sekolah jika dipimpin oleh seseorang yang sama sekali tidak kompeten.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Para Kepala Sekolah (negeri dan swasta) perlu disiapkan benar agar dapat mengelola sekolahnya dengan baik. Kebutuhan untuk lebih menyiapkan dan meningkatkan kemampuan kepala sekolah ini barangkali lebih mendesak di negara-negara sedang berkembang umumnya dan di Indonesia khususnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Unit ini dimaksudkan untuk membantu Anda merefleksikan realitas situasi di Indonesia dan tingkat pelatihan yang sekarang bagi kepala sekolah dalam kaitannya dengan perannya yang semakin rumit. Unit ini juga dirancang untuk lebih menyadarkan Anda tentang perlunya terus-menerus untuk mengembangkan diri agar dapat menjadi kepala sekolah yang efektif. Diharapkan Anda dapat menularkan hal ini kepada staf sekolah Anda agar pengembangan diri ini melembaga di sekolah Anda searah dengan upaya peningkatan kinerja sekolah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-5030597534295191063?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/5030597534295191063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/5030597534295191063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/03/tuntutan-terhadap-manajer-sekolah.html' title='TUNTUTAN TERHADAP MANAJER SEKOLAH'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/Sb3jAVCYzXI/AAAAAAAAAHg/xMp1Upu-0XQ/s72-c/DSCN0204.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-3773263503121855483</id><published>2009-03-15T19:30:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T17:32:58.661-07:00</updated><title type='text'>PERUMPAMAAN ORANG YANG BERIMAN</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Rasulullah saw. bersabda, &lt;em&gt;“Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).”&lt;/em&gt; (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peran dan tugas apa pun yang dia emban akan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., &lt;em&gt;“Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera membutuhkan manusia-manusia seperti itu. Menjadi apa pun, ia akan menjadi yang terbaik; apa pun peran dan fungsinya maka segala yang ia lakukan adalah hal-hal yang membuat orang lain, lingkungannya menjadi bahagia dan sejahtera.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Nah, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah. Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan, &lt;em&gt;“Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.”&lt;/em&gt; (An-Nahl: 68-69)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan seorang mukmin, seperti berikut ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan. Dia sangat jauh berbeda dengan lalat. Serangga yang terakhir amat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih lainnya yang mengandung bahan madu atau nektar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt; (Al-Baqarah: 168)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt; (Al-A’raf: 157)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Karenanya, jika ia mendapatkan amanah dia akan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan melakukan korupsi, pencurian, penyalahgunaan wewenang, manipulasi, penipuan, dan dusta. Sebab, segala kekayaan hasil perbuatan-perbuatan tadi adalah merupakan khabaits (kebusukan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Mengeluarkan yang bersih.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Siapa yang tidak kenal madu lebah. Semuanya tahu bahwa madu mempunyai khasiat untuk kesehatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Dia produktif dengan kebaikan, bahkan dari organ tubuh yang pada binatang lain hanya melahirkan sesuatu yang menjijikan. Belakangan, ditemukan pula produk lebah selain madu yang juga diyakini mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan: liurnya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Seorang mukmin adalah orang yang produktif dengan kebajikan. &lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.”&lt;/em&gt; (Al-Hajj: 77)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Al-khair&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt; adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (&lt;em&gt;irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum&lt;/em&gt;). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Tidak pernah merusak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merusak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan perusakan dalam hal apa pun: baik material maupun nonmaterial. Bahkan dia selalu melakukan perbaikan-perbaikan terhadap yang dilakukan orang lain dengan cara-cara yang tepat. Dia melakukan perbaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu. Jika kerusakan terjadi akibat korupsi, ia memberantasnya dengan menjauhi perilaku buruk itu dan mengajukan koruptor ke pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Bekerja keras&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras? &lt;em&gt;“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”&lt;/em&gt; (Alam Nasyrah: 7)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Kerja keras dan semangat pantang kendur itu lebih dituntut lagi dalam upaya menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang banyak yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia –kecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya “dirugikan” dalam upaya penegakkan keadilan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:11;"&gt;Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:11;"&gt;Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman. &lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”&lt;/em&gt; (Ash-Shaff: 4)&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:11;"&gt;Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:11;"&gt;Lebah tidak pernah memulai menyerang. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:11;"&gt;Ia akan menyerang hanya manakala merasa terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:11;"&gt;Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Allahu a’lam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-3773263503121855483?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3773263503121855483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3773263503121855483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/03/perumpamaan-orang-yang-beriman.html' title='PERUMPAMAAN ORANG YANG BERIMAN'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-3367264727376738991</id><published>2009-02-17T06:08:00.000-08:00</published><updated>2009-05-25T17:39:18.198-07:00</updated><title type='text'>Menolak Tawaran Jabatan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Oleh : Uti Konsen.U.M&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"Jabatan adalah puncak keriyaan, kesenangan jiwa, dan sasaran tipu daya setan. Orang–orang saleh tidak mau menerima jabatan publik kecuali terpaksa". (Abu Bakar Al Anthaki)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dikisahkan ada seorang saleh zaman doeloe diminta untuk memimpin lembaga peradilan. Ia berkonsultasi dengan gurunya, "Wahai guru, apabila aku jadi diangkat sebagai hakim, tidak ada yang akan aku lakukan kecuali amar ma’ruf nahi mungkar ". Sang guru memberi nasehat : "Sebenarnya apa yang ada dalam benakmu tersebut hanyalah tipu daya setan. Sebab, orang-orang sebelum kamu tidak mampu menegakkan apa yang engkau ucapkan ". Muhammad bin Al-Wasi’ menambahkan : "Orang yang pertama kali didakwa pada Hari Kiamat adalah para hakim, dan sangat sedikit dari mereka yang selamat".&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Suatu ketika Syaikh Al-Muzani ditawari jabatan hakim agung oleh seorang gubernur di Irak. Beliau menolak. Alasannya, masih banyak orang yang layak memegang jabatan tersebut. Namun gubernur memaksanya untuk menerima jabatan tersebut. Akhirnya Al Muzani menerima tawaran itu, namun dengan satu syarat : "Engkau dan orang-orang di lingkungan kekuasaanmu bersedia dihukum olehku jika melakukan kekeliruan ". Sang gubernur berkata, "Aku memilihmu sebagai hakim agung karena aku yakin engkau dapat menghukumku jika aku berbuat salah. Sebab, aku perhatikan, hakim-hakim di lingkunganku tidak mau menghukumku dan kerabatku jika melakukan kekeliruan. Aku bersyukur kepada Allah mendapatkan orang sepertimu. Semoga Allah memperbanyak manusia yang bermental seperti dirimu ".&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dari Buraidah RA, Rasulullah SAW bersabda : "Hakim itu terdiri atas tiga kelompok, dua kelompok berada di neraka dan satu kelompok berada di surga. Kelompok pertama adalah hakim yang mengetahui kebenaran (fakta) kemudian ia menetapkan keputusannya berdasarkan kebenaran tersebut, maka ia akan berada di surga". "Kelompok kedua, lanjut Nabi Muhammad dalam hadis Hakim itu, "Adalah hakim yang tahu kebenaran (fakta) tetapi ia tidak memutuskan berdasarkan kebenaran itu, maka ia berlaku zalim dan tempatnya adalah di neraka. Ketiga, hakim yang tidak tahu kebenaran (fakta) dan ia menetapkan keputusan kepada manusia berdasarkan kebodohannya, maka tempatnya di neraka ".&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Didalam buku ‘ 99 Akhlak Sufi " oleh ‘Abd Al-Wahhab Al-Sya’rani antara lain dikatakan, "Beberapa sufi ada yang tidak mengizinkan pengikut mereka untuk menjadi pejabat pada suatu lembaga atau memegang amanat yang tidak mengandung unsur keselamatan di dalamnya." Muhammad bin Al-Wasi berkata, ‘ Orang yang pertama kali didakwa pada Hari Kiamat adalah para hakim, dan sangat sedikit dari mereka yang selamat ".&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Umar bin Khathab, seseorang yang dianggap sebagai penghulu sufi, tidak pernah terlelap dalam tidur, siang atau malam, selama ia menjadi khalifah. Ketika ditanya tentang sebabnya, beliau menjawab, "Jika aku tidur di waktu siang, urusan rakyatku akan terbengkalai. Sedangkan, jika aku tidur di waktu malam, urusan Tuhanku terabaikan ". Ketika Umar dilantik menjadi khalifah kedua, beliau berkata antara lain "Kalaulah aku tahu ada di antara kamu lebih baik dan lebih kuat dariku dalam menjalankan tanggung jawab sebagai khalifah, aku lebih rela leherku dipotong daripada menerima jabatan itu ". Ketika hampir wafat setelah ditikam, beliau berpesan kepada anaknya Abdullah, "Wahai Abdullah, keluarga Umar tidak menaruh niat sedikit pun untuk menjadi khalifah. Cukuplah di kalangan mereka Umar Al Khattab saja yang akan ditanya oleh Allah SWT tentang tanggung jawabnya terhadap umatnya. Anakku, sekali-kali jangan, jangan engkau mengingat-ingat akan jabatan khalifah ini…"&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Fudhail bin ‘Iyadh berkata, "Orang yang mencintai kekuasaan senang menceritakan aib orang lain dan membenci untuk menceritakan kebaikan orang demi menjaga kewibawaannya dan mempertahankan kekuasaannya." Imam Syafei memberi nasehat, "Jauhilah orang yang suka mencari kedudukan atau meminta jabatan. Sebaliknya, dekatilah orang-orang yang meninggalkan kekuasaan dan membenci kedudukan". Imam Syafei ketika ditawari jabatan memerintah, ditolaknya. Demikian pula Imam Ahmad. Namun mereka tetap memberi nasehat kepada pemerintah agar berlaku adil.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi dalam bukunya ‘Meninjau Sistem Pemerintahan Islam’ antara lain menulis " … dalam sejarah Islam seperti yang dipraktekkan oleh ulama-ulama besar, salafussoleh, tokoh-tokoh sahabat, imam mazhab yang empat dan lain-lain, jabatan sebagai pemerintah tidak direbut atau diminta-minta. Mereka bukan saja tidak berani mengaku untuk bersikap adil pada rakyat, bahkan mereka merasa takkan mampu berlaku adil. Karena jabatan itu tidak diminta-minta bahkan ditolak ketika ditawarkan. Mereka sanggup didera daripada jadi Pemerintah. Tidak pernah terjadi di kalangan mereka ada yang dipenjara karena gila merebut kekuasaan. Rasulullah sendiri pun pernah menolak permintaan Abu Hurairah yang meminta untuk menjadi Pemerintah. Sedangkan sahabat itu adalah orang yang cukup baik ".&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Abu Sa’id bin Samurah RA berkata bahwa Rasul SAW telah bersabda kepada saya : "Ya Abu Sa’id , jangan menuntut kedudukan dalam kepemimpinan/pemerintahan karena jika kau diserahi jabatan tanpa diminta, kau akan dibantu oleh Allah dalam melaksanakan tugasnya. Tetapi kalau dalam jabatan itu karena permintaanmu, maka akan diserahkan keatas bahumu atau kebijaksanaan sendiri. Dan apabila engkau telah bersumpah untuk sesuatu kemudian ternyata jika kau lakukan lainnya akan lebih baik, maka tebuslah sumpah itu dan kerjakan apa yang lebih baik itu " (HR.Bukhari dan Muslim). Wallahualam. ** &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-3367264727376738991?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3367264727376738991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3367264727376738991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/02/menolak-tawaran-jabatan.html' title='Menolak Tawaran Jabatan'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-3034713580883338130</id><published>2009-01-31T05:44:00.000-08:00</published><updated>2009-05-25T17:41:32.683-07:00</updated><title type='text'>Sejarah NU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYRXAdEUllI/AAAAAAAAAEo/7l91VNABx5k/s1600-h/gbr3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 208px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYRXAdEUllI/AAAAAAAAAEo/7l91VNABx5k/s320/gbr3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297454727008917074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Keterbelakangan baik secara mental, maupun ekonomi yang dialami bangsa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;, akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi, telah menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini, melalui jalan pendidikan dan organisasi. Gerakan yang muncul &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1908" title="1908"&gt;1908&lt;/a&gt; tersebut dikenal dengan "&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebangkitan_Nasional" title="Kebangkitan Nasional"&gt;Kebangkitan Nasional&lt;/a&gt;". Semangat kebangkitan memang terus menyebar ke mana-mana - setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai jawabannya, muncullah berbagai organisasi pendidikan dan pembebasan. Kalangan pesantren yang selama ini gigih melawan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kolonialisme" title="Kolonialisme"&gt;kolonialisme&lt;/a&gt;, merespon kebangkitan nasional tersebut dengan membentuk organisasi pergerakan, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nahdlatul_Wathan" title="Nahdlatul Wathan"&gt;Nahdlatul Wathan&lt;/a&gt; (Kebangkitan Tanah Air) pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1916" title="1916"&gt;1916&lt;/a&gt;. Kemudian pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1918" title="1918"&gt;1918&lt;/a&gt; didirikan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Taswirul_Afkar&amp;amp;action=edit" title="Taswirul Afkar"&gt;Taswirul Afkar&lt;/a&gt; atau dikenal juga dengan "Nahdlatul Fikri" (kebangkitan pemikiran), sebagai wahana pendidikan sosial politik kaum dan keagamaan kaum santri. Dari situ kemudian didirikan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nahdlatut_Tujjar&amp;amp;action=edit" title="Nahdlatut Tujjar"&gt;Nahdlatut Tujjar&lt;/a&gt;, (pergerakan kaum saudagar). Serikat itu dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Dengan adanya &lt;i&gt;Nahdlatul Tujjar&lt;/i&gt; itu, maka &lt;i&gt;Taswirul Afkar&lt;/i&gt;, selain tampil sebagai kelompok studi juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota.  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Suatu waktu Raja &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Saud" title="Ibnu Saud"&gt;Ibnu Saud&lt;/a&gt; hendak menerapkan asas tunggal yakni mazhab &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wahabi" title="Wahabi"&gt;Wahabi&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah" title="Mekkah"&gt;Mekkah&lt;/a&gt;, serta hendak menghancurkan semua peninggalan sejarah Islam maupun pra Islam, yang selama ini banyak diziarahi karena dianggap &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bidah" title="Bidah"&gt;bidah&lt;/a&gt;. Gagasan kaum Wahabi tersebut mendapat sambutan hangat dari kaum modernis di Indonesia, baik kalangan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammadiyah" title="Muhammadiyah"&gt;Muhammadiyah&lt;/a&gt; di bawah pimpinan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Dahlan" title="Ahmad Dahlan"&gt;Ahmad Dahlan&lt;/a&gt; maupun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=PSII&amp;amp;action=edit" title="PSII"&gt;PSII&lt;/a&gt; di bawah pimpinan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/HOS_Tjokroaminoto" title="HOS Tjokroaminoto"&gt;HOS Tjokroaminoto&lt;/a&gt;. Sebaliknya, kalangan pesantren yang selama ini membela keberagaman, menolak pembatasan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab" title="Mazhab"&gt;bermazhab&lt;/a&gt; dan penghancuran warisan peradaban tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan sikapnya yang berbeda itu kalangan pesantren dikeluarkan dari anggota &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kongres_Al_Islam&amp;amp;action=edit" title="Kongres Al Islam"&gt;Kongres Al Islam&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta" title="Yogyakarta"&gt;Yogyakarta&lt;/a&gt; pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1925" title="1925"&gt;1925&lt;/a&gt;. Akibatnya kalangan pesantren juga tidak dilibatkan sebagai delegasi dalam Mu'tamar 'Alam Islami (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kongres_Islam_Internasional&amp;amp;action=edit" title="Kongres Islam Internasional"&gt;Kongres Islam Internasional&lt;/a&gt;) di Mekkah yang akan mengesahkan keputusan tersebut. Sumber lain menyebutkan bahwa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasyim_Asy%27ari" title="Hasyim Asy'ari"&gt;K.H. Hasyim Asy'ari&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wahab_Hasbullah&amp;amp;action=edit" title="Wahab Hasbullah"&gt;K.H. Wahab Hasbullah&lt;/a&gt; dan sesepuh NU lainnya melakukan &lt;i&gt;walk out&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Didorong oleh minatnya yang gigih untuk menciptakan kebebasan bermazhab serta peduli terhadap pelestarian warisan peradaban, maka kalangan pesantren terpaksa membuat delegasi sendiri yang dinamakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komite_Hejaz&amp;amp;action=edit" title="Komite Hejaz"&gt;Komite Hejaz&lt;/a&gt;, yang diketuai oleh K.H. Wahab Hasbullah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Atas desakan kalangan pesantren yang terhimpun dalam Komite Hejaz, dan tantangan dari segala penjuru umat Islam di dunia, maka Raja Ibnu Saud mengurungkan niatnya. Hasilnya, hingga saat ini di Mekkah bebas dilaksanakan ibadah sesuai dengan mazhab mereka masing-masing. Itulah peran internasional kalangan pesantren pertama, yang berhasil memperjuangkan kebebasan bermazhab dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah dan peradaban yang sangat berharga.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berangkan komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc, maka setelah itu dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis, untuk mengantisipasi perkembangan zaman. Maka setelah berkordinasi dengan berbagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kiai" title="Kiai"&gt;kiai&lt;/a&gt;, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh K.H. Hasyim Asy'ari sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rais_Akbar&amp;amp;action=edit" title="Rais Akbar"&gt;Rais Akbar&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk menegaskan prisip dasar orgasnisai ini, maka K.H. Hasyim Asy'ari merumuskan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kitab_Qanun_Asasi&amp;amp;action=edit" title="Kitab Qanun Asasi"&gt;kitab Qanun Asasi&lt;/a&gt; (prinsip dasar), kemudian juga merumuskan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kitab_I%27tiqad_Ahlussunnah_Wal_Jamaah&amp;amp;action=edit" title="Kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah"&gt;kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah&lt;/a&gt;. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Khittah_NU&amp;amp;action=edit" title="Khittah NU"&gt;khittah NU&lt;/a&gt;, yang dijadikan sebagai dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan dan politik.&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;a name="Paham_Keagamaan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Paham Keagamaan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;NU menganut paham &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahlussunah_waljama%27ah" title="Ahlussunah waljama'ah"&gt;Ahlussunah waljama'ah&lt;/a&gt;, sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrim &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aqli&amp;amp;action=edit" title="Aqli"&gt;aqli&lt;/a&gt; (rasionalis) dengan kaum ekstrim &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Naqli&amp;amp;action=edit" title="Naqli"&gt;naqli&lt;/a&gt; (skripturalis). Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an" title="Al-Qur'an"&gt;al-Qur'an&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunnah" title="Sunnah"&gt;sunnah&lt;/a&gt;, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. &lt;span style="" lang="ES"&gt;Cara berpikir semacam itu dirujuk dari pemikir terdahulu seperti Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam bidang &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teologi" title="Teologi"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;teologi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;. Kemudian dalam bidang &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fikih&amp;amp;action=edit" title="Fikih"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;fikih&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; mengikuti satu mazhab:&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syafi%27i" title="Syafi'i"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Syafi'i&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; Sementara dalam bidang &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tasawuf" title="Tasawuf"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;tasawuf&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;, mengembangkan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi, yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syariat" title="Syariat"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;syariat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Gagasan kembali kekhittah pada tahun &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1984" title="1984"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;1984&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;, merupakan momentum penting untuk menafsirkan kembali ajaran ahlussunnah wal jamaah, serta merumuskan kembali metode berpikir, baik dalam bidang fikih maupun sosial. Serta merumuskan kembali hubungan NU dengan negara. Gerakan tersebut berhasil kembali membangkitkan gairah pemikiran dan dinamika sosial dalam NU.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;a name="Basis_Pendukung"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Basis Pendukung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Jumlah warga NU yang merupakan basis pendukungnya diperkirakan mencapai lebih dari 80 juta orang , yang mayoritas di pulau jawa, kalimantan, sulawesi dan sumatra dengan beragam profesi, yang sebagian besar dari mereka adalah rakyat jelata, baik di kota maupun di desa. Mereka memiliki kohesifitas yang tinggi karena secara sosial ekonomi memiliki problem yang sama, selain itu mereka juga sangat menjiwai ajaran ahlususunnah wal jamaah. Pada umumnya mereka memiliki ikatan cukup kuat dengan dunia pesantren yang merupakan pusat pendidikan rakyat dan cagar budaya NU.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Basis pendukung NU ini mengalami pergeseran, sejalan dengan pembangunan dan perkembangan industrialisasi, maka penduduk NU di desa banyak yang bermigrasi ke kota memasuki sektor industri. Maka kalau selama ini basis NU lebih kuat di sektor petani di pedesaan, maka saat di sektor buruh di perkotaan, juga cukup dominan. Demikian juga dengan terbukanya sistem pendidikan, basisi intelektual dalam Nu juga semakin meluas, sejalan dengan cepatnya mobilitas sosial yang terjadi selama ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;a name="Tujuan_dan_Usaha_Organisasi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tujuan dan Usaha Organisasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h3&gt;&lt;a name="Tujuan_Organisasi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tujuan Organisasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah waljama'ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;    &lt;h3&gt;&lt;a name="Usaha_Organisasi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Usaha Organisasi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di      bidang agama, melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa      persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dalam perbedaan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di      bidang pendidikan, menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan      nilai-nilai Islam, untuk membentuk muslim yang bertakwa, berbudi luhur,      berpengetahuan luas.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di      bidang sosial budaya, mengusahakan kesejahteraan rakyat serta kebudayaan      yang sesuai dengan nilai keislaman dan kemanusiaan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di      bidang ekonomi, mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil      pembangunan, dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi rakyat.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Mengembangkan usaha lain      yang bermanfaat bagi masyarakat luas.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;h2&gt;&lt;a name="Struktur_Organisasi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Struktur Organisasi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengurus      Besar (tingkat Pusat)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengurus      Wilayah (tingkat Propinsi)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengurus      Cabang (tingkat Kabupaten/Kota) atau Pengurus Cabang Istimewa untuk      kepengurusan di luar negeri&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengurus      Majlis Wakil Cabang / MWC (tingkat Kecamatan)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pengurus Ranting (tingkat      Desa / Kelurahan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;Untuk Pusat, Wilayah, Cabang, dan Majelis Wakil Cabang, setiap kepengurusan terdiri dari:&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Mustayar (Penasihat)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Syuriyah (Pimpinan      tertinggi)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Tanfidziyah (Pelaksana      Harian)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;Untuk Ranting, setiap kepengurusan terdiri dari:&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Syuriyah (Pimpinan      tertinggi)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Tanfidziyah (Pelaksana      harian)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;h2&gt;&lt;a name="Jaringan_Organisasi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Jaringan Organisasi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;Hingga akhir tahun 2000, jaringan organisasi NU meliputi:&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;31 Wilayah&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;339 Cabang&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;12 Cabang Istimewa&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;2.630 Majelis Wakil Cabang      / MWC&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;37.125 Ranting&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;h2&gt;&lt;a name="NU_dan_Politik"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;NU dan Politik&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pertama kali NU terjun pada politik praktis pada saat menyatakan memisahkan diri dengan Masyumi pada tahun 1952 dan kemudian mengikuti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemilu_1955" title="Pemilu 1955"&gt;pemilu 1955&lt;/a&gt;. NU cukup berhasil dengan merahil 45 kursi DPR dan 91 kursi Konstituante. Pada masa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi_Terpimpin" title="Demokrasi Terpimpin"&gt;Demokrasi Terpimpin&lt;/a&gt; NU dikenal sebagai partai yang mendukung &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sukarno" title="Sukarno"&gt;Sukarno&lt;/a&gt;. Setelah PKI memberontak, NU tampil sebagai salah satu golongan yang aktif menekan PKI, terutama lewat sayap pemudanya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=GP_Ansor&amp;amp;action=edit" title="GP Ansor"&gt;GP Ansor&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;NU kemudian menggabungkan diri dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Persatuan_Pembangunan" title="Partai Persatuan Pembangunan"&gt;Partai Persatuan Pembangunan&lt;/a&gt; pada tanggal 5 Januari 1973 atas desakan penguasa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orde_baru" title="Orde baru"&gt;orde baru&lt;/a&gt;. Mengikuti pemilu 1977 dan 1982 bersama PPP. Pada muktamar NU di Situbondo, NU menyatakan diri untuk 'Kembali ke Khittah 1926' yaitu untuk tidak berpolitik praktis lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun setelah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reformasi_1998&amp;amp;action=edit" title="Reformasi 1998"&gt;reformasi 1998&lt;/a&gt;, muncul partai-partai yang mengatasnamakan NU. Yang terpenting adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Kebangkitan_Bangsa" title="Partai Kebangkitan Bangsa"&gt;Partai Kebangkitan Bangsa&lt;/a&gt; yang dideklarasikan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdurrahman_Wahid" title="Abdurrahman Wahid"&gt;Abdurrahman Wahid&lt;/a&gt;. Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemilu_1999" title="Pemilu 1999"&gt;pemilu 1999&lt;/a&gt; PKB memperoleh 51 kursi DPR dan bahkan bisa mengantarkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdurrahman_Wahid" title="Abdurrahman Wahid"&gt;Abdurrahman Wahid&lt;/a&gt; sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden_RI" title="Presiden RI"&gt;Presiden RI&lt;/a&gt;. Pada pemilu 2004, PKB memperoleh 52 kursi DPR.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-3034713580883338130?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3034713580883338130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3034713580883338130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/01/sejarah-nu.html' title='Sejarah NU'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYRXAdEUllI/AAAAAAAAAEo/7l91VNABx5k/s72-c/gbr3.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-464552203340786525</id><published>2009-01-31T05:42:00.000-08:00</published><updated>2009-05-25T18:28:07.546-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Sekarang Dan Masa Depan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat.Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tujuan pendidikan yang kita harapkan adalah mencerdaskan kehidupan      bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang      beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti      luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan      rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta rasa tanggung jawab      kemasyarakatan dan kebangsaan". Pendidikan harus mampu mempersiapkan      warga negara agar dapat berperan aktif dalam seluruh lapangan kehidupan,      cerdas, aktif, kreatif, terampil, jujur, berdisiplin dan bermoral tinggi,      demokratis, dan toleran dengan mengutamakan persatuan bangsa dan bukannya      perpecahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Mempertimbangkan pendidikan anak-anak sama dengan mempersiapkan      generasi yang akan datang. Hati seorang anak bagaikan sebuah plat      fotografik yang tidak bergambar apa-apa, siap merefleksikan semua yang      ditampakkan padanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Empat pilar pendidikan sekarang dan masa depan yang dicanangkan oleh      UNESCO yang perlu dikembangkan oleh lembaga pendidikan formal, yaitu: (1)      learning to Know (belajar untuk mengetahui), (2) learning to do (belajar      untuk melakukan sesuatu) dalam hal ini kita dituntut untuk terampil dalam      melakukan sesuatu, (3) learning to be (belajar untuk menjadi seseorang),      dan (4) learning to live together (belajar untuk menjalani kehidupan      bersama). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dalam rangka merealisasikan `learning to know`, Guru seyogyanya      berfungsi sebagai fasilitator. Di samping itu guru dituntut untuk dapat      berperan sebagai teman sejawat dalam berdialog dengan siswa dalam mengembangkan      penguasaan pengetahuan maupun ilmu tertentu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Learning to do (belajar untuk melakukan sesuatu) akan bisa berjalan      jika sekolah memfasilitasi siswa untuk mengaktualisasikan keterampilan      yang dimilikinya, serta bakat dan minatnya. Walaupun bakat dan minat anak      banyak dipengaruhi unsur keturunan namun tumbuh berkembangnya bakat dan      minat tergantung pada lingkungannya. Keterampilan dapat digunakan untuk      menopang kehidupan seseorang bahkan keterampilan lebih dominan daripada      penguasaan pengetahuan dalam mendukung keberhasilan kehidupan seseorang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pendidikan yang diterapkan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat      atau kebutuhan dari daerah tempat dilangsungkan pendidikan. Unsur muatan      lokal yang dikembangkan harus sesuai dengan kebutuhan daerah setempat.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;     learning to be (belajar untuk menjadi seseorang) erat hubungannya dengan      bakat dan minat, perkembangan fisik dan kejiwaan, tipologi pribadi anak      serta kondisi lingkungannya. Bagi anak yang agresif, proses pengembangan      diri akan berjalan bila diberi kesempatan cukup luas untuk berkreasi.      Sebaliknya bagi anak yang pasif, peran guru dan guru sebagai pengarah      sekaligus fasilitator sangat dibutuhkan untuk pengembangan diri siswa      secara maksimal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kebiasaan hidup bersama, saling menghargai, terbuka, memberi dan      menerima (take and give), perlu ditumbuhkembangkan. Kondisi seperti ini      memungkinkan terjadinya proses "learning to live together"      (belajar untuk menjalani kehidupan bersama). Penerapan pilar keempat ini      dirasakan makin penting dalam era globalisasi/era persaingan global. Perlu      pemupukkan sikap saling pengertian antar ras, suku, dan agama agar tidak      menimbulkan berbagai pertentangan yang bersumber pada hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;     Dengan demikian, tuntutan pendidikan sekarang dan masa depan harus      diarahkan pada peningkatan kualitas kemampuan intelektual dan profesional      serta sikap, kepribadian dan moral manusia Indonesia pada umumnya. Dengan      kemampuan dan sikap manusia Indonesia yang demikian diharapkan dapat      mendudukkan diri secara bermartabat di masyarakat dunia di era globalisasi      ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Mengenai kecenderungan merosotnya pencapaian hasil pendidikan selama      ini, langkah antisipatif yang perlu ditempuh adalah mengupayakan      peningkatan partisipasi masyarakat terhadap dunia pendidikan, peningkatan      kualitas dan relevansi pendidikan, serta perbaikan manajemen di setiap      jenjang, jalur, dan jenis pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan      di daerah, khususnya di kabupaten/kota, seyogyanya dikaji lebih dulu      kondisi obyektif dari unsur-unsur yang terkait pada mutu pendidikan,      yaitu: (1) Bagaimana kondisi gurunya? (persebaran, kualifikasi, kompetensi      penguasaan materi, kompetensi pembelajaran, kompetensi sosial-personal,      tingkat kesejahteraan); (2) Bagaimana kurikulum disikapi dan diperlakukan      oleh guru dan pejabat pendidikan daerah?; (3) Bagaimana bahan belajar yang      dipakai oleh siswa dan guru? (proporsi buku dengan siswa, kualitas buku      pelajaran); (4) Apa saja yang dirujuk sebagai sumber belajar oleh guru dan      siswa?; (5) Bagaimana kondisi prasarana belajar yang ada?; (6) Adakah      sarana pendukung belajar lainnya? (jaringan sekolah dan masyarakat,      jaringan antarsekolah, jaringan sekolah dengan pusat-pusat informasi); (7)      Bagaimana kondisi iklim belajar yang ada saat ini?. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Mutu pendidikan dapat ditingkatkan dengan melakukan serangkaian      pembenahan terhadap segala persoalan yang dihadapi. Pembenahan itu dapat      berupa pembenahan terhadap kurikulum pendidikan yang dapat memberikan      kemampuan dan keterampilan dasar minimal, menerapkan konsep belajar tuntas      dan membangkitkan sikap kreatif, demokratis dan mandiri. Perlu      diidentifikasi unsur-unsur yang ada di daerah yang dapat dimanfaatkan      untuk memfasilitasi proses peningkatan mutu pendidikan, selain pemerintah      daerah, misalnya kelompok pakar, paguyuban mahasiswa, lembaga swadaya      masyarakat daerah, perguruan tinggi, organisasi massa, organisasi politik,      pusat penerbitan, studio radio/TV daerah, media masa/cetak daerah, situs      internet, dan sanggar belajar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sumber: www.pendidikan.net &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Penulis: M. Sobry Sutikno (Mahasiswa S.3 UNJ / Direktur Eksekutif YNTP Research and Development NTB)&lt;br /&gt;Email : sobry@sobrysutikno.com &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Website: http://sobrysutikno.com &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-464552203340786525?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/464552203340786525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/464552203340786525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/01/pendidikan-sekarang-dan-masa-depan.html' title='Pendidikan Sekarang Dan Masa Depan'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-8695158908012486313</id><published>2009-01-30T16:51:00.000-08:00</published><updated>2009-05-25T17:55:20.351-07:00</updated><title type='text'>SUKSES UJIAN NASIONAL 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYRUeDwYHEI/AAAAAAAAAEg/DlIIFngZ8jU/s1600-h/11062007325.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 215px; height: 161px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYRUeDwYHEI/AAAAAAAAAEg/DlIIFngZ8jU/s320/11062007325.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297451937075567682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam rangka mempersiapkan anak didik menghadapi Ujian Nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 s.d. 24 April 2009 sehingga diharapkan peserta didik tidak hanya mampu melewati batas minimal lulus ujian seperti yang tertera dalam Permen 77 tahun 2008 , tetapi peserta didik dapat pula meningkatkan perolehan nilai Ujian Nasional dari tahun-tahun sebelumnya , maka sekolah , orang tua siswa (komite) dan lembaga pendidikan perlu berbagi peran seperti yang telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dalam Rakerdin-nya , antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;PERAN &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;DINAS&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;PENDIDIKAN&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;mensosialisasi target ujian kepada Kepala Sekolah dan kelompok MGMP&lt;br /&gt;2. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;melaksanakan ujicoba sekurang-kurangnya 2 kali&lt;br /&gt;3. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;mensosialisasi strategi peningkatan daya serap kepada kelompok MGMP&lt;br /&gt;4. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;mensosialisasi Kisi-Kisi Ujian Nasional tahun 2009&lt;br /&gt;5. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;bersama Jaringan Inovasi Pendidikan ( JIP ) menyiapkan /menghimpun latihan soal&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;dan mendistribusikan ke kelompok MGMP dan MKKS&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;PERAN MKKS&lt;br /&gt;1. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;melaksanakan ujicoba sebanyak 1 kali&lt;br /&gt;2. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;membantu melakukan sosialisasi SKL&lt;br /&gt;3. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;membantu distribusi himpunan latihan soal&lt;br /&gt;4. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;mensosialisasi strategy peningkatan daya serap kepada MGMP&lt;br /&gt;5. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;melakukan evaluasi secara periodik ketercapaian targeyt daya serap dan rata-rata nilai&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;PERAN MGMP&lt;br /&gt;1. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;mensosialisasi strategi peningkatan saya serap&lt;br /&gt;2. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;menterjemahkan Kisi-Kisi Ujian Nasional menjadi kisi-kisi soal try out&lt;br /&gt;3. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;menyiapkan soal-soal latihan&lt;br /&gt;4. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;melakukan analisis hasil try out&lt;br /&gt;5. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;menentukan strategi tindak lanjut hasil try out&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;PERAN&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;KEPALA&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; SEKOLAH&lt;br /&gt;1. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;menentukan target capaian nilai disekolahnya masing-masing (ditulis di meja kerjanya)&lt;br /&gt;2.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;mengadakan kontrak kinerja dengan guru pengajar UN di sekolahnya&lt;br /&gt;3. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;mengontrol pelaksanaan pembelajaran mapel UN&lt;br /&gt;4. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;memfasilitasi guru mapel UN melaksanakan pembelajaran tambahan di sekolah&lt;br /&gt;5. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;menggerakkan guru BK untuk membantu membimbing siswa&lt;br /&gt;6. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;bersama guru UN melaksanakan latihan ujian di tingkat sekolah&lt;br /&gt;7. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;melakukan pemantauan capaian target dan menyusun strategy peningkatannya&lt;br /&gt;8. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;memberikan reward dan punishment kepada guru UN&lt;br /&gt;9. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;rajin berdoa dan beribadah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;PERAN GURU&lt;br /&gt;1. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;menetapkan target masing&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; kelas yang diampunya (ditulis pada bagian atas daftar nilai)&lt;br /&gt;2.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;melaksanakan sosialisasi terget capaian sekolah kepada siswa&lt;br /&gt;3. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;membimbing siswa menetapkan target pribadi&lt;br /&gt;4. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;melaksanakan pembelajaran secara efektif dengan berbagai strategy&lt;br /&gt;5. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;memantau pembelajaran siswa&lt;br /&gt;6. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;melakukan analisis hasil trayout dan melaksanakan tindak lanjut&lt;br /&gt;7. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;melaksanakan pembimbingan siswa&lt;br /&gt;8. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;melakusanakan refleksi diri untuk mengetahui kekurangannya dalam mengajar&lt;br /&gt;9. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;rajin berdoa dan beribadah&lt;/p&gt;PERAN SISWA&lt;br /&gt;1. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;menetapkan target pribadi ( ditulis pada halaman depan buku catatannya )&lt;br /&gt;2.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;mengikuti pembelajaran bersama guru&lt;br /&gt;3. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;giat belajar dan berlatih&lt;br /&gt;4. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;memantau perolehan nilai setiap kali ulangan harian dan try out&lt;br /&gt;5. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;melakukan refleksi diri untuk mengetahui kelemahan dalam belajar&lt;br /&gt;6. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;rajin berdoa dan beribadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERAN ORANG TUA&lt;br /&gt;1. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;memotivasi anak untuk selalu giat belajar&lt;br /&gt;2.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;mendorong dan mendukung siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar kelompok , les                 yang     dilakukan sekolah , privat dan segala hal yang berkaitan dengan persiapan ujian                     nasional.&lt;br /&gt;3. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;melakukan proses bimbingan di rumah secara intensif kepada anak , baik terhadap                         kesiapan     akademik maupun mental.&lt;br /&gt;4. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;selalu mengawasi anak terutama dalam aktifitas di luar sekolah agar tidak banyak                         membuang     waktu dengan percuma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;melakukan pemantauan terhadap kesiapan anak dalam menghadapi Ujian Nasional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="" lang="SV"&gt;membuatkan jadwal belajar di rumah , setelah anak mengikuti kegiatan tatap muka di kelas&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;span style="" lang="SV"&gt;membatasi anak untuk tidak terlalu banyak aktif dalam kegiatan , baik ektrakurikuler&lt;br /&gt; maupun &lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;kegiatan di luar lainnya.&lt;br /&gt;8. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;memperbanyak ibadah dan berdo’a.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-8695158908012486313?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8695158908012486313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8695158908012486313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/01/sukses-ujian-nasional-2009.html' title='SUKSES UJIAN NASIONAL 2009'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYRUeDwYHEI/AAAAAAAAAEg/DlIIFngZ8jU/s72-c/11062007325.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-5305790123054186632</id><published>2009-01-29T19:39:00.000-08:00</published><updated>2009-05-25T17:56:47.572-07:00</updated><title type='text'>Mencari Haji Mabrur yang Transformatif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYJ4Ij6AmxI/AAAAAAAAAEY/zCQ0xEHP4aA/s1600-h/MADINA-2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 366px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYJ4Ij6AmxI/AAAAAAAAAEY/zCQ0xEHP4aA/s320/MADINA-2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296928200213961490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh : Dr.-Ing. H. Fahmi Amhar&lt;br /&gt;Penulis “Buku Pintar Calon Haji”,&lt;br /&gt;Alumni ESQ Eksekutif Nasional angk. 37&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap tahun minimal dua ratus ribu manusia Indonesia berada di antara hampir tiga juta lebih muslim yang berhaji di tanah suci. Demikianlah sudah berjalan berpuluh tahun. Maka kita pantas bertanya, sejauh mana para haji ini bisa memberi manfaat bagi sekitarnya. Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi sekitarnya”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya haji hanya dipandang sekedar rutinitas ritual - apalagi bagi sebagian orang: rutinitas bisnis – niscaya jutaan alumni tanah suci ini hanya menghambur-hamburkan devisa negara. Sama seperti orang yang sholat lima waktu, namun terus saja korupsi (sholatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar). Atau orang yang puasa namun yang didapat cuma lapar dan hausnya saja.&lt;br /&gt;Ini artinya, para haji harus mampu menghayati inti ajaran haji. Dan tulisan ini mencoba menguraikan secara singkat, bagaimana mendapatkan haji yang transformatif, haji yang mengubah masyarakat, dari masyarakat yang bodoh ke masyarakat yang cerdas, dari masyarakat tertindas ke masyarakat merdeka, dari masyarakat jahiliyah ke masyarakat Islami, tanpa menafikan pluralitas di dalamnya.&lt;br /&gt;Pelajaran Lima Inti Ritual Haji&lt;br /&gt;Haji memiliki lima ritual inti, yakni ihram, thawaf, sa’i, wukuf dan melempar jumrah. Apa pelajaran yang harus dihayati oleh lima inti ritual ini?&lt;br /&gt;Ihram adalah simbol penyucian diri. Sungguh manusia diciptakan dalam keadaan sama, tidak punya apa-apa kecuali ruh sifat-sifat mulia Allah yang ditiupkan dalam dirinya. Karena Allah al-’Adl (yang Maha Adil), maka manusia cenderung suka diperlakukan adil. Karena Allah al-’Alim (Yang Maha Berilmu) maka manusia cenderung suka pada ilmu baru. Dan karena Allah Ar Rahman (Yang Maha Penyayang) maka manusia suka disayang oleh siapapun. Hanya saja, di dunia nyata dijumpai manusia yang berperilaku curang, tidak mau belajar dan kejam pada sesama. Ini terjadi karena fitrah diri mereka tertutup oleh noda-noda kesombongan, kerakusan, kedengkian atau kemalasan. Dari noda-noda inilah hati harus “diihramkan”. Hati yang telah “ihram” akan lebih mudah menerima hidayah, menerima ilmu, sehingga potensi diri yang luar biasa dalam diri manusia bisa dibangkitkan.&lt;br /&gt;Agar bangkit selain dibutuhkan hati yang bersih, juga dibutuhkan pedoman atau SOP, yaitu syari’at-Nya. Pada syari’at ini setiap pribadi yang beriman wajib mengacu atau “berthawaf”. Bulan dan satelit berthawaf mengelilingi bumi. Bumi berthawaf mengelilingi matahari. Bila satelit berhenti berthawaf, maka dia akan hilang atau jatuh. Demikianlah, bila pikiran tidak berthawaf pada syari’at, maka dia akan liar atau beku. Pikiran yang menolak syari’at akan liar mengikuti hawa nafsu, atau bertahan dalam tradisi yang anti modernitas.&lt;br /&gt;Namun tak cukup membuka hati dan mengarahkan pikiran. Aktivitas sehari-hari kita harus dipenuhi dengan kerja nyata, kerja keras, kerja cerdas dan kerja ihlas. Contohlah ibunda Ismail, Siti Hajar, yang tak pernah berputus asa dalam menjemput rizki yang telah disediakan Allah. Pikirannya tak pernah ragu bahwa Allah telah menyediakan rizki bagi setiap mahluknya. Namun dia telah membuktikan langkah menjemput rizki ini dengan sa’i. Maka mari kita “men-sa’i-kan” aktivitas kita selama ini. Aktivitas yang dilandasi keyakinan bahwa Allah pasti memberi peluang sukses, hanya harus kita cari di jalan yang halal secara cerdas.&lt;br /&gt;Setelah rizki didapat, baik itu berupa materi, fisik yang sehat, ilmu yang tinggi, posisi yang dihormati, dan teman yang menyenangkan, maka semua ini perlu dihadirkan di tengah manusia. Inilah falsafah wukuf, hadir di Arafah bersama tiga juta manusia yang didepan Allah hanya dinilai taqwanya. Kita harus mampu “me-wukuf-kan” semua rizki yang kita dapat, karena di depan Allah bukan itu yang dinilai, namun manfaatnya di tengah masyarakat. Apa artinya kekayaan kalau tidak dibagi kepada dhuafa, apa artinya tubuh yang sehat kalau tidak digunakan untuk amar ma’ruf nahi munkar, apa artinya ilmu yang tinggi kalau tidak dipakai mencerdaskan umat, apa artinya posisi yang dihormati bila tidak mampu mengayomi rakyat, dan apa artinya teman yang banyak bila tidak mampu saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.&lt;br /&gt;Semua jalan di atas pasti akan diganggu oleh orang-orang yang tidak suka, sebagaimana Sunnatullah iblis yang tidak suka Allah mencipta manusia sebagai wakilnya di muka bumi (Khalifatul fil Ardh) untuk menebar rahmat ke seluruh alam. Karena itu, setan-setan kesombongan, kerakusan, kedengkian dan kemalasan akan terus bergentayangan menghalangi kita. Untuk itu, setan-setan ini harus “dilempari” sebagaimana para hujaj melempar jumrah. Dan setelah dilempar tentu saja mereka tidak boleh “dibawa pulang” alias “direhabilitasi”.&lt;br /&gt;Meng-“ihram”-kan hati, men-“thawaf”-kan pikiran, men-“sai”-kan aktivitas, me-“wukuf”-kan rizki yang diterima dan me-“lempar jumrah” pada penghalang amal kita ini selayaknya mampu dihadirkan oleh siapapun, termasuk oleh mereka yang karena faktor finansial, kesehatan atau quota belum mampu memenuhi panggilan Allah ini. Meski demikian, penghayatan nilai-nilai haji ini tentu saja bukan substitusi dari ibadah haji ke tanah suci. Tentu saja, para haji sepulang dari Mekkah, ditunggu perannya menjadi teladan dan agen dalam transformasi bangsa ini, ke arah yang lebih mulia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-5305790123054186632?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/5305790123054186632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/5305790123054186632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/01/mencari-haji-mabrur-yang-transformatif.html' title='Mencari Haji Mabrur yang Transformatif'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYJ4Ij6AmxI/AAAAAAAAAEY/zCQ0xEHP4aA/s72-c/MADINA-2.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-3194104332778464395</id><published>2009-01-29T18:55:00.000-08:00</published><updated>2009-05-25T18:09:41.641-07:00</updated><title type='text'>PETA DAKWAH KALIMANTAN BARAT                     ( H. Moh. Haitami Salim , M. Ag )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYJwbPqwZ1I/AAAAAAAAAEQ/Siw0ZoEr6DQ/s1600-h/Palm_beach_with_rocks_1024.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 229px; height: 191px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYJwbPqwZ1I/AAAAAAAAAEQ/Siw0ZoEr6DQ/s320/Palm_beach_with_rocks_1024.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296919725105768274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Arial Narrow";  panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:"Traditional Arabic Backslanted";  mso-font-alt:"Times New Roman";  mso-font-charset:178;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:8193 0 0 0 64 0;} @font-face  {font-family:"Traditional Arabic";  mso-font-alt:"Times New Roman";  mso-font-charset:178;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:IN;  mso-fareast-language:IN;} p.MsoTitle, li.MsoTitle, div.MsoTitle  {margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  text-align:center;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  font-weight:bold;} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText  {margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  text-align:justify;  mso-pagination:widow-orphan;  tab-stops:7.0cm;  font-size:12.0pt;  mso-bidi-font-size:14.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";  mso-ansi-language:FR;} p.MsoBodyTextIndent, li.MsoBodyTextIndent, div.MsoBodyTextIndent  {margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:6.0pt;  margin-left:14.15pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:IN;  mso-fareast-language:IN;} p.MsoSubtitle, li.MsoSubtitle, div.MsoSubtitle  {margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  text-align:justify;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  font-weight:bold;} p.MsoBodyTextIndent2, li.MsoBodyTextIndent2, div.MsoBodyTextIndent2  {margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:6.0pt;  margin-left:14.15pt;  line-height:200%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:IN;  mso-fareast-language:IN;} @page Section1  {size:595.3pt 841.9pt;  margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 3.0cm;  mso-header-margin:35.45pt;  mso-footer-margin:35.45pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:887572583;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:273069296 69271573 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l0:level1  {mso-level-number-format:alpha-upper;  mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l1  {mso-list-id:1615356921;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:216947242 67698709 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1  {mso-level-number-format:alpha-upper;  mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1027"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"   lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;         A.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pengantar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Dalam Islam, peran dakwah sangat strategis dan tidak bisa dilepaskan dari totalitas maksud pen-&lt;i&gt;risalah&lt;/i&gt;-annya. Banyak teks-teks Al-Qur’an dan Hadits Nabi yang berbicara tentang kewajiban tiap-tiap pribadi muslim untuk melakukan kegiatan dakwah, tanpa pandang jabatan, pangkat dan profesi yang diembannya.  &lt;br /&gt;Masing-masing individu muslim diharuskan ber-&lt;i&gt;amar ma’ruf nahi munkar&lt;/i&gt; mengingat sejarah panjang kerasulan Muhammad SAW., yang menghabiskan dua periode, yakni Makkah dan Madinah adalah dalam rangka membangun gerakan dakwah yang setiap orang ikut ambil bagian guna menciptakan masyarakat yang berkeadaban. Entah sejak kapan gerakan dakwah yang telah berhasil membangun sebuah imperium Islam terdis torsi menjadi hanya sekedar sebuah ritual formal belaka dan cenderung elitis yang seolah-olah khusus diembankan kepada para agamawan dengan cara-cara yang hampir baku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Allah berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"   lang="AR-SA"&gt;و لتكن منكم ا مة يد عو ن الي ا لخير و ياء مر ون با لمعروف وينهو ن عن ا لمنكر و او لئك هم &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"   lang="AR-SA"&gt;المفلحو ن&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"   lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 54pt; text-indent: -54pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Artinya:&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;i&gt;“Dan hendaklah ada sebagian dari kamu sekelompok orang yang menyeru kepada kebaikan dan menghancurkan kemungkaran dan mereka adalah orang-orang yang menang”.&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;(Al Imran : 104)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Berdasarkan ayat ini, dapat kita simpulkan bahwa essensi gerakan dakwah adalah “ikhtiar kemanusiaan yang bersifat universal”, pelaku dan sasaran dakwah itu dari manusia dan untuk manusia. Universalitas dakwah itu melampaui batas ras, suku, bangsa dan bahkan agama.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun, Allah membingkai gerakan dakwah itu dengan aturan-aturan main yang sedikit ketat, seperti dalam An Nahl ayat 125:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"   lang="AR-SA"&gt;اُدْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"   lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 54pt; text-indent: -54pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Artinya:&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;i&gt;“Ajaklah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah (kebijakan), nasihat atau pelajaran yang baik dan debatlah mereka dengan cara yang baik. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FR"&gt;Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Dalam ayat tersebut ada dua bingkai normatif bagi gerakan dakwah, yaitu dengan &lt;i&gt;hikmah &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;mau’izah al Hasanah&lt;/i&gt;. Secara etimologi, hikmah adalah &lt;i&gt;al-‘adl &lt;/i&gt;(keadilan), &lt;i&gt;al-Hilm &lt;/i&gt;(kesabaran dan ketabahan), &lt;i&gt;an-nubuwah &lt;/i&gt;(kenabian) yang mencegah kebodohan dan kemungkaran, serta perkataan yang cocok dengan &lt;i&gt;al-haq &lt;/i&gt;(Kebenaran). Kemudian &lt;i&gt;Al-mau’izhah al Hasanah &lt;/i&gt;yaitu menasihati seseorang dengan tujuan tercapainya suatu manfaat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau maslahat baginya (Husein Fadhilan:1997).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Tujuan akhir dakwah adalah hadirnya satu tatanan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai Illahiah sebagai fondasi moral bagi terciptanya masyarakat yang teratur dan beradab. Tujuan ini tidak akan tercapai dan berhasil diraih manakala umat manusia mengabaikan tugas kekhalifahannya, guna mengajak sesama manusia untuk tunduk pasrah (&lt;i&gt;Islâm&lt;/i&gt;) kepada Allah SWT. Adapun cara atau metodenya bersifat kondisional, namun tetap mengedepankan cara-cara atau bingkai normatif yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Salah satu tugas kekhalifahan adalah merumuskan orientasi, tujuan dan strategi dakwah guna membangun gerakan dakwah yang simultan dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan masyarakat yang berkeadaban. Tindakan perumusan orientasi, tujuan dan strategi dakwah ini dilakukan setelah upaya pemetaan dakwah. Tulisan ini akan sedikit membahas mengenai peta dakwah Kalimantan Barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Peta Sebaran Da’i di Kalimantan Barat: Studi Kasus DDII Kalbar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoTitle" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="DE"&gt;Sebelum penulis menarasikan beberapa hal yang menjadi persoalan dalam &lt;i&gt;Dakwah Islamiyah, &lt;/i&gt;sangat penting kita memahami konfigurasi ummat di Kalimantan Barat menurut aspek geografis, demografis (sosio kultural dan komposisi ummat beragama). Dari segi luas wilayah, Kalimantan Barat merupakan propinsi terbesar keempat setelah Irian Jaya, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah dengan luas wilayah 146.807 km2 atau 1,5 kali luas pulau Jawa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan perincian Kabupaten yang memiliki luas wilayah terbesar adalah Kabupaten Ketapang (24,39 %) dan Kabupaten Kapuas Hulu ( 20,33 %).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sedangkan Kabupaten Sanggau, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Sambas (data sebelum pemekaran wilayah) dan Kotamadia Pontianak hanya sekitar 23,39 % saja dari luas wilayah Kalimantan Barat. (BPS 1994).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Berkenaan dengan peta demografis Kalbar, berdasarkan hasil sensus penduduk (SP 2000) Kalimantan Barat dihuni hampir empat juta jiwa (3.750.795 jiwa) yang tersebar di seluruh daerah Kabupaten-Kota (angka ini sebelum pemekaran wilayah).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika dibandingkan dengan luas wilayah, tingkat kepadatan penduduk relatif rendah hanya sekitar 22 – 24&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang per km², dan tingkat penyebaran penduduknyapun tidak merata. Dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi, Kalbar mengalami pertumbuhan sebesar 1,56 %, namun angka HDI (&lt;i&gt;Human Development Index&lt;/i&gt;) untuk tahun 1993 masih di bawah rata-rata HDI Nasional berada pada peringkat 24 dari 27 propinsi dan pada tahun 1999 mencapai peringkat 23 dari 26 propinsi. Sedangkan peringkat daya saing daerah (berdasarkan Hasil Penelitian Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran Tahun 2000), dengan indikator perekonomian daerah, keterbukaan system keuangan, infrastruktur dan SDA, IPTEK, SDM, Kelembagaan, Governance dan kebijakan serta manajemen dan mikro ekonomi menunjukkan peringkat daya saing Kalimantan Barat berada pada posisi cukup rendah yaitu nomor 22 dari 26 Propinsi di Indonesia. (Kamaruzzaman, dkk., Implementasi Harmonis dalam Etnis, Maju dalam Usaha dan Tertib dalam Pemerintahan 2004).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Kemudian ditinjau dari komposisi ummat beragama, sebagian besar penduduk Kalbar menganut agama Islam (2,164,036 Jiwa), Kristen menempati urutan kedua (463,992 Jiwa) kemudian secara berurutan disusul oleh Katolik (882,883 Jiwa), Hindhu (12,225 Jiwa), Budha (216,800 Jiwa) dan lain-lainnya (71,460 Jiwa). (data keagamaan Daerah Kanwil Depag. Propinsi Kalbar Tahun 2003). Data ini juga diperkuat oleh data yang dikeluarkan oleh Kompas edisi 6 Februari 2004, bahwa penduduk yang beragama Islam di Kalbar sampai pada angka 57,6 %,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Katolik (24,1 %), Protestan (10,0 %), Budha (6,4 %), Hindhu (0,2 %) dan lain-lain (1,7 %). Di samping itu Kalbar juga merupakan daerah yang memiliki tingkat heterogenitas budaya yang relatif tinggi, hal itu terlihat dari beragamnya suku bangsa (etnis) yang ada.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Komposisi penduduk Kalbar dapat dikategorikan ke dalam 4 etnis besar, yaitu Dayak (34 %); Melayu (34 %); Cina&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau Etnis Cina Indonesia (12,5 %) dan etnis asal interselular (19,5 %).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Kamaruzzaman, dkk., 2004).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Berdasarkan konfigurasi sosio-kultural sebagaimana dipaparkan di atas, menjadikan Kalbar memiliki karakteristik yang khas, dan sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi semua kita khususnya para juru dakwah dalam merumuskan orientasi, tujuan dan strategi &lt;i&gt;dakwah Islamiyah &lt;/i&gt;sehingga ikhtiar dakwah tidak tercerabut dari konteks setting sosialnya dan kebutuhan masyarakatnya, dengan demikian tujuan dakwah agar terjadi perubahan benar-benar terwujud.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Belajar dari sepak terjang Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kalimantan Barat, penulis ingin membeberkan sedikit aktivitas lembaga tersebut dan peta sebaran da’i di Kalimantan Barat sebagai bahan berbagi informasi (&lt;i&gt;sharing&lt;/i&gt;) dalam upaya mensinergikan gerak langkah aktivitas dan/atau gerakan dakwah dari masing-masing organisasi dan lembaga dakwah. Hal ini penulis lakukan mengingat penulis aktif di lembaga tersebut sehingga lebih mengetahui secara pasti peta sebaran da’i di Kalimantan Barat tanpa bermaksud memberikan pujian yang berlebihan serta menisbikan peran dan sebaran da’i dari organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang intens dalam bidang penyiaran agama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Dalam merekrut dan mengangkat para juru dakwah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kalimantan Barat lebih memprioritaskan merekrut masyarakat tempatan yang bersedia dan siap dijadikan juru dakwah di tempat kelahirannya, ketimbang mengirimkan da’i ke tempat tujuan dan/atau medan dakwah yang notabene daerah terpencil. Hal ini dilakukan mengingat tidak memakan waktu yang cukup lama bagi seorang juru dakwah untuk mengadaptasi khazanah budaya dan kearifan lokal masyarakat tempatan, sehingga dengan mudah dan cepat merumuskan orientasi, tujuan serta strategi dakwah dalam upaya membangun sebuah gerakan dakwah. Dari data Desember 2006, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kalimantan Barat telah memiliki 42 orang da’i yang tersebar di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota seantero Kalimantan Barat, yakni Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Landak, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Sambas, Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Untuk lebih rinci lihat peta berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\TS\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.emz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/TS/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" shapes="_x0000_s1026" width="575" height="384" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Dari peta di atas, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kalimantan Barat telah memiliki 2 orang juru dakwah di Kabupaten Kapuas Hulu (Nanga Tepuai dan Bunut Hulir), 4 orang da’i di Kabupaten Sintang (Belimbing, Dedai, Binjai Hulu dan Sintang), 4 orang muballigh di Kabupaten Sanggau (Sanggau, Sekayam dan Tayan Hilir), 6 orang juru dakwah di Kabupaten Landak (Ngabang, Mandor, Serimbu dan Landak), 6 orang da’i di Kabupaten Ketapang (Matan Hilir Utara, Desa Tuan-Tuan, Tumbang Titi dan Ketapang), 5 orang muballigh di Kabupaten Pontianak (Mempawah Hilir, Sei Ambangah dan Sei Raya), 5 orang juru dakwah di Kabupaten Sambas (Pemangkat dan Sambas), 5 orang da’i di Kota Pontianak (Pontianak Barat, Pontianak Selatan dan Pontianak Kota) dan 5 orang muballigh di Kota Singkawang (Sedau dan Pasiran). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kalimantan Barat telah mengangkat juru dakwah di semua Kabupaten/Kota seantero Kalimantan Barat, walaupun memang disadari sepenuhnya belum dapat mencapai sampai ke daerah-daerah terpencil mengingat beragam keterbatasan yang belum terselesaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Berangkat dari pemaparan di atas, diharapkan kepada masing-masing organisasi keagamaan dan/atau lembaga dakwah dapat melakukan hal yang sama dalam rangka mensinergikan gerak langkah membangun gerakan dakwah yang simultan dan berkesinambungan guna menghadirkan sosok masyarakat Islam yang &lt;i&gt;rahmatan lil ‘alamin &lt;/i&gt;(&lt;i&gt;civilize&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Problematika Dakwah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Terhadap problematika dakwah yang saat ini kita hadapi, penulis mengidentifikasi paling tidak persoalan ini dimulai dari pemaknaan dakwah yang telah mengalami distorsi. Hari ini secara tidak sadar, dakwah sebagai sebuah ikhtiar, pemaknaannya telah mengalami pendistorsian. Penyempitan makna semantic hingga rumusan formula/pola dakwah yang terkesan formalistic ceremonial adalah diantara distorsi yang langsung kelihatan. Dakwah hanya diartikan sebagai pekerjaan formal rutin yang dilakukan oleh para juru dakwah (Da’i) dari satu mimbar ke mimbar lain, dari satu hari besar ke hari besar lainnya, atau juga dari satu thema ke thema lainnya. Dakwah pada awalnya dimaknakan sebagai usaha menciptakan sistem kehidupan yang &lt;i&gt;civilize&lt;/i&gt; (beradab) seperti pembentukkan masyarakat Madinah pada masa Rasululah SAW, menjadi sekedar rutinitas ferbal yang formal, yang kemudian juga hanya mengangkat thema-thema monoton seperti persoalan fiqh ubudiyah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pahala dan dosa, surga dan neraka dan lain sebagainya. Mengutip istilah Yudi latif bahwa dakwah hari ini yang dilakukan pada pokoknya merupakan aktivitas yang masih berkutat dilingkaran dakwah “cuap-cuap”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang kedalamannya tidak sampai ditenggorokkan, apa lagi ke ulu hati. Sebutan khas untuk jenis ini adalah “santapan ruhani”. Maka, setelah kenyang menyantap himbauan “surga neraka”, hadirin lantas puas dan bubar (Yudi Latif:1999).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Sebagai konsekuensinya, maka dakwah menjadi bias. Pada level praksis, model dakwah seperti tersebut bisa mengakibatkan munculnya sikap mendua dikalangan umat. Di satu pihak, mereka menggembar-gemborkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kehebatan misi Islam, namun pada saat yang sama, mereka lupa terhadap berbagai wujud kemungkaran dan kemaksiatan yang begitu gampang dipergoki disekelilingnya, atau bahkan yang bersemayam pada dirinya sendiri. Sedangkan formalisme dakwah adalah keadaan dimana dakwah terlembaga secara kaku/rigid dan seolah-olah dakwah hanya semata-mata tugas dan tanggung jawab para juru dakwah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Belum lagi misalnya kalau kita melihat kenyataan objektif potret dakwah Islamiyah yang dilakukan dilapangan. Realitas dakwah menunjukkan betapa orang memahami bahwa dakwah hanyalah tugas para juru dakwah yang sengaja telah di tunjuk baik yang mewakili institusi ataupun perorangan. Dakwah menjadi pekerjaan “professional” sempit yang tertutup bagi orang yang merasa dirinya bukan bagian dari profesi tersebut. Orang akan mengasumsikan bahwa karena bukan tugas mereka, jadi lebih baik kalau seandainya bersikap cuek. Dakwah menjadi ekslusif. Bias dari pemahaman ini mudah ditebak, bahwa sangat rendah partisipasi individu dalam kegiatan dakwah. Seandainya partisipasi rendah, apa mungkin akan optimal masalah terselesaikan? atau bukan bahkan justru akan menambah permasalahan baru!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="DE"&gt;Dakwah juga yang sering dilakukan selama ini sifatnya masih parsial. Ia merupakan sebuah gerakan yang terpisah-pisah yang dijalankan secara sendiri-sendiri. Tidak terjadi komunikasi penyamaan visi, sharring informasi sampai kepembagian wilayah, sehingga semua dijalankan sebagaimana apa adanya, semua diproses melalui rangkaian yang prematur. Jadi, wajar kalau kemudian dakwahpun menghasilkan sesuatu yang masih prematur pula. Sebagaimana kita ketahui, di kita, banyak organisasi-organisasi ke-Islaman yang bergerak pada wilayah kemasyarakatan. Semua orientasi programnya kepada ummat, tetapi sangat jarang kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mendengar bahwa diantara organisasi keislaman tersebut duduk bersama menyamakan plat form, bertukar informasi dan pengalaman atau seandai dianggap perlu berbagi wilayah kerja. Hal ini niscaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar tidak ada satu pun segment persoalan yang terlewatkan untuk digarap. Bahasa sederhana untuk menggambarkan keadaan ini adalah bahwa kita tidak mempunyai jaringan yang dapat mengakseskan beragam potensi dan kekuatan yang ada pada masing-masing institusi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Selain itu, nampaknya gerakan dakwah masih merupakan gerakan elitis yang hanya menyentuh beberapa wilayah segmen masyarakat, dan ironisnya adalah yang ditinggalkan dari wilayah itu adalah wilayah masyarakat kebanyakan / akar rumput. Padahal, fakta objektifnya justru merekalah merupakan segment yang paling dirasakan perlu untuk mendapatkan sentuhan-sentuhan kearifan dari nilai-nilai agama lewat media dakwah. Biasanya segment masyarakat ini tinggal di wilayah pinggiran bahkan di pedalaman yang memang agak sulit dijangkau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Lebih menukik lagi, seandainya dilakukan kegiatan dakwah di wilayah tersebut, muncul kemudian persoalan baru yakni sesuatu yang menyangkut &lt;i&gt;projudice &lt;/i&gt;(prasangka). Kadang kegiatan dakwah dicurigai sebagai kegiatan misi yang dianggap membahayakan bagi eksistensi komunitas yang lain dan karenanya ia harus tidak diberikan ruang untuk berkembang. Berawal dari &lt;i&gt;projudice &lt;/i&gt;seperti inilah kemudian muncul gesekan-gesekan sosial yang menjadikan kondisi tidak kondusif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Dari sekian potret permasalahan dakwah ini, maka menjadi niscaya bagi kita untuk mereformulasi dakwah dan gerakannya agar hakekat dakwah sebagai media pentransformasi terjadinya perubahan dalam masyarakat dan individu menjadi masyarakat dan individu yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;civilize &lt;/i&gt;tercapai. Dakwah harus menjadi sebuah aktivitas kolektif yang mesti dilakukan secara bersama-sama sesuai dengan proporsinya masing-masing. K.H. Didin Hafidhudin, M.Sc mengutip Amrullah Achmadi, mendefinisikan dakwah sebagai: Áktualisasi iman yang dimanifestasikan dalam suatu sistem kegiatan manusia beriman, dalam bidang kemasyarakatan yang dilakukan secara teratur, untuk mempengaruhi cara merasa, berpikir, bersikap dan bertindak manusia dalam dataran individu dan sosio-kultural” (Didin Hafidhudin: 1998).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Tawaran Penyelesaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Berangkat dari problematika dakwah sebagaimana yang teridentifikasi di atas, ada beberapa tawaran solusi yang penulis coba hadirkan, dengan harapan menjadi bahan renungan sekaligus referensi untuk memformulasi langkah taktis strategis bagi semua kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Secara ontologis bahwa kegiatan berdakwah – melakukan transformasi nilai-nilai Ilahiah- adalah satu keniscayaan bagi setiap individu manusia. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ia adalah ikhtiar yang tidak mengenal sekat dan batas suku, ras, pendidikan, profesi, umur, jenis kelamin, golongan dan bahkan agama. Hal ini niscaya karena persoalan yang ada adalah persoalan manusia, oleh karena itu semua individu manusia harus mempunyai komitmen moral untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Artinya berdakwah adalah sebuah pekerjaan yang menyangkut komitmen kemanusiaan. Maka dari itu dalam pelaksanaannyapun dakwah tidak dibatasi oleh sekat jarak, waktu dan ruang. Semua adalah lahan kita untuk berdakwah dan semua dari totalitas perbuatan kita adalah dakwah. Hal inilah yang niscaya untuk kita pahamkan terlebih dahulu kepada semua. Hal ini penting agar semua orang berbuat untuk dakwah. Dakwah harus menjadi gerakan dan kerja bersama secara kolektif dimana semua berperan sesuai dengan proporsinya masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Dalam konteks pergeseran makna dakwah, maka niscaya dakwah tidak hanya mengambil lokus di masjid, langgar, mimbar dan podium, di saat-saat tertentu dengan hanya menggunakan tradisi lisan (&lt;i&gt;verbalistic approach&lt;/i&gt;), melainkan lebih dari itu bahwa dakwah adalah totalitas kehidupan kita. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Apalagi dengan perkembangan sekarang ini, seruan verbal untuk berpegang kepada nilai-nilai agama dan memperkokoh kurang trend, karena hampir “tidak bermakna”. Salah satu caranya adalah bagaimana kita menata system kehidupan masyarakat dengan memperkokoh pilar hukum, pendidikan, ekonomi, budaya dan lain-lain yang menjadikan masyarakat langsung sebagai motor penggeraknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Menyadari betapa urgen dan signifikannya peran dakwah dalam kemampuannya untuk menata sebuah masyarakat ideal, maka dipandang perlu untuk aktivitas dakwah dijadikan sebagai gerakan yang terorganisir yang dikelola secara professional.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Salah satu penyebab efektivitas dakwah tidak tercapai secara maksimal adalah karena gerakan dakwah yang parsial yang berjalan sendiri-sendiri, maka sangat perlu untuk mengkonsulidasikan kembali simpul-simpul dakwah dalam sebuah jaringan dakwah yang didalamnya terbangun komunikasi solid dalam satu &lt;i&gt;common plat form&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ini dalam rangka membuat pola yang tersistem dalam sebuah gerakan, tetapi tidak untuk menyeragamkan. Imam Ali pernah mengatakan bahwa kemaksiatan / kemungkaran yang terorganisir niscaya akan mengalahkan sebuah kebajikan tetapi ia tidak terorganisir.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Karena wilayah sebaran daerah begitu luas dan persoalan ummat yang kompleks serta mustahil hal ini dapat ditangani oleh satu atau dua pergerakan dakwah saja,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh sebab itu barangkali dipandang perlu untuk menggagas untuk dibuatnya satu pusat studi dan informasi dakwah, yang didalamnya mengakses informasi apa saja yang berkaitan dengan dakwah Islamiyah dan sekaligus sebagai forum konsultasi, pertemuan, komunikasi dan sebagainya. Lembaga ini adalah lembaga terbuka lintas organisasi, lintas wilayah dan golongan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Akhirnya, menurut kami dakwah bukan hanya ikhtiar ruhaniah, tetapi juga merupakan terapi bagi segala persoalan kemanusiaan yang merupakan tanggung jawab kemanusiaan setiap manusia. Oleh karenanya tanggung jawab ini tidak seharusnya berjalan secara apa adanya mengalir alamiah. Terlebih penting lagi adalah bahwa dakwah harus terpola dan tersistem agar hakekat dan tujuan dakwah menjadi tercapai. Membenahi sekaligus mengkonsiladasikan simpul-simpul dakwah dalam satu jaringan adalah sebuah kemestian dalam upayanya untuk meminimalisir kelemahan-kelemahan dari gerakan-gerakan dakwah saat ini yang telah dilakukan yang muaranya adalah terciptanya masyarakat civilize. Bukankah itu yang menjadi cita-cita kita semuanya ummat manusia ? dan semoga apa yang menjadi pengharapan kita bersama tidak hanya sekedar pengharapan, dan hanya kepada Allah SWT tempat kita bergantung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-3194104332778464395?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3194104332778464395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/3194104332778464395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/01/peta-dakwah-kalimantan-barat.html' title='PETA DAKWAH KALIMANTAN BARAT                     ( H. Moh. Haitami Salim , M. Ag )'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYJwbPqwZ1I/AAAAAAAAAEQ/Siw0ZoEr6DQ/s72-c/Palm_beach_with_rocks_1024.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-8523083548784835249</id><published>2009-01-29T18:01:00.000-08:00</published><updated>2009-05-25T18:15:37.285-07:00</updated><title type='text'>DESAIN PTK</title><content type='html'>&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:39137613;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-1750702700 67698709 1757027104 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1  {mso-level-number-format:alpha-upper;  mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l0:level2  {mso-level-tab-stop:45.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:45.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l0:level3  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:108.0pt;  mso-level-number-position:right;  text-indent:-9.0pt;} @list l1  {mso-list-id:559749791;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-428322510 67698709 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1  {mso-level-start-at:2;  mso-level-number-format:alpha-upper;  mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l2  {mso-list-id:850098168;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:843998918 609258710 914665092 782931006 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1  {mso-level-tab-stop:54.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:54.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l2:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:90.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:90.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l2:level3  {mso-level-start-at:14;  mso-level-number-format:alpha-upper;  mso-level-tab-stop:135.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:135.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l3  {mso-list-id:1140729222;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-2146163360 1263569162 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l4  {mso-list-id:1335111575;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-603403998 67698709 -1637695272 -843777914 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l4:level1  {mso-level-number-format:alpha-upper;  mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l4:level2  {mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l4:level3  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:117.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:117.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l5  {mso-list-id:1345935450;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:653667644 67698709 -1436644326 -685496194 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l5:level1  {mso-level-number-format:alpha-upper;  mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l5:level2  {mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l5:level3  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:117.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:117.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l6  {mso-list-id:1852866158;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-1389322336 67698703 1591366222 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l6:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l6:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l7  {mso-list-id:2100984906;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-1392485012 1616019420 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l7:level1  {mso-level-tab-stop:54.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:54.0pt;  text-indent:-18.0pt;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;A.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Judul&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;"&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Upaya Meningkatkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hasil &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Belajar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Siswa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dalam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Menyelesaikan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Soal Cerita Pada Materi Pertidaksamaan Kuadrat Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD di Kelas X-5 di SMA Borneo Bengkayang "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:39137613;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-1750702700 67698709 1757027104 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1  {mso-level-number-format:alpha-upper;  mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l0:level2  {mso-level-tab-stop:45.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:45.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l0:level3  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:108.0pt;  mso-level-number-position:right;  text-indent:-9.0pt;} @list l1  {mso-list-id:559749791;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-428322510 67698709 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1  {mso-level-start-at:2;  mso-level-number-format:alpha-upper;  mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l2  {mso-list-id:850098168;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:843998918 609258710 914665092 782931006 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1  {mso-level-tab-stop:54.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:54.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l2:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:90.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:90.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l2:level3  {mso-level-start-at:14;  mso-level-number-format:alpha-upper;  mso-level-tab-stop:135.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:135.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l3  {mso-list-id:1140729222;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-2146163360 1263569162 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l4  {mso-list-id:1335111575;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-603403998 67698709 -1637695272 -843777914 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l4:level1  {mso-level-number-format:alpha-upper;  mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l4:level2  {mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l4:level3  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:117.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:117.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l5  {mso-list-id:1345935450;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:653667644 67698709 -1436644326 -685496194 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l5:level1  {mso-level-number-format:alpha-upper;  mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l5:level2  {mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l5:level3  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:117.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:117.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l6  {mso-list-id:1852866158;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-1389322336 67698703 1591366222 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l6:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l6:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l7  {mso-list-id:2100984906;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-1392485012 1616019420 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l7:level1  {mso-level-tab-stop:54.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:54.0pt;  text-indent:-18.0pt;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Latar Belakang Masalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 17.85pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pendidikan Matematika sebagai bagian integral dari sistem pendidikan Nasional diajarkan pada setiap jenjang pendidikan. &lt;/span&gt;Hal ini mengingat pentingnya peranan matematika baik aspek penalarannya maupun aspek penerapannya dalam rangka penguasaan ilmu dan teknologi. Selain itu matematika juga merupakan pengetahuan dasar yang sangat dibutuhkan untuk mempelajari berbagai cabang ilmu pengetahuan lainnya. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Oleh Karena itulah matematika telah diajarkan sebagai salah satu mata pelajaran mulai di jenjang pendidikan dasar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 17.85pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Menurut Hudoyo (1988:6), “Bagi guru matematika, penguasaan materi saja belum cukup untuk dapat membawa siswa berpartisipasi secara intelektual dalam belajar. Guru matematika seyogyanya memahami teori belajar sehingga belajar matematika menjadi bermakna bagi siswa”. Demikian pula Yusmin (1996:5) mengatakan bahwa “Teori-teori belajar dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kesiapan siswa, memotivasi dan mengetahui struktur materi pelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan siswa”. Berdasarkan kedua pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa agar dapat mengelola kegiatan belajar mengajar yang mengutamakan keaktifan siswa, guru harus mampu memahami dan menerapkan teori-teori belajar yang dikemukakan oleh para ahli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;C.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Perumusan Masalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Masalah umum dalam penelitian ini adalah “ Bagaimanakah meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi Pertidaksamaan Kuadrat melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divition) di SMA Borneo Bengkayang “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 120%;"&gt;Adapun permasalahan umum diatas dibagi menjadi sub-sub masalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bagaimanakah hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi Pertidaksamaan Kuadrat sebelum pembelajaran model STAD&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bagaimanakah hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi Pertidaksamaan Kuadrat sesudah pembelajaran model STAD&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Apakah terdapat peningkatan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi pertidaksamaan kuadrat melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;b style=""&gt;D&lt;/b&gt;.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Tujuan Penelitian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 17.85pt; line-height: 120%;"&gt;Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi Pertidaksamaan Kuadrat melalui pembelajaran model STAD&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;E.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Manfaat Penelitian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bagi Guru:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Penelitian ini bagi guru bermanfaat untuk menambah variasi metode dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Meningkatka kinerja guru dalam memberikan pembelajaran matematika.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bagi Siswa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Dengan adanya variasi pembelajaran tersebut siswa dapat meningkatkan hasil belajar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menambah pengetahuan dan pengalaman baru dalam kegiatan proses belajar mengajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Memberi motivasi siswa dalam mempelajari matamatika khususnya materi pertidaksamaan kuadrat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;F&lt;/b&gt;.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Landasan Teori&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Hakekat Belajar Matematika&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Menurut Hudojo (1989:28) belajar adalah suatu proses untuk mendapatkan pengalaman sehingga mampu mengubah tingkah laku itu menjadi relatif tetap, tidak akan berubah lagi dengan modifikasi yang sama. Sedangkan menurut Sudjana (1989:28) belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Jadi belajar matematika adalah suatu proses atau aktifitas yang mendasar yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang dalam mempelajari pengetahuan tentang penalaran yang logic yang berhubungan dengan bilangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Model Pembelajaran Kooperatif&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tipe STAD Pada Materi Pertidaksamaan kuadrat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pembelajaran koopertif tipe STAD merupakan proses pembelajaran dimana siswa bekerja atau belajar dalam suasana kerjasama dalam kelompok keco (4-5 siswa) untuk menguasai atau menyelesaikan materi yang diberikan guru (Slavin dalam Mardiah, 2003: 10).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Menurut Kauchak dan Eggen (dalam Azizah,1998: 17) pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan strategi pembelajaran yang melibatkan peran aktif siswa untuk bekerja secara kolaboratif dalam mencapai tujuan. Lebih lanjut Arend mengemukakan karakteristik pembelajaran kooperatif yaitu:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Siswa bekerja dalam kelompok kooperatif untuk menguasai materi akademik&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Anggota dua kelompok terdiri dari siswa dengan kemempuan tinggi sedang, dan rendah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Jika memungkinkan masing-masing anggota kelompok kooperatif berbeda suku, budaya dan jenis kelamin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sistem penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berdasarkan pendapat para ahli diatas, pembelajaran kooperatif STAD merupakan model pembelajaran &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tempat siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4- 5 siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda, untuk menguasai atau menyelesaikan materi yang dipelajari. &lt;/span&gt;Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerjasama secara kolaboratif dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran, memeriksa dan memperbaiki jawaban teman, serta kegiatan lainnya dengan tujuan mencapai hasil belajat yang tinggi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Belajar belum selesai jika satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. &lt;span style="" lang="SV"&gt;(Slavin:1997:28) mengemukakan dalam STAD terdapat 5 komponen utama kegiatan pembelajaran yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Penyajian kelas (Class Presentation).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pembentukan kelompok (team)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kuis (quizzes)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pemberian skor perkembangan individu (individual improvement)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Penghargaan kelompok (team recognitation)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Berdasarkan komponen kegiatan pembelajaran kooperatif tipe STAD menurut Slavin diatas dan merujuk pada makalah Rianti,S (1999), maka secara garis besat tahapan-tahapan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi pertidaksamaan kuadrat dibagi dalam 6 tahap yaitu:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tahap persiapan:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Guru mempersiapkan materi yang dirancang sedemikian rupa untuk pembelajaran secara kelompok.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Guru membagi siswa kelompok. Pembentukan kelompok berdasarkan aturan dalam pembelajaran kooperatif, yakni tiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa yang terdiri dari siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Selain itu dipertimbangkan heterogenitas lainnya, yakni jenis kelamin, asal sekolah dan suku..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Guru membuat lembar rangkuma kelompok (LRK) berisikan nama-nama siswa dalam setiap kelompok. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tahap penyajian materi. Kegiatan penyajian materi dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD umumnya melalui pembelajaran langsung (direct instruction). Dalam tahap ini guru memulai pembelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan memotifasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep yang akan dipelajari. Selanjutnya guru memberikan apersepsi dengan tujuan mengungatkan siswa akan materi prasyarat yang telah dipelajari agar siswa dapat menghubungkan ide-ide yang aka disajikan dengan informasi yang telah dimiliki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tahap Kegiatan Kelompok. Untuk kegiatan kelompok, guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok siswa sebagai bahan yang akan dipelajari siswa. Disamping untuk mempelajari konsep-konsep materi pelajaran, LKS juga digunakan untuk melatih keterampilan kooperatif siswa. Dalam kegiatan kelompok, tiap kelompok berbagi dalam mengerjakan tugas-tugas dan selanjutnya saling memberikan informasi hasil pekerjaannya. Jika ada seorang siswa belum memahami, maka teman sekelompoknya bertanggung jawab untuk menjelaskannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sedangkan guru bertindak sebagai fasilitator yang memonitoring kegiatan masing-masing kelompok. Guru harus menekankan bahwa LKS untuk dipelajari, bukan hanya untuk diisi dan dikumpulkan. Untuk tahapan penyajian materi dan kegiatan kelompok pelaksanaannya bersamaan yaitu dengan mempelajari isi materi yang terdapat dalam LKS dan menyelesaikan latihan soal yang ada dalam LKS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Tahap Tes Hasil Belajar. Setelah1 atau 2 periode penyajian pelajaran dan 1 atau 2 periode kegiatan kelompok, guru memberikan tes kepada siswa. Tes ini dikerjakan secara mandiri, agar siswa dapat menunjukan apa yang telah dipelajarinya secara individual selama bekerja dalam Kelompok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Tahap Perhitungan Skor Perkembangan Siswa. Ide dalam tahap ini adalah memberi kesempatan setiap siswa untuk meraih prestasi maksimal, dan agar siswa dapat melakukan yang terbaik bagi dirinya berdasarkan prestasi sebelumnya (skor awal). Berdasarkan skorawal, setiap siswa memliki kesempatan yang sama untuk memberikab sumbangan skor maksimal bagi kelompoknya berdasarka skor tes yang diperoleh. Adapun langkah-langkah pemberian skor pengembangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;siswa adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menghitung skor perkembangan siswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Guru menentukan skor dasar awal siswa. Skor dasar awal siswa adalah skor yang ditentukan oleh guru, dapat diperoleh dari hasil prestasi siswa/nilai siswa pada materi sebelumnya. Dalam penelitian ini skor dasar siswa diperoleh dari hasil pre test.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk menghitung skor perkembangan siswa, guru berpatokan pada: lebih dari 10 poin dibawahskor dasar mendapat nilai perkembangan 5,10-1 poin dibawah skor dasar mendapat nilai perkembangan 10, skor dasar sampai 10 poin diatasnya mendapat nilai perkembangan 20,lebih dari 10 poin diatas skor dasar mendapat nilai perkembangan 30, paper yang baik (tidak berdasarkan skor dasar), mendapat nilai perkembangan 30 ( dalam Riyanti,S,2000:14).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selanjutnya skor dasar, skor kuis dan skor perkembangan siswa ditulis pada lembar skor kuis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menghitung skor kelompok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk menghitung skor kelompok, skor perkembangan setiap anggota kelompok dicatat pada LRK. Selanjutnya dihitung total skor perkembangan seluruh anggota kelompok sebagai nilai kelompok dan bagilah poin perkembangan total anggota kelompok dengan jumlah anggota kelompok yang ada. Jika hasilnya merupakan bilangan pecahan maka poin tersebut dibulatkan. Skor kelompok tergantung pada skor mentah dari kuis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tahap Penghargaan kelompok. Kelompok dapat diberi sertifikat atau bentuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;penghargaan lainnya jika memperoleh skor rata-rata melebihi kriteria tertentu. Dalam penghargaan terhadap prestasi kelompok terdapat 3 tingkat penghargaan sebagai berikut: kelompok dengan skor rata-rata 15 sebagai kelompok baik, kelompok dengan skor rata-rata 20 sebagai kelompok hebat, kelompok dengan skor rata-rata 25 sebagai kelompok super. (Muslimin Ibrahim, dkk, 2000: 62). Untuk menjadi kelompok super setiap anggota kelompok harus mempunyai skor paling sedikit 10 poin diatas skor dasar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;G.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Kerangka Berfikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agar tidak terjadi salah penafsiran, maka perlu dijelaskan beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Secara umum model dapat diartikan sebagai acuan (Poerwadariminta, 1997). &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sedangkan pengajaran mempunyai hubungan yang sangat penting antara guru dengan siswa sebagai pusat pembelajaran (Munaldus,1999: 3). Jadi model pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu acuan yang digunakan oleh guru dalam mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran. Menurut Slavin (dalam Mardiah, 2003: 10) pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan proses pembelajaran dimana siswa bekerja atau belajar dalam suasana kerjasama dalam kelompok kecil (4-5 siswa), untuk menguasai atau menyelesaikan materi yang diberikan guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dengan demikian yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran dimana siswa bekerja atau belajar dalam suasana kerjasama dalam kelompok kecil (4-5 siswa) dengan tingkat kemampuan yang berbeda untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan guru dan saling membantu teman sekelompok dalam memahami bahan pembelajaran dalam rangka mencapai ketuntasan materi dan hasil belajar yang tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Hasil Belajar Siswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.7pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Hadari Nawawi (2001 :24) “hasil belajar siswa merupakan tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai materi pelajaran di sekolah dalam bentuk skor yan diperoleh dari tes mengenai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sejumlah materi pelajaran tersebut “. &lt;/span&gt;Jadi yang dimaksud dengan hasil belajar siswa pada penelitian ini adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pertidaksamaan kuadrat dala bentuk skor. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;3.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Teori Belajar Yang Melandasi Pembelajaran Kooperatif&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tipe STAD &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.7pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang menganut teori belajar konstruktivisme. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Teori ini berkembang dari kerja Piaget Vygotsky dan teori psikologi kognitif yang lain. Penganut konstruktivisme berpendapat bahwa guru tidak dapat begitu saja memberikan pengetahuan jadi kepada siswanya. Agar pengetahuan yang diberikan bermakna, siswa sendirilah yang harus memproses informasi yang diterima, mengkonstruksikannya kembali dan mengintegrasikannya dengan pengetahuan yang dimilikinya. Dalam proses ini guru berperan memberikan dukungan dan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan ide mereka sendiri dan strategi belajar mengajar. Ide pokok dari teori ini adalah siswa secara aktif membangun pemgetahuan sendiri. Otak siswa dianggap sebagai mediator, yakni memproses masukan dari dunia luar dan menentukan apa yang mereka pelajari. Jadi pembelajara merupakan kerja mental yamg aktif dan bukan menerima secara pasif pembelajaran dari guru. Suparno (dalam Azizah, 1998 :25) menyatakan prinsip-prinsip konstrutif sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.7pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;a.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri bukan secara personal maupun sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45.4pt; text-align: justify; text-indent: -22.7pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;b.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru kepada siswa, kecuali hanya dengan keaktifan siswa sendiri untuk menalar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45.4pt; text-align: justify; text-indent: -22.7pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;c.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Siswa aktif mengkonstruksi terus menerus sehingga selalu terjadi perubahan konsep menuju konsep yang lebih rinci, lengkap serta sesuai dengan konsep ilmiah..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45.4pt; text-align: justify; text-indent: -22.7pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Guru sekedar membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses konstruktif siswa berjalan mulus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.7pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berdasarkan pendapat diatas, belajar adalah proses mengkonstruksi pengetahuan dari abstraksi pengalaman bukan alami maupun manusiawi, yang dilakukan baik secara pribadi maupun sosial. Sedangkan mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan guru kepada siswanya, melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuan membuat makna, mencari kejelasan dan bersikap kritis. Oleh sebab itu, tugas guru berdasarkan teori belajar konstruktif adalah merangsang pemikiran siswa membiarkan siswa mengungkapkan gagasan dan konsepnya. Sejalan dengan pendapat diatas, Piaget berpandangan bahwa pengetahuan datang dari tindakan. Perkembangan kognitif sebagian besar tergantung pada seberapa jauh anak aktif memanipulasi dan aktif berinteraksi dengan lingkungannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.7pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain itu sumbangan penting dari teori kognitif Vygotsky dalam konstruktif adalah penekanan pada hakekat sosiokultur dalam pembelajaran. Inti dari teori Vygotsky adalah interaksi antara aspek internal dan eksternal dari pembelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pembelajaran. Menurut Vygotsky fungsi kognitif siswa berasal dari interaksi sosial masing-masing individu. Implikasi utama teori Vygotsky dalam pembelajaran (Slavin dalam Azizah, 1998: 31) adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -13.3pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menghendaki setting kelas berbentuk pembelajaran kooperatif, sehingga siswa dapat saling berinteraksi dan saling memunculkan strategi pemecahan masalah yang efektif dalam masing-masing daerah perkembangan proksimal mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -13.3pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pendekatan Vygotsky&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam pembelajaran menekankan scaffolding.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Hipotesis Tindakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Hipotesis penelitian ini adalah terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah diberikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;I.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Setting penelitian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 17.85pt; line-height: 120%;"&gt;Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas X-5 SMA Borneo Bengkayang semester 1 tahun Pelajaran 2007/2008 pada bulan Oktober sampai dengan Nopember tahun 2007 karena materi pertidaksamaan kuadrat akan disampaikan pada bulan-bulan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;J&lt;/b&gt;.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Subjek Penelitian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 17.85pt; line-height: 120%;"&gt;Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X-5 SMA Borneo Bengkayang tahun pelajaran 2007/2008 &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;K.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Sumber Data&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 17.85pt; line-height: 120%;"&gt;Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari seluruh siswa kelas X-5 SMA Borneo Bengkayang tahun pelajaran 2007/2008 yang dianggap sebagai sample penelitian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;L.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Teknik dan Alat Pengumpul Data&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Teknik Pengumpulan Data&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pre test &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Post test&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Alat pengumpulan Data&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 120%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Lembar soal pre test&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Lembar soal post test&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;M.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Validasi Data&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Dalam penelitian ini akan dilakukan validasi data dengan triaggulasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;N.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Analisis Data&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis data secara kuantitatif berdasarkan hasil pre test dan post test.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;b style=""&gt;O&lt;/b&gt;.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Indikator Kinerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 17.85pt; line-height: 120%;"&gt;Melalui pembelajaran model STAD diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-5 SMA Borneo Bengkayang tahun pelajaran 2007/2008 dalam menyelesaikan soal cerita pada materi Pertidaksamaan Kuadrat. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Hal ini ditandai dengan meningkatnya hasil belajar siswa jika dibandingkan sebelum diberikan model pembelajaran STAD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;P.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Prosedur Penelitian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 120%;"&gt;Penelitian ini dilakukan bersama-sama atau berkolaborasi dengan guru kelas X SMA Borneo Bengkayang dan menggunakan metode PTK yang terdiri dari tiga siklus yaitu:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Siklus 1: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Akan dilakukan tindakan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu pembelajaran dengan membentuk kelompok yang anggotanya terdiri dari 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku dan lain-lain (Slavin;1995) dalam menyelesaikan soal cerita dengan bantuan LKS. Adapun langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu &lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Guru membentuk kelompok heterogen&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Guru menyajikan pelajaran&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Guru      memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota      yang bisa menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam      kelompok itu mengerti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Guru      memberi kuis atau pertanyaan kepada seluruh siswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Guru memberikan evaluasi&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Guru memberikan penghargaan kelompok.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Guru mentimpulkan materi yang telah dipelajari.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Diakhir pembelajaran kooperatif tipe STAD akan diberikan post test. Hasil dari post test ini dijadikan refleksi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;2.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Siklus 2: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Jika hasil belajar siswa pada siklus pertama belum menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa maka akan diberikan siklus kedua dengan perlakuan yang sama. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;3.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Siklus 3 :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 120%;"&gt;Jika hasil belajar siswa pada siklus kedua belum menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa maka akan diberikan siklus ketiga dengan perlakuan yang sama. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-8523083548784835249?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8523083548784835249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8523083548784835249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/01/desain-ptk.html' title='DESAIN PTK'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-8739809479216285804</id><published>2009-01-29T17:27:00.000-08:00</published><updated>2009-05-25T18:18:14.233-07:00</updated><title type='text'>DAHULUKAN AKHLAK DARI PADA FIQIH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYJYSm95IJI/AAAAAAAAADw/jbdoyTuBOXM/s1600-h/Picture+167.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYJYSm95IJI/AAAAAAAAADw/jbdoyTuBOXM/s320/Picture+167.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296893188462157970" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p  {mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0cm;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;RASULULLAH SAW bersabda "Dengan budi pekerti yang baik, manusia pasti (dapat) mencapai martabat yang tinggi dan kedudukan mulia di Akhirat kelak, sekali pun ibadahnya lemah (hanya melaksanakan yang wajib saja). Dengan akhlak buruk, orang akan menempati kedudukan paling bawah di dalam Neraka Jahanam." (HR Thabrani dari Anas bin Malik RA).&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menjelang Ramadhan, Imam Hasan Al Banna, masuk ke dalam satu masjid di Mesir. Pendiri Ikhwanul Muslimin ini melihat dua kelompok yang sedang berdebat dengan suara keras. Satu kelompok menjelaskan bahwa tarawih yang sesuai tuntunan Rasulullah SAW adalah sebelas rakaat. Sedangkan kelompok kedua berpendapat, dengan merujuk pada sebuah hadis, bahwa tarawih yang dua puluh tiga rakaat adalah lebih utama.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font style="" lang="SV"&gt;Hasan Al-Banna bertanya: "Apa hukumnya salat tarawih?" Kedua kelompok itu menjawab serentak: "Sunnah!" &lt;/font&gt;Beliau bertanya lagi: "Apa hukumnya bertengkar di rumah Allah dengan suara keras?" Mereka menjawab: "Haram". Lalu dengan suara lembut, Hasan Al Banna berkata: "Sebaiknya kalian tidak melakukan yang haram untuk mempertahankan yang sunnah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhmmad SAW di utus oleh Allah SWT justru untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia. Simak dalam satu hadis Rasul SAW bersabda: "Kemuliaan seorang Mukmin terletak pada penghayatan agamanya, harga dirinya tergantung pada kecerdasan akal pikirannya, dan kehormatannya terletak pada kebaikan budi pekertinya." (HR.Hakim) &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekitar tahun 1970 almarhum buya Hamka berkunjung ke &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Banjarmasin&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Oleh pengurus masjid Jamik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Banjarmasin&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tokoh Muhammadiyah ini diminta untuk menyampaikan khotbah Jumat. Bagaimana reaksi dari Mantan Ketua MUI Pusat pertama ini? Beliau bertanya kepada pengurus masjid: "Apakah khatibnya disini harus memegang tongkat?" "Ya ". " Apakah khatibnya memakai baju jubah dan sorban?" " Ya ", kilah pengurus Masjid. Maka buya Hamka tampil sebagai khatib menyesuaikan dengan kebiasaan di masjid Jamik tersebut. Masyarakat terpukau mendengar khotbah Hamka. Ketika itu tidak dipersoalkan lagi bahwa Hamka 0rang Muhammadiyah. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kejadian kedua, pada waktu itu buya Hamka naik haji dengan menggunakan kapal laut ' Gunung Jati ' bersama K.H. Idham Khalid, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Satu subuh, jemaah meminta buya Hamka menjadi imam salat subuh. Pak Idham Khalid salah seorang makmum. Pada rakaat kedua, buya Hamka membaca doa qunut. Padahal biasanya beliau tidak berqunut. Usai salat, diantara jemaah ada yang bertanya: "Maaf, Buya. Biasanya orang Muhammadiyah pada salat subuh tidak membaca doa qunut. Tapi kenapa buya subuh ini pakai qunut?" "Ya, karena diantara makmumnya, ada pak Idham Khalid. Beliau selalu berqunut setiap salat subuh. Jadi saya menghargai beliaulah," jawab buya Hamka secara diplomatis. Esok harinya giliran pak Idham Khalid yang menjadi imam salat subuh. Ternyata beliau tidak membaca doa qunut pada rekaat kedua. Ketika ada yang bertanya sebabnya, tokoh kelahiran Amuntai Kalimantan Selatan ini menjawab: "Ya, karena di belakang saya ada Hamka yang tidak membaca doa qunut setiap salat subuh. Jadi saya menghargai beliau."&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Muncul pertanyaan kalau demikian, apakah kedua tokoh ini tidak konsekwen dengan keyakinannya. Jawabannya: "Mereka mendahulukan akhlak dari pada fikih." &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Muhammad Abdul Wahhab Fayid, seorang dosen Al Azhar, Kairo, bercerita. (Singkatnya) Beliau pernah diprotes oleh salah seorang ulama di masjid besar al-Aryaf dengan cara menyuruh seluruh jamaah masjid tersebut mengulangi salat magrib, hanya karena ketika menjadi imam, Al Fayid, tidak mengeraskan bacaaan bismillah dalam Al-fatihah. Oleh si ulama tadi, salat maghrib yang diimami oleh sang dosen dinyatakan batal. Padahal sang dosen sudah beragumentasi, dia telah membaca bismillah secara sir. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafiz Ibnu Hajar berkata: "Yang disebut dengan adab adalah menggunakan perkataan atau perbuatan yang terpuji. Inilah yang disebut dengan akhlak yang mulia (makarimul-akhlaq). Sedangkan Al Junaid menegaskan bahwa adab itu ialah pergaulan yang baik. Karena itu diantara sikap terpuji beliau, dalam kehidupan beragama, beliau tidak pernah mempersoalkan adanya perbedaan fiqih dan mazhab di antara sesama saudaranya. Karena beliau tahu persis bahwa perdebatan itu tidak akan membawa manfaat bagi dirinya maupun bagi umat. Ia hanya asyik memperbaiki akhlaknya saja, terutama jika bertemu dengan orang lain. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang meninggalkan perbantahan, padahal ia dalam pihak yang benar, niscaya dibangunkan rumah untuknya di Surga yang paling tinggi. Dan barang siapa meninggalkan perbantahan sedang ia dalam pihak yang salah, niscaya dibangunkan untuknya rumah di tengah-tengah surga," (HR.Turmuzi, Ibnu Majah). &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang yang berakhlak adalah orang yang tidak akan pernah menganggap remeh sesama muslim apalagi mengkafirkannya. Orang yang berakhlak tidak akan pernah melaknat orang lain. Sebaliknya kehadirannya selalu membawa kenyamanan dan ketenangan bagi orang, tatapan matanya penuh rahmat dan tutur katanya santun. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Syaikh 'Abdul al-Qadir al-'Izzi berkata: "Allah tidak senang kepada orang yang banyak melaknat. Orang-orang yang suka bermaksiat tidak harus dilaknat. Namun mereka harus dikasihani agar bertaubat. Mereka membutuhkan orang yang mau meluruskan dan membantu untuk meninggalkan maksiat. Jika tidak sanggup meluruskan orang-orang yang senang maksiat, engkau jangan mencerca mereka. &lt;font style="" lang="NL"&gt;Sebab celaan dan cercaanmu akan membuat mereka semakin gila dalam maksiat. Manusia lebih mudah diluruskan dengan kelembutan daripada dengan kekerasan. Meluruskan maksiat dengan kekerasan hanya akan menimbulkan maksiat baru " ( Buku Jejak Langkah Menegnal Allah oleh Asfa Davy Bya ). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-8739809479216285804?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8739809479216285804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8739809479216285804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/01/dahulukan-akhlak-dari-pada-fiqih.html' title='DAHULUKAN AKHLAK DARI PADA FIQIH'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYJYSm95IJI/AAAAAAAAADw/jbdoyTuBOXM/s72-c/Picture+167.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-8147228956996962232</id><published>2009-01-27T09:06:00.000-08:00</published><updated>2009-05-25T18:21:10.427-07:00</updated><title type='text'>FILOSOFI IBADAH HAJI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYEq4zo1JHI/AAAAAAAAADo/xk2vUHnIXQ0/s1600-h/masjidilharam1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYEq4zo1JHI/AAAAAAAAADo/xk2vUHnIXQ0/s320/masjidilharam1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296561792186918002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Aisyah r.a. , bahwa Rasulullah bersabda “ Tiada suatu hari dimana Allah membebaskan orang dari api neraka seperti yang terjadi pada hari Arafah. Pada hari itu para malaikat mendekat , seraya memberi ucapan selamat dan membangggakan para tamu Allah, seraya berkata ‘Apa yang kalian inginkan ?’ “ ( HR Imam Muslim ) Yang senada dengan hadits tersebut , dalam QS Al-imran ayat 97 dijelaskan yang artinya : “ Berhaji adalah kewajiban manusia terhadap Allah , yaitu bagi orang-orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah , barang siapa yang kafir ( mengingkari ) , maka sesungguhnya Allah Maha Kaya “ &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Membersihkan diri dengan berhaji Panggilan Allah untuk berhaji sesungguhnya penuh dengan arahan agar seorang muslim bisa menangkap pesan-pesan yang Allah berikan kepada para hujjaj ( jamaah haji ) agar mereka bisa memahami hakikat penghambaan yang sesungguhnya. Rangkaian ibadah haji memberi gambaran bahwa dalam usaha mendekati Allah dan kembali kepadaNya , kita harus berttolak dari titik yang benar . Kemudian ada aturan yang harus ditaati dan waktu yang harus ditepati. Semua merupakan cerminan bahwa tujuan yang benar harus ditempuh dengan cara yang benar pula. Betapa manusia harus berpacu dengan waktu yang mengikat kehidupan. Ini juga mencerminkan pentingnya penguasaan teritorial dakwah , bahwa dakwah islam harus ada di setiap jengkal bumi Allah. Begitupun dalam soal mengoptimalkan dimensi waktu yang merupakan syarat mutlak agar umat tampil sebagai khoiru ummah ( sebaik-baik umat ). Kalau kita perhatikan sentuhan-sentuhan Al-Quran ketika mewajibkan atau menyuruh kaum muslimin untuk berkomitmen dengan syariatnya sering kali diakhiri dengan ungkapan “ maka sesungguhnya Allah maha Pengampun lahi Maha Penyayang “. Betatapun usaha maksimal yang dilakukan seorang hamba agar berbuat yang terbaik , tetap saja ada kekurangannya. Namun dengan kasih sayang Allah , mereka diampuni oleh sang khalik. Lain halnya dengan perintah haji , nadanya lebih tegas lagi dan diakhiiri dengan kalimat “ baranag siapa yang kafir kepada Allah , sesungguhnya Allah Maha kaya “. Ini dikarenakan hakikat haji adalah memenuhi panggilan ilahi dalam memantapkan nilai-nilai tauhid dan meninggalkan bentuk-bentuk kemusyrikan , baik syirik dalam i’tikad maupun dalam perbuatan yang kadang-kadang tidak disadari saat melakukan ibadah haji. Sesungguhnya Allah masih mengampuni dosa hamba-hambanya selama belum melakukan syirik , selama hambanya punya hati yang ikhlas danniat yang tulus untuk memulai hidup baru dan kembali kepada kebenaran Ilahi.. Haji adalah sarana untuk membersihkan jiwa dan kesempatan untuk memperbaiki diri dan berdamai dengan Allah atas kesalahan yang pernah dilakukan hamba yang begitu lemah , perlu lindungan dan pengampunan dari Yang Maha Kuasa. Kehidupan manusia yang penuh dengan rutinitas dan tuntutan materialistis bisa menghilangkan kepekaan hati dan sensitifitas yang membuat hidup terasa kurang bermakna dan terarah. Dalam berhaji sangat ditekankan betapa kita tanpa petunjuk dan kehendak Allah tidak ada apa-apa. “ Bukankah telah datang atas manusia suatu zaman , sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut ? “ ( QS 76 ; 1 ) Berniat dan mengenakan pakaian ihram Setiap sesuatu amal , sangat tergantung kepada niat. Jika suatu perbuatan baik , namun dilakukan dengan niat yang tidak tulus , riya ( misalnya ) , maka sia-sialah pahala amal baik itu. Pakaian ihram adalah pakaian yang tidak berjahit , berwarna putih serta suci dari segala kotoran dan najis. Orang tidak akan dapat mendekati Allah SWT Yang Maha Suci , kecuali dengan dengan mensucikan diri dan tidak akan dapat menjumpai Allah selama dia masih terkungkung dengan egonya masing-masing. Maka ritual ibadah haji diawali dengan niat yang tulus untuk memulai dengan mensucikan diri. Sebagai seorang hamba ,kedudukan kita sama dengan hamba yang lainnya. Agar hati kita selalu bersih dari perasaan yang berbeda dengan hamba-hamba Allah yang lain , maka diwajibkan untuk berihram. Tanpa disadari pakaian sering membuat orang terbelenggu dan merasa berbeda dengan orang lain. Maka dengan berihram , tak ada yang membedakan satu muslim dengan muslim yang lainnya , dari manapun ia berasal , dari etnis apapun ia adanya. Semua sama , adalah sebagai hamba yang sedang menghadap Allah melalui pelaksanaan ibadah haji. Thawaf Ifadhoh Mengelilingi Ka’bah ( thawaf ) merupakan salah satu rukun haji yang tidak mungkin ditinggalkan oleh para hujjaj , meski harus berdesak-desakan , bermandikan peluh , bahkan para hujjaj sangat kuat keinginannya untuk mencium hajar aswad , meski untuk mencapainya harus berjuang jeras diantara jutaan manusia yang punya keinginan yang sama dalam waktu yang bersamaan pula. Jika ingin dekat dengan Allah , kita tidak boleh berhenti untuk mendekatinya. Kita harus melakukannya dengan sepenuh hati , segenap jiwa dan raga. Gerakan kembali kepada Allah adalah gerakan seumur hidup dan hanya mungkin dilakukan dengan cara yang telah ditetapkan Allah SWT. Cita-cita hidup hanya dapat dicapai dengan perjuangan dan pengorbanan bukan dengan angan-angan. Dengan totalitas , tidak dengan setengah hati. Tekad yang bulat , totalitas , pengorbanan dan harapan yang tak pernah surut adalah syariat keberhasilan. Sebagai mukmin , keberhasilan adalah karena karunia-Nya , bukan karena kehebatan kehebatan diri kita . Kemudian apa yang didapat dalam hidup ini tidak boleh dinikmati sendiri , harus dibagi kepada sesama. Bermalam di Mina dan melontar jumroh. Pada tanggal 10 Dzulhijah , para hujjaj sudah sampai di Mina , jemaah haji dianjurkan berdoa : “ Ya Allah , tempat ini adalah MINA , maka berikanlah nikmat kepadaku dan kepada orang-orang yang taat kepada-Mu sebagaimana telah Engkau berikan nikmat kepada para aulia “ Pada hari itu pula seortang jamaah haji melakukan pekerjaan haji yaitu melontar jumroh dengan 7 buah batu yang sudah disediakan dari Musy’aril haram. Perjuangan yang berat pun dialami para hujjaj para rukun haji ini. Namun dengan kesadaran yang tinggi bahwa ini adalah bagian dari perintah Allah , maka dengan segenap tenaga dan kekuatan serta mohon doa kepada Alllah , ia tetap melontar jumroh , sebagai simbol melomtar syaithon yang selalu berusaha menggoda nabi Ibrahim AS untuk membatalkan penyembelihan anaknya Ismail , padahaal itu adalah perintah Allah. Sebagai simbol permusuhannya dengan syaithon , maka melontar jumroh merupakan salah satu rukun haji. Hidup adalah perjuangan. Kehormatan dalam hidup hanya akan diraih oleh mereka yang berjuang Salah satu yang pasti akan kita hadapi sepanjang hayat adalah iblis dan syaithon. Keduanya telah bersumpah akan menyesatkan manusia , diamanapun dan kapanpun. Maka manusiapun sudah seharusnya bersumpah untuk tetap menjadi musuh iblis dan syaithon . serta berupaya mengalahkan dan melenyapkannya. Peperangan dengan syaithon adalah pertarungan tiada akhir . Sekali kita dapat mengalahkannya , lain kali ia akan datang dengan seribu cara untuk menggoda kita. Hanya orang yang tidak pernah kehilangan kewaspadaan , tidak lengah dan selalu memohon pertolongan Allah yang dapat mengalahkan syaithon. Wukuf di Arafah Wukuf di Arafah adalah membuka diri di hadapan Allah sebagai pengakuan kekerdilan dan ketidakberdayaan di hadapan kebesaran dan kekuasaanNya. Menegaskan bahwa tidak ada yang bisa kita bawa menghadapNya kecuali iman dan amal shaleh. Arafah adalah gambaran Padang Mahsyar. Kehormatan di hadapan Alah sama sekali tidak ditentukan oleh status keduniaan yang kita capai. Kemuliaan seorang hamba di sisi Allah sama sekali tidak tergantung kepada status sosial orang itu dimasyarakat atau dilingkungan kerjanya. Karena kemuliaan adalah milik Allah , Para rasul-Nya dan milik orang-orang yangn bertaqwa kepada-Nya. Oleh karena itu agar status kita terhormat dalam pandangan Allah , bekalnya tiada lain adalah menghiasi kehidupan kita dengan mengabdikan diri kepadaNya. Pakaian kehidupan yang paling indah di sisi Allah , adalah pakaian taqwa. Bersungguh-sungguhlah untuk mempersiapkan bekal dialam akhirat kelak. Tidak ada yang mamapu menologn kita , kecuali amal kebajikan yang selalu kita perbuat di dunia. Berusahalah untuk perdiapan akhirat seolah-olah kita akan wafat besok pagi. Tapi berusahalah untuk duniamu seolah-olah engkau akan hidup selama-lamanya.&lt;br /&gt;Kesimpulan ; bahwa semua rukun dan wajib-wajib haji mempunyai filosofi yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mempunyai makna yang sangat dalam dalam untuk menyongsong harai-hari kita dengan memperbanyak in\badah kepada Allah SWT , terlebih lagi dalam menyongsong pergantian tahun hijriyah . Marilah sama-sama kita mengintrospeksi diri kita masing-masing agar semakin hari , amal kita semakin meningkat dan semakin hari dosa kita semakin menyusut. Sehingga akhirnya kita mencapai puncak kesucian jiwa dan hati kita , dan siap menghadap Allah dalah hati yang bersih.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-8147228956996962232?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8147228956996962232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/8147228956996962232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/01/filosofi-ibadah-haji_27.html' title='FILOSOFI IBADAH HAJI'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYEq4zo1JHI/AAAAAAAAADo/xk2vUHnIXQ0/s72-c/masjidilharam1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-2154990368907569725</id><published>2009-01-25T08:46:00.000-08:00</published><updated>2009-05-25T18:22:37.873-07:00</updated><title type='text'>FESTIVAL BEDUG DAN TAKBIR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYEopeDyX7I/AAAAAAAAADg/fTs0l4hl5kc/s1600-h/DSCN0773.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYEopeDyX7I/AAAAAAAAADg/fTs0l4hl5kc/s320/DSCN0773.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296559329673109426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Takbir keliling , sudah menjadi tradisi dalam masyarakat muslim di Indonesia dalam menyambut Hari Raya Idul Adha. Begitu halnya di kota Bengkayang. Mengumandangkan kalimat-kalimat agung seperti Takbir , Tahmid dan Tahlil merupakan kegiatan yang utama.Tetapi ada misi lain yang mulia dari kegiatan itu , ialah Syi'ar Islam. Yakni, untuk diperlihatkan kepada khalayak bahwa Islam itu indah dan agung , Islam itu bersaudara dan mengutamakan silaturahmi , serta Islam itu damai dan ramah. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam perjalanannya , Takbir Keliling yang semestinya memberikan nuansa religi di malam Idul Adha , mengingat dilaksanakan dengan pawai berkendaraan , maka yang ada justru perilaku yang kurang simpatik dalam pemakaian jalan raya sebagai jalan umum. Etika dalam berlalu lintas tidak diindahkan , suara bising knalpot yang saling bersahutan membuat telinga setiap orang yang mendengar terganggu. Melihat kondisi yang demikian , maka Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) Kabupaten Bengkayang atas dukungan PHBI serta masyarakat mencoba mengubah pola konvoi takbir keliling dengan kegiatan yang dikemas secara apik berupa Festival Bedug danTakbir. Kegiatan ini tidak mengurangi khidmatnya dzikir kepada Sang Pencipta , Allah Swt.  Kumandang Takbir , Tahmid dan Tahlil tetap dilaksanakan bahkan memberikan nilai edukasi bagi peserta danpenonton yang menyaksikannya. Kegiatan Festival Bedug dan Takbir yang dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2008 bertempat di Masjid Agung Syuhada , dibuka oleh Ketua PHBI Kabupaten Bengkayang , Drs. Wisnu Dahlan. Ketua panitia sekaligus Ketua BKPRMI Kabupaten Bengkayang ( Tatang Saputra , S. Pd. ) dalam laporannya , mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara tersebut serta mengambil bagian dalam ikut serta sebagai peserta. Bantuan moril dan finansial yang telah diberikan oleh semua pihak sangat membantu terselenggara dengan suksesnya kegiatan ini. Semoga tahun-tahun yang akan datang bisa lebih meriah lagi serta dapat mengundang peserta daro seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkayang.  Baarokallaahu Lii Walakum. Amiin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-2154990368907569725?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/2154990368907569725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/2154990368907569725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/01/festival-bedug-dan-takbir.html' title='FESTIVAL BEDUG DAN TAKBIR'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYEopeDyX7I/AAAAAAAAADg/fTs0l4hl5kc/s72-c/DSCN0773.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2120992281482556603.post-5743736685989631178</id><published>2009-01-25T08:16:00.000-08:00</published><updated>2009-05-25T18:23:43.249-07:00</updated><title type='text'>GEBYAR  SMANSA 24 Th</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYEmbaWVaSI/AAAAAAAAADY/OTPjiQ8fGLw/s1600-h/16062007329.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYEmbaWVaSI/AAAAAAAAADY/OTPjiQ8fGLw/s320/16062007329.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296556889135737122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usia yang masih belia bagi sebuah lembaga pendidikan, bukan halangan untuk mengukir prestasi yang baik. Di bidang akademik maupun kegiatan ekstrakurikuler. SMA Negeri 1 Bengkayang yang terletak di bawah gunung Bawang , mencoba untuk bangkit dan terus maju tiada henti.  Dalam usianya yang ke-24 pada bulan November 2008, SMANSA Bengkayang mengadakan serangkaian kegiatan yang menarik , menantang dan menyenangkan. Semua komponen sekolah terlibat di dalamnya. &lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan tersebut di rangkaikan pula dengan kegiatan dalam rangka Bulan Bahasa. Lomba Mading, Baca Puisi , Pidato , Pemilihan Bujang dan Dare , Lomba Lawak , adalah kegiatan-kegiatan yang memeriahkan acara Ultah SMANSA itu. Tidak lupa Lomba Lintas Alam Bumi Bengkayang yang ke-9 dengan dimotori Gerakan Pramuka Gudep Riya Sinir dan Dayak'ng Sire ikut menyemarakkan kegiatan tersebut sebagai kegiatan yang pamungkas. Dalam kegiatan itu anak-anak XII IPA-2 dengan Hengky , Wendi dkk sebagai awaknya berhasil menggondol piala Juara Umum. Sedangkan piala bergilir untuk LABB 9 diraih oleh SMA Negeri 1 Sungai Raya , Kabupaten Bengkayang. Dalam sambutannya , Kepala SMA Negeri 1 Bengkayang ( Mikael , S.Pd. ) mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia dan semua siswa serta guru yang terlibat dan menyibukkan diri dalam kegiatan itu. Harapannya , semoga kegiatan seperti ini dapat tetap dilaksanakan secara kontinu serta lebih meningkatkanlagi baik dari jumlah mata lomba maupun kualitas pelaksanaannya. Sementara ketua komite SMANSA Bengkayang ( Aci Sood , S.E , MM ) dalam pidatonya mengingatkan kepada seluruh panitia bahwa kegiatan akan berjalan sukses jika dilaksanakan dengan penuh semangat , ada kemauan , kerja keras serta jangan lupa kekompakan diantara sesama panitia. Melihat kegiatan yang baru saja dilaksanakan dengan diiringi pemotongan kue ulang tahun SMANSA ke-24 , Acii Sood menyatakan bahwa kegiatan ini sudah sukses.  Ia sangat mendukung segala kegiatan OSIS yang memberikan nilai-nilai pendidikan , memberikan pencerahan serta melibatkan seluruh siswa, baik dukungan secara moril maupun secara finansial.&lt;br /&gt;Selamat Ulang Tahun SMANSA Bengkayang ke-24 ,  jadilah yang terunggul dalam segala bidang. Bravo , Bravo , SMANSA Bek.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2120992281482556603-5743736685989631178?l=tatangsaputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/5743736685989631178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2120992281482556603/posts/default/5743736685989631178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tatangsaputra.blogspot.com/2009/01/gebyar-smansa-24-th.html' title='GEBYAR  SMANSA 24 Th'/><author><name>KANG_TATANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03679264418852240930</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SX1P_dvRerI/AAAAAAAAACY/Pjdx9J2uNmU/S220/pas+poto-8.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HkBQe8HT7UY/SYEmbaWVaSI/AAAAAAAAADY/OTPjiQ8fGLw/s72-c/16062007329.jpg' height='72' width='72'/></entry></feed>
